Akurat Logo

Mengenal Tata Cara Merawat Jenazah dalam Agama Hindu, Ada Ritual Nyiramin hingga Ngaben

Redaksi Akurat | 4 November 2026, 09:09 WIB
Mengenal Tata Cara Merawat Jenazah dalam Agama Hindu, Ada Ritual Nyiramin hingga Ngaben
Orang-orang yang sedang melakukan prosesi ngaben - Gemini

AKURAT.CO Setiap agama memiliki tradisi dan tata cara tersendiri dalam memperlakukan seseorang yang telah meninggal dunia. Dalam agama Hindu, khususnya masyarakat Hindu Bali, terdapat sejumlah ritual yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal.

Salah satu tradisi yang cukup dikenal adalah Ngaben. Upacara ini bukan sekadar prosesi pemakaman, tetapi juga memiliki makna spiritual yang berkaitan dengan perjalanan atma atau roh manusia.

Dikutip dari berbagai sumber, rangkaian upacara kematian dalam tradisi Hindu Bali memiliki beberapa tahapan. Mulai dari membersihkan jenazah hingga pelaksanaan Ngaben, setiap prosesi mempunyai makna tersendiri.

Baca Juga: Hadiri Ngaben Massal di OKI, Herman Deru Serukan Pelestarian Budaya Sebagai Perekat Bangsa

Lantas, bagaimana tahapan perawatan dan penghormatan jenazah dalam tradisi Hindu Bali? Berikut penjelasannya.

1. Nyiramin (Ritual Membersihkan Jenazah)

Nyiramin merupakan salah satu tahapan awal dalam rangkaian upacara kematian Hindu Bali. Ritual ini dilakukan dengan memandikan dan membersihkan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir dari keluarga.

Prosesi Nyiramin umumnya dilaksanakan di rumah keluarga yang sedang berduka. Dalam pelaksanaannya, keluarga dan masyarakat setempat dapat ikut membantu sesuai dengan ketentuan adat.

Selain bertujuan membersihkan tubuh, Nyiramin juga memiliki makna simbolis sebagai bagian dari proses penyucian sebelum jenazah menjalani tahapan upacara berikutnya.

2. Ngajum Kajang (Simbol Keikhlasan Keluarga)

Setelah proses pembersihan jenazah, terdapat prosesi yang dikenal dengan Ngajum Kajang. Kajang merupakan sarana ritual berupa lembaran yang berisi aksara suci dan digunakan dalam rangkaian upacara kematian.

Prosesi ini dilakukan sebagai simbol penguatan hati keluarga dan kerabat dalam menerima kepergian orang yang telah meninggal.

Melalui ritual tersebut, keluarga diharapkan dapat lebih ikhlas melepaskan kepergian anggota keluarganya. Makna inilah yang membuat Ngajum Kajang memiliki nilai penting dalam tradisi penghormatan kepada orang yang telah meninggal.

3. Ngaskara (Prosesi Penyucian Roh)

Tahapan selanjutnya adalah Ngaskara. Dalam tradisi Hindu Bali, prosesi ini berkaitan dengan penyucian atma atau roh orang yang telah meninggal dunia.

Ritual Ngaskara biasanya dipimpin oleh pendeta, pemangku, atau orang yang mendapatkan mandat sesuai ketentuan adat dan agama.

Prosesi ini memiliki makna spiritual, yaitu sebagai bagian dari upaya penyucian atma agar dapat melanjutkan perjalanan sesuai dengan kepercayaan dalam agama Hindu.

Baca Juga: Pastika Sebut Ngaben Massal Ringankan Beban Umat Hindu di Bali

4. Ngaben (Upacara Penghormatan kepada Orang yang Meninggal)

Ngaben merupakan salah satu upacara kematian yang paling dikenal dalam tradisi Hindu Bali. Upacara ini termasuk bagian dari Pitra Yadnya, yaitu bentuk persembahan suci sebagai wujud bakti kepada leluhur.

Dalam pelaksanaannya, jenazah atau sarana pengganti jenazah menjalani prosesi pembakaran sesuai ketentuan adat dan agama.

Ngaben memiliki makna filosofis untuk mengembalikan unsur-unsur tubuh manusia atau Panca Maha Bhuta ke alam semesta. Selain itu, upacara ini juga berkaitan dengan pelepasan atma dari keterikatan terhadap tubuh jasmani.

5. Nganyut (Mengembalikan Sisa Pembakaran ke Alam)

Setelah prosesi Ngaben selesai, rangkaian upacara dapat dilanjutkan dengan Nganyut.

Nganyut merupakan prosesi menghanyutkan sisa pembakaran ke laut, sungai, atau sumber air tertentu sesuai tradisi setempat.

Ritual ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk pengembalian unsur jasmani manusia kepada alam semesta.

Namun, pelaksanaan dan urutan tahapan upacara dapat berbeda-beda, tergantung pada tradisi desa adat dan ketentuan yang dianut masing-masing keluarga.

Tata cara merawat dan menghormati jenazah dalam tradisi Hindu Bali bukan hanya berkaitan dengan proses pemakaman, tetapi juga memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam.

Mulai dari Nyiramin, Ngajum Kajang, Ngaskara, hingga Ngaben, setiap tahapan menjadi bagian dari penghormatan terakhir keluarga kepada orang yang telah meninggal dunia.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R