Akurat

Apa Penyebab Orang Senang Melakukan Bully

Redaksi Akurat | 8 Februari 2026, 21:39 WIB
Apa Penyebab Orang Senang Melakukan Bully

AKURAT.CO Bullying masih menjadi masalah besar di sekolah, tempat kerja, hingga media sosial.

Banyak orang bertanya, "kenapa ada orang yang suka membully?”

Penyebabnya tidak tunggal. Ada faktor psikologis, lingkungan, hingga dinamika sosial yang membentuk perilaku tersebut.

Baca Juga: Sarwendah Geram Netizen Bully Putrinya

Apa Itu Perilaku Bully?

Bullying adalah tindakan menyakiti orang lain secara verbal, fisik, sosial, atau digital dengan tujuan menekan, merendahkan, atau mendapatkan kekuasaan.

Pelaku biasanya merasa superior atau ingin menguasai korban.

Penyebab Orang Senang Melakukan Bully

a. Keinginan Menguasai atau Merasa Superior

Pelaku bullying sering merasa memiliki kekuasaan. Mereka menikmati kontrol dan reaksi korban karena memberi kepuasan emosional sementara.

b. Lingkungan yang Mendukung Kekerasan

Jika seseorang tumbuh dalam keluarga atau kelompok yang biasa berteriak, merendahkan, atau melakukan kekerasan, perilaku itu dianggap normal.

c. Rasa Insecure yang Tinggi

Pelaku bullying sering menutupi kekurangan dengan menyerang orang lain. Mereka merasa lebih baik ketika membuat korban terlihat lemah.

d. Trauma Masa Kecil

Pelaku pernah mengalami kekerasan atau bullying, lalu mengulanginya kepada orang lain karena tidak tahu cara sehat mengelola emosi.

e. Kurangnya Empati

Beberapa pelaku tidak mampu memahami perasaan orang lain. Ini membuat mereka mudah menyakiti tanpa rasa bersalah.

f. Tekanan Kelompok (Peer Pressure)

Pelaku terkadang melakukan bully karena ikut-ikutan agar diterima dalam kelompoknya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Supaya Kasus Semacam Pem-bully-an Bisa Teratasi?

Dampak Bullying

  • Kerusakan mental korban
  • Rendah diri, stres, depresi
  • Lingkungan tidak aman
  • Siklus kekerasan berulang

Orang melakukan bullying bukan hanya karena ingin menyakiti, tetapi juga karena faktor psikologis dan sosial seperti rasa insecure, trauma, kurang empati, dan pengaruh lingkungan.

Memahami penyebabnya membantu proses pencegahan di masa depan.

Arika Yafi Fawazzain (Magang) 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.