Akurat Logo

Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun

Moehamad Dheny Permana | 3 November 2026, 20:19 WIB
Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026). - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Rapat membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan APBN menjelang akhir tahun.

Dalam keterangan pers seusai rapat, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif.

Tercermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah, serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional.

"Kita menyampaikan kepada bapak presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya," jelasnya.

Baca Juga: Dukung Agenda Ekonomi Prabowo, Komunitas Pemuda NTB Perkuat UMKM dan Ekonomi Kelautan

Menurut Suahasil, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen.

Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai proyeksi dan target pengendalian harga yang telah ditetapkan.

"Sebesar 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen. Artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia. Itu yang kita sebut dengan on track," ujarnya.

Selain inflasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan tren penguatan pada Oktober 2026.

Suahasil mengungkapkan bahwa indeks PMI meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.