Akurat

Salah Satu Hikmah yang Dapat Diambil dari Tidak Bolehnya Seorang Muslim Mengungkapkan Aib Jenazah adalah …

Rahman Sugidiyanto | 3 Juni 2025, 14:15 WIB
Salah Satu Hikmah yang Dapat Diambil dari Tidak Bolehnya Seorang Muslim Mengungkapkan Aib Jenazah adalah …

Dalam ajaran Islam, menjaga kehormatan dan martabat seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, merupakan prinsip yang sangat ditekankan.

Salah satu bentuk penghormatan tersebut adalah larangan mengungkapkan aib atau kekurangan jenazah.

Larangan ini tidak hanya mengandung nilai moral dan etika, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam bagi kehidupan sosial umat Islam.

Artikel ini akan mengulas salah satu hikmah utama dari tidak bolehnya seorang Muslim mengungkapkan aib jenazah berdasarkan dalil-dalil dan pandangan ulama.

Baca Juga: Viral Serial Bidaah, Apa Saja Hikmah yang Bisa Diambil?

Larangan Mengungkapkan Aib Jenazah dalam Islam

Islam melarang keras membicarakan atau menyebarkan keburukan orang yang sudah meninggal, termasuk mengungkapkan aib jenazah.

Rasulullah SAW bersabda:
"Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Larangan ini juga berlaku saat memandikan jenazah, di mana orang yang memandikan dianjurkan untuk merahasiakan cacat atau kekurangan yang ditemukan pada tubuh jenazah tanpa menyebarkannya ke publik.

Hikmah Tidak Mengungkapkan Aib Jenazah

Salah satu hikmah utama dari larangan ini adalah menghindarkan diri dari sesuatu yang merusak amal ibadah dan menjaga keharmonisan sosial.

Mengungkapkan aib jenazah dapat menimbulkan kebencian, fitnah, dan perpecahan di antara umat Islam karena mendengar aib saudara seiman bisa menimbulkan rasa benci dan permusuhan.

Dengan menutupi aib jenazah, umat Islam diajarkan untuk menjaga rasa hormat dan kasih sayang terhadap sesama, bahkan setelah kematian.

Selain itu, sikap ini juga mengajarkan umat Islam untuk fokus pada kebaikan dan amal baik yang pernah dilakukan oleh orang yang telah meninggal, bukan pada kesalahan atau kekurangannya.

Hal ini memperkuat nilai keikhlasan, pengampunan, dan rasa kemanusiaan dalam masyarakat.

Baca Juga: Program Manggarai Bershalawat Bukan untuk Atasi Tawuran, Pramono Anung: Pendekatan Agama Salah Satu Caranya

Dampak Positif bagi Individu dan Masyarakat

  • Menjaga Martabat dan Kehormatan

    Dengan tidak mengungkap aib, martabat jenazah dan keluarganya tetap terjaga, memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

  • Mencegah Penyebaran Fitnah dan Konflik

    Menutup aib jenazah menghindarkan masyarakat dari konflik sosial yang bisa muncul akibat gosip atau pembicaraan negatif.

  • Meningkatkan Rasa Empati dan Solidaritas

    Sikap ini menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar sesama Muslim, memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah.

  • Mendapatkan Pahala dan Ampunan dari Allah

    Orang yang menutupi aib jenazah mendapatkan pahala besar dan ampunan dari Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang menyatakan bahwa Allah akan menutupi aibnya sebanyak empat puluh kali.

Rangkuman

Salah satu hikmah yang dapat diambil dari tidak bolehnya seorang Muslim mengungkapkan aib jenazah adalah menjaga kehormatan, keharmonisan sosial, dan menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat merusak amal ibadah serta menimbulkan kebencian di antara umat Islam.

Larangan ini mengajarkan nilai kasih sayang, pengampunan, dan penghormatan terhadap sesama, bahkan setelah kematian.

Dengan menutupi aib jenazah, umat Islam tidak hanya menjaga martabat orang yang telah meninggal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kedamaian dalam masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.