Akurat

Penyebab Utama Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Eko Krisyanto | 30 September 2025, 23:53 WIB
Penyebab Utama Runtuhnya Kerajaan Majapahit

AKURAT.CO Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Nusantara yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Namun, seiring berjalannya waktu, kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh pada akhir abad ke-15. 

Pertanyaannya, apa penyebab utama runtuhnya Majapahit yang pernah begitu berpengaruh di Asia Tenggara? Runtuhnya Majapahit tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor politik, ekonomi, hingga sosial budaya.

Baca Juga: Jelaskan Peran Kerajaan Majapahit bagi Kehidupan Berbangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia!

Konflik Internal dan Perebutan Kekuasaan

Salah satu penyebab utama keruntuhan Majapahit adalah konflik internal yang berkepanjangan. Perebutan tahta antar anggota keluarga kerajaan membuat stabilitas politik goyah.

Perang Paregreg antara Bhre Wirabhumi dan Wikramawardhana menjadi contoh nyata perpecahan yang melemahkan kekuatan kerajaan. 

Kondisi ini membuat Majapahit kehilangan wibawa dan sulit mempertahankan pengaruhnya di daerah taklukan.

Selain itu, lemahnya kepemimpinan setelah era Hayam Wuruk turut mempercepat perpecahan di kalangan bangsawan dan pejabat kerajaan.

Baca Juga: Pernah Viral Berkonsep Kerajaan Majapahit, Jiwangga Resto Kini Berbalut Mistis dan Terbengkalai

Tekanan Eksternal dan Munculnya Kerajaan Baru

Runtuhnya Majapahit juga dipengaruhi oleh munculnya kekuatan baru, yaitu Kesultanan Demak.

Peralihan pengaruh dari kerajaan bercorak Hindu-Budha ke kerajaan Islam menandai perubahan besar dalam struktur politik di Jawa. 

Selain itu, tekanan ekonomi akibat melemahnya jalur perdagangan dan menurunnya kontrol terhadap pelabuhan penting turut mempercepat keruntuhan.

Berkurangnya hasil pertanian akibat sistem irigasi yang terbengkalai serta beban pajak rakyat yang tinggi juga memicu ketidakpuasan masyarakat, sehingga loyalitas terhadap kerajaan melemah.

Warisan Majapahit bagi Nusantara

Meskipun runtuh, Majapahit meninggalkan warisan besar dalam bidang politik, budaya, dan persatuan Nusantara.

Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular menjadi bukti bahwa warisan Majapahit masih relevan hingga saat ini.

Nilai persatuan yang pernah dipegang Majapahit kemudian menjadi inspirasi dalam perjuangan bangsa Indonesia di masa modern. Runtuhnya kerajaan ini menjadi pelajaran sejarah bahwa persatuan, stabilitas politik, serta kesejahteraan rakyat adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah kekuasaan.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R