Akurat

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini

Yusuf | 18 September 2025, 19:23 WIB
Peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini

AKURAT.CO Kerajaan Mataram Islam memiliki peran besar dalam penyebaran agama dan budaya Islam di Yogyakarta, terutama di wilayah Kotagede.

Didirikan pada tahun 1586 M oleh Panembahan Senopati, kerajaan ini bertahan hingga 1755 sebelum runtuh akibat campur tangan Belanda dalam urusan politik dan pemerintahan.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613–1645), Mataram Islam dikenal sebagai kerajaan yang kuat dan aktif melawan kekuasaan Belanda. Selain kekuatan militernya, kerajaan ini juga mencatat kemajuan dalam bidang budaya, hukum, serta tata pemerintahan. Awalnya berpusat di Kotagede, kemudian dipindahkan ke Kerta oleh Sultan Agung, dan akhirnya ke Plered pada masa Amangkurat I.

Sebagai kerajaan besar yang pernah mengalami masa kejayaan, Mataram Islam meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Baca Juga: Mengenal Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan yang Berjaya dengan Konsep Agraria

Daftar Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Berikut daftar peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang masih berdiri kokoh hingga kini.

1. Masjid Al Fatih Kepatihan

Masjid Al Fatih Kepatihan menjadi salah satu peninggalan Islam bersejarah di Yogyakarta. Masjid ini menggabungkan unsur seni Islam tradisional dengan sentuhan modern, terlihat dari atap tiga lapis serta ukiran kaligrafi indah pada dindingnya.

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berperan sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, dan aktivitas sosial masyarakat. Keberadaannya memperkaya kehidupan spiritual sekaligus melestarikan jejak perkembangan Islam di Yogyakarta.

2. Keraton Kesultanan Yogyakarta

Keraton Kesultanan Yogyakarta adalah istana megah yang menjadi lambang kebesaran budaya Jawa.

Didirikan pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I, keraton ini berperan sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat kebudayaan. Setiap bangunan di dalamnya, seperti Bangsal Sri Manganti, Bangsal Kencono, dan Pendopo Alun-Alun Utara, mencerminkan gaya arsitektur Jawa yang kental. Hingga kini, keraton masih menjadi tempat pelaksanaan upacara adat, pertunjukan seni, dan penyimpanan benda bersejarah bernilai tinggi.

3. Keraton Kasunanan Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta, didirikan pada tahun 1745, merupakan simbol kejayaan Kerajaan Mataram Surakarta. Arsitekturnya menonjolkan keindahan seni Jawa dengan tata letak simetris dan detail ukiran yang rumit.

Selain menjadi pusat pemerintahan, keraton ini juga berfungsi sebagai pusat kebudayaan dan spiritual, tempat berlangsungnya upacara adat serta kegiatan keagamaan. Hingga kini, keraton tetap dijaga sebagai warisan budaya yang penting untuk generasi mendatang.

4. Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning

Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning merupakan salah satu bukti kuatnya perkembangan Islam di Yogyakarta. Dibangun pada masa Kesultanan Yogyakarta, masjid ini menampilkan arsitektur tradisional khas Jawa dengan atap limas serta ukiran-ukiran bernilai filosofis pada dindingnya. Tidak hanya digunakan untuk beribadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Sebagian Warga Imogiri Bantul Masih Membutuhkan Bantuan Air Bersih

5. Kompleks Makam Imogiri

Kompleks Makam Imogiri adalah lokasi pemakaman para raja dan keluarga Kerajaan Mataram Islam, termasuk Sultan Agung, Sultan Hamengkubuwono I, hingga Sultan Hamengkubuwono VII. Selain menjadi tempat peristirahatan terakhir, kompleks ini juga berfungsi sebagai lokasi ziarah dan kegiatan keagamaan. Arsitektur makam mencerminkan keagungan masa lalu, lengkap dengan ornamen halus dan simbol keislaman yang mendalam.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R