Apa Tujuan Utama Memandikan Jenazah dalam Islam? Simak 5 Hal Berikut

AKURAT.CO Memandikan jenazah adalah salah satu kewajiban dalam pengurusan jenazah menurut ajaran Islam.
Proses ini memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam serta merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
Artikel ini akan membahas tujuan utama memandikan jenazah serta pentingnya menjalankan kewajiban ini sesuai syariat Islam.
Dalam Islam, memandikan jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif yang harus dilakukan oleh sebagian umat Muslim dalam suatu komunitas.
Jika tidak ada yang melaksanakannya, maka seluruh anggota masyarakat akan menanggung dosa.
Proses ini dilakukan dengan penuh kehormatan dan ketulusan untuk memastikan jenazah dalam keadaan bersih sebelum dihadapkan kepada Allah SWT.
Memandikan jenazah tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga memiliki tujuan mendalam yang mencerminkan penghormatan, kebersihan, serta kesadaran akan hakikat kehidupan dan kematian.
Baca Juga: Apakah Bernapas di Samping Jenazah Tergolong sebagai Sifat Sombong?
Tujuan Utama Memandikan Jenazah
1. Mensucikan Jenazah dari Najis dan Hadas
Dalam ajaran Islam, kebersihan merupakan bagian dari iman.
Seseorang yang meninggal dunia tidak dapat membersihkan dirinya sendiri, sehingga umat Muslim yang masih hidup memiliki tanggung jawab untuk memandikan jenazah agar suci sebelum dikafani dan dishalatkan.
Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa memandikan jenazah harus dilakukan dengan air dan daun bidara untuk memastikan kesucian tubuh sebelum dikebumikan.
Hal ini mencerminkan pentingnya kebersihan dalam Islam, baik dalam kehidupan maupun setelah kematian.
2. Menghormati Jenazah sebagai Bentuk Penghormatan Terakhir
Memandikan jenazah juga merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal.
Dalam Islam, setiap individu berhak diperlakukan dengan penuh penghargaan hingga akhir hayatnya.
Pemandian dilakukan dengan tata cara yang lembut dan penuh kasih sayang, mencerminkan rasa cinta serta penghormatan dari keluarga dan komunitas terhadap almarhum.
3. Memenuhi Kewajiban Agama
Pengurusan jenazah merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus dijalankan sesuai tuntunan syariat.
Memandikan jenazah termasuk dalam rangkaian kewajiban yang harus dilakukan sebelum proses pengafanan, penyalatan, dan pemakaman.
Jika dalam suatu komunitas tidak ada yang melaksanakan kewajiban ini, maka seluruh anggota akan mendapatkan dosa.
Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami tata cara dan pentingnya memandikan jenazah agar dapat menjalankan kewajiban ini dengan benar.
4. Mengingatkan Umat Manusia akan Kematian
Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia.
Proses memandikan jenazah menjadi pengingat bagi umat Muslim bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, dan setiap individu harus mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.
Saat melihat langsung jenazah yang sedang dimandikan, seseorang akan tersadar bahwa pada akhirnya semua manusia akan mengalami hal yang sama.
Hal ini mengajarkan pentingnya berbuat baik selama hidup agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
5. Mempererat Solidaritas dalam Komunitas
Memandikan jenazah sering kali dilakukan oleh keluarga, kerabat, atau komunitas Muslim setempat.
Proses ini mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa empati serta kepedulian di antara sesama.
Ketika seseorang wafat, keluarga yang ditinggalkan sering kali berada dalam kondisi emosional yang berat.
Kehadiran masyarakat yang membantu dalam pengurusan jenazah menciptakan lingkungan yang penuh kebersamaan dan dukungan, sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan.
Memandikan jenazah dalam Islam bukan sekadar ritual, melainkan kewajiban yang memiliki makna mendalam.
Tujuan utamanya adalah untuk mensucikan jenazah, menghormati almarhum, memenuhi kewajiban agama, mengingatkan manusia akan kematian, serta mempererat solidaritas dalam komunitas.
Sebagai umat Muslim, memahami dan menjalankan tata cara memandikan jenazah dengan benar adalah bagian dari kepatuhan terhadap ajaran Islam.
Dengan melaksanakan kewajiban ini dengan penuh penghormatan dan keikhlasan, kita dapat memastikan bahwa almarhum diperlakukan dengan baik sebelum menghadap Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









