AKURAT.CO Bullying masih menjadi masalah besar di sekolah, tempat kerja, hingga media sosial.
Banyak orang bertanya, "kenapa ada orang yang suka membully?”
Penyebabnya tidak tunggal. Ada faktor psikologis, lingkungan, hingga dinamika sosial yang membentuk perilaku tersebut.
Baca Juga: Sarwendah Geram Netizen Bully Putrinya
Apa Itu Perilaku Bully?
Bullying adalah tindakan menyakiti orang lain secara verbal, fisik, sosial, atau digital dengan tujuan menekan, merendahkan, atau mendapatkan kekuasaan.
Pelaku biasanya merasa superior atau ingin menguasai korban.
Penyebab Orang Senang Melakukan Bully
a. Keinginan Menguasai atau Merasa Superior
Pelaku bullying sering merasa memiliki kekuasaan. Mereka menikmati kontrol dan reaksi korban karena memberi kepuasan emosional sementara.
b. Lingkungan yang Mendukung Kekerasan
Jika seseorang tumbuh dalam keluarga atau kelompok yang biasa berteriak, merendahkan, atau melakukan kekerasan, perilaku itu dianggap normal.
c. Rasa Insecure yang Tinggi
Pelaku bullying sering menutupi kekurangan dengan menyerang orang lain. Mereka merasa lebih baik ketika membuat korban terlihat lemah.
d. Trauma Masa Kecil
Pelaku pernah mengalami kekerasan atau bullying, lalu mengulanginya kepada orang lain karena tidak tahu cara sehat mengelola emosi.
e. Kurangnya Empati
Beberapa pelaku tidak mampu memahami perasaan orang lain. Ini membuat mereka mudah menyakiti tanpa rasa bersalah.
f. Tekanan Kelompok (Peer Pressure)
Pelaku terkadang melakukan bully karena ikut-ikutan agar diterima dalam kelompoknya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Supaya Kasus Semacam Pem-bully-an Bisa Teratasi?
Dampak Bullying
- Kerusakan mental korban
- Rendah diri, stres, depresi
- Lingkungan tidak aman
- Siklus kekerasan berulang
Orang melakukan bullying bukan hanya karena ingin menyakiti, tetapi juga karena faktor psikologis dan sosial seperti rasa insecure, trauma, kurang empati, dan pengaruh lingkungan.
Memahami penyebabnya membantu proses pencegahan di masa depan.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








