Akurat Logo

Jakarta Masih Panas dan Kering, Kapan Musim Hujan Datang?

Redaksi Akurat | 7 Oktober 2026, 16:22 WIB
Jakarta Masih Panas dan Kering, Kapan Musim Hujan Datang?
Jakarta Masih Panas dan Kering, Kapan Musim Hujan Datang

AKURAT.CO Cuaca panas dan kering masih terasa di Jakarta meski sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami hujan. Kondisi ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, kapan Jakarta akan benar-benar memasuki musim hujan?

Dikutip dari berbagai sumber, kondisi tersebut terjadi karena awal musim hujan tidak datang secara bersamaan di setiap wilayah. Faktor iklim global dan kondisi atmosfer turut memengaruhi datangnya hujan di Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal musim hujan 2026/2027 di 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Artinya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim hujan lebih lambat dari biasanya.

Salah satu faktor yang membuat kondisi kering masih bertahan adalah El Nino yang memengaruhi kondisi atmosfer dan mengurangi pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan.

Baca Juga: Cara Melindungi Tubuh dari Cuaca Panas Ekstrem

Selain itu, posisi angin monsun juga menjadi faktor penting. Massa udara basah dari Asia yang membawa banyak uap air belum sepenuhnya mendominasi wilayah selatan ekuator, termasuk Jakarta.

Meski masih didominasi cuaca panas dan kering, bukan berarti Jakarta sepenuhnya terbebas dari hujan. Hujan lokal dengan intensitas ringan hingga lebat tetap dapat terjadi sewaktu-waktu akibat perubahan kondisi atmosfer.

BMKG memperkirakan musim hujan akan mulai masuk secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia pada November hingga Desember 2026. Masyarakat Jakarta pun tetap disarankan memantau informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Kesiapan Medis dan Gizi Jamaah Haji 2026 Harus Diperketat

Jadi, Jakarta yang masih panas bukan berarti musim hujan batal datang. Hujan hanya diperkirakan datang lebih lambat dan secara bertahap.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R