Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Kesiapan Medis dan Gizi Jamaah Haji 2026 Harus Diperketat

AKURAT.CO Pemerintah diminta memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Khususnya terkait perlindungan kesehatan jamaah di tengah cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang dilaporkan hingga mencapai suhu hingga 45 derajat Celsius.
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, mengatakan kondisi suhu ekstrem tersebut harus menjadi perhatian utama karena berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, heatstroke, kelelahan berat, hingga memperburuk kondisi jamaah dengan penyakit penyerta.
"Cuaca ekstrem di Arab Saudi dengan suhu yang bisa menembus 45 derajat Celsius bukan persoalan sepele. Ini menjadi tantangan serius bagi kesehatan jamaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki komorbid. Karena itu, mitigasi kesehatan harus dipersiapkan secara jauh lebih ketat dan terukur," kata Netty melalui keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Duh! 2 Jemaah Haji Indonesia Ditangkap Polisi Saudi Gegara Ambil Foto Perempuan di Masjid Nabawi
Dia pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap ketersediaan obat-obatan, kesiapan tenaga kesehatan, hingga standarisasi gizi guna mengantisipasi risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Selain itu, dia menekankan pentingnya audit kesiapan logistik medis, terutama bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan.
"Kami meminta Kemenkes memastikan stok obat-obatan untuk penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung, dan diabetes tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga terdistribusi merata di tiap kloter. Jangan sampai ada jamaah yang kesulitan mengakses obat rutin mereka saat berada di lapangan," paparnya.
Netty juga meminta Pemerintah memperkuat edukasi pencegahan dampak cuaca panas ekstrem kepada jamaah sejak sebelum keberangkatan.
Termasuk pola hidrasi yang cukup, pengenalan gejala heat exhaustion, penggunaan alat pelindung diri seperti payung dan pendingin tubuh, serta pengaturan aktivitas fisik saat puncak panas.
"Jamaah harus dibekali pemahaman yang memadai tentang tanda-tanda dehidrasi, pusing, lemas berlebihan, kulit terasa sangat panas, hingga penurunan kesadaran. Deteksi dini gejala ini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan cepat," jelasnya.
Baca Juga: Di Negara Ini Ribuan Kuota Haji Tak Terserap, Kontras dengan Indonesia yang Antre Hingga 30 Tahun
Anggota Komisi Kesehatan DPR ini menyoroti komposisi jamaah yang masih didominasi kelompok lanjut usia. Menurutnya, visi Haji Ramah Lansia yang telah dicanangkan Pemerintah harus diwujudkan secara konkret melalui penguatan personel medis dan sistem pemantauan kesehatan yang lebih intensif.
"Haji 2026 harus tetap mengusung semangat Haji Ramah Lansia. Komisi IX menekankan pentingnya pendampingan medis yang lebih personal bagi jamaah dengan kondisi kesehatan rentan. Petugas harus proaktif melakukan jemput bola, bukan sekadar menunggu di posko," ungkapnya.
Tak hanya aspek medis, dia juga menaruh perhatian besar pada kualitas asupan makanan jamaah selama berada di Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







