Akurat

Proses Pembentukan Bumi: Mulai dari Debu Kosmik hingga Planet Layak Huni

Wahyu SK | 25 Desember 2025, 17:58 WIB
Proses Pembentukan Bumi: Mulai dari Debu Kosmik hingga Planet Layak Huni

AKURAT.CO Proses pembentukan Bumi adalah kisah panjang yang bermula sekitar 4,5-4,6 miliar tahun lalu, ketika gumpalan debu kosmik dan gas di angkasa mulai berkumpul dan berevolusi menjadi planet yang kita huni saat ini. Melalui serangkaian tahapan kosmik yang kompleks, mulai dari nebula berputar hingga diferensiasi struktur internal, terbentuklah Bumi yang kaya akan kehidupan seperti saat ini.

Awal Terbentuknya Sistem Tata Surya

Proses pembentukan Bumi dimulai dari sebuah nebula surya, yaitu awan besar gas dan debu yang tersisa dari generasi bintang sebelumnya.

Awan ini mengalami gaya tarik gravitasi sehingga runtuh dan mulai berputar, membentuk cakram besar di mana sebagian besar materinya menjadi Matahari.

Sisa materi di cakram protoplanetar ini kemudian menjadi bahan pembentuk planet-planet, termasuk Bumi.

Akresi: Dari Partikel Debu ke Protoplanet

Di dalam cakram protoplanetar, debu kosmik bertabrakan dan saling menempel melalui gaya tarik-menarik. Partikel-partikel ini tumbuh menjadi struktur yang lebih besar (planetesimal).

Proses ini dikenal sebagai akresi, di mana partikel debu berkembang menjadi gumpalan besar yang akan menjadi cikal bakal planet.

Debu kosmik secara khusus berperan penting karena merupakan bahan dasar yang akhirnya menyatu menjadi massa besar yang membentuk planet dan bulan.

Debu kosmik yang terlihat seperti partikel berukuran sangat kecil ini adalah bahan penting dalam evolusi pembentukan bintang dan planet.

Pembentukan Protoplanet dan Bumi Awal

Setelah terbentuknya planetesimal, partikel-partikel ini terus bertumbukan dan bergabung membentuk objek yang lebih besar yang disebut protoplanet.

Dari protoplanet inilah Bumi perlahan muncul sebagai sebuah bola besar yang masih terbuat dari materi panas cair. Selama fase ini, Bumi mengalami banyak benturan dengan benda langit lain, termasuk teori benturan raksasa yang juga dipercaya menjadi asal terbentuknya Bulan.

Diferensiasi: Inti, Mantel, dan Kerak Bumi

Saat Bumi semakin besar dan panas, proses diferensiasi terjadi. Dalam proses ini, unsur-unsur berat seperti besi dan nikel tenggelam ke bagian dalam untuk membentuk inti Bumi, sedangkan material yang lebih ringan seperti silikon dan oksigen naik ke luar membentuk mantel dan kerak.

Pembentukan Atmosfer dan Lautan

Setelah permukaan Bumi mulai mendingin, aktivitas vulkanik melepaskan gas-gas yang membentuk atmosfer awal.

Awalnya, atmosfer ini kaya akan gas seperti karbon dioksida dan metana. Seiring waktu, uap air mulai mengembun dan turun sebagai hujan, membentuk samudra dan lautan pertama di Bumi.

Awal Mula Kehidupan

Dengan terbentuknya lautan dan adanya atmosfer yang relatif stabil, kondisi Bumi menjadi lebih kondusif bagi proses kimia kompleks yang memicu munculnya kehidupan pertama.

Bukti fosil tertua menunjukkan bahwa bentuk kehidupan mikroskopis mulai muncul sekitar 3,8 miliar tahun lalu sebagai langkah awal evolusi kehidupan planet ini.

Proses pembentukan Bumi bukanlah sebuah kejadian tunggal, tetapi sebuah rangkaian panjang evolusi kosmik yang dimulai dari debu dan gas di angkasa hingga menjadi planet dinamis dengan atmosfer, lautan, serta kehidupan.

Pemahaman ilmiah tentang proses ini membantu kita menyadari bahwa Bumi adalah hasil dari jutaan tahun proses alam semesta yang kompleks.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK