Akurat

Jokowi Temui Prabowo untuk Amankan Posisi Gibran Sekaligus Meredam Isu Politik

Wahyu SK | 6 Oktober 2025, 10:57 WIB
Jokowi Temui Prabowo untuk Amankan Posisi Gibran Sekaligus Meredam Isu Politik

AKURAT.CO Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, pertemuan itu sarat pesan politik yang berkaitan dengan dinamika kekuasaan dan posisi keluarga Jokowi.

"Menurut saya, pertemuan ini ada kaitannya dengan pengukuhan pengurus PSI yang baru. Mungkin saja Jokowi khawatir ada kesalahpahaman karena ada beberapa kader partai lain yang ditarik dan menduduki posisi strategis, seperti Ahmad Ali yang sebelumnya dari Nasdem. Bisa jadi juga, terkait rencana Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI," jelasnya, kepada wartawan, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: Istana: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Jokowi Bahas Isu-isu Kebangsaan

Iwan menilai kedatangan Jokowi ke kediaman pribadi Presiden Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, juga merupakan langkah simbolik untuk menunjukkan hubungan harmonis antara keduanya di tengah spekulasi politik yang berkembang.

"Tentu saja Jokowi mendatangi Prabowo ingin memberikan pesan ke publik bahwa hubungan antara Jokowi-Prabowo baik-baik saja dan ingin membuat kontra narasi bahwa Prabowo perlahan ingin menyingkirkan kekuatan politik Jokowi seperti yang tergambar dari reshuffle kabinet kemarin. Beberapa menteri kabinet yang di-reshuffle terasosiasi langsung dengan kelompok politik Jokowi," jelasnya.

Lebih jauh, Iwan menduga pertemuan tersebut juga membahas situasi politik yang dihadapi keluarga Jokowi, terutama posisi Wapres Gibran Rakabuming Raka yang belakangan disebut-sebut menjadi sasaran serangan politik.

Baca Juga: Abu Bakar Ba’asyir Doakan Jokowi Jadi Pembela Islam yang Kuat

"Saya juga menduga pertemuan ini sekaligus membahas soal posisi Gibran yang akhir-akhir ini banyak diserang dan digoyang oleh beberapa kelompok politik. Jokowi ingin menjamin keamanan Gibran dengan meminta perlindungan Prabowo. Tentunya terkait keluarganya yang lain juga, yakni Bobby Nasution yang sudah beberapa kali bikin gaduh dan dikaitkan dengan kasus korupsi di Sumut," paparnya.

Menurutnya, pertemuan di Kertanegara, pada Sabtu (4/10/2025) lalu, juga tidak lepas dari pembicaraan soal kesinambungan program pemerintahan antara era kepemimpinan Jokowi dan Prabowo.

"Yang terakhir, mungkin terkait dengan program-program yang berkaitan dengan keberlanjutan dari Jokowi ke kepemimpinan Prabowo. Mungkin secara umum seperti itu," ujar Iwan.

Baca Juga: Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Puan: Pemilu Masih Jauh

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya mengungkapkan isi pertemuan antara Jokowi dan Presiden Prabowo.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat namun sarat makna politik. Dengan pembahasan sejumlah isu strategis terkait arah kebijakan nasional ke depan.

"Banyak. Yang pertama memang silaturahmi di antara dua pemimpin, presiden ketujuh dan presiden kedelapan," ujarnya, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga: Sowan ke Cikeas, Gibran Buktikan Hubungan SBY dan Jokowi Akur

Mensesneg mengatakan, pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam dalam suasana santai saat makan siang.

"Kalau Pak Prabowo berkesempatan ke Jawa Tengah, beliau yang sowan atau mampir. Kebetulan Pak Presiden ke-7, Pak Jokowi, ada di Jakarta. Sudah, janjian ketemu waktunya makan siang," jelasnya.

Meski berlangsung informal, Mensesneg menegaskan bahwa pembicaraan antara kedua tokoh mencakup berbagai isu-isu kebangsaan.

Baca Juga: Komisi X DPR Apresiasi Klarifikasi UGM Soal Ijazah Jokowi: Momentum Perkuat Kepercayaan Publik

"Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal," ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.