Bakti Barito-STiR dan BBPMP Tingkatkan Kemitraan untuk Penguatan Motivasi Intrinsik Guru

AKURAT.CO Yayasan Bakti Barito bersama STiR Education memasuki fase kedua implementasi program melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan STiR Education dengan pemerintah Indonesia. Sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan hasil belajar dengan menumbuhkan kembali motivasi intrinsik guru, kepala sekolah, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Setelah melalui lebih dari empat tahun pembelajaran dan implementasi di Indonesia, fase kedua ini dirancang untuk memastikan program dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak daerah melalui penguatan sistem.
BBPMP menjadi mitra dalam implementasi program di Jawa Timur, sementara Bakti Barito–STiR melanjutkan pendampingan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Kolaborasi untuk Memperluas Dampak
Sebagai bagian dari fase kedua, Bakti Barito–STiR Education akan memperluas implementasi program di Jatim dari dua menjadi sepuluh kabupaten/kota.
Melalui MoU ini, BBPMP Jatim akan memimpin koordinasi tingkat provinsi, mendukung implementasi di tingkat kabupaten/kota, serta memastikan keselarasan program dengan kerangka mutu pendidikan nasional.
Fase ini menekankan upaya konvergensi pendekatan STiR Education ke dalam sistem pemerintahan yang sudah terbentuk.
Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memperkuat pengembangan guru melalui pembelajaran antarrekan sejawat yang terstruktur (peer learning), pendampingan (coaching), serta refleksi berbasis data.
Melalui kemitraan dengan lembaga penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi, program ini diharapkan dapat memperkuat keterpaduan antarwilayah dan mendorong perbaikan sistem pendidikan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dorong Daya Saing Global, Guru di Sekolah Garuda Harus Bisa Bahasa Inggris
Terbukti Meningkatkan Pembelajaran
Pendekatan STiR Education berfokus pada perubahan perilaku dan penguatan motivasi intrinsik. Alih-alih mengandalkan model pelatihan satu kali yang bersifat jangka pendek, melalui Siklus Peningkatan Pembelajaran (Learning Improvement Cycles), guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas pendidikan terlibat dalam proses pembelajaran bersama, pendampingan, refleksi, serta perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh data.
Evaluasi dampak yang dilakukan secara independen oleh Deloitte pada tahun 2024, serta ditinjau secara akademis oleh Northeastern University, menunjukkan bahwa kota/kabupaten yang didukung oleh STiR di Indonesia mencatat hasil literasi 16,4 peren lebih tinggi dibandingkan kabupaten kontrol.
Selain itu, ditemukan pula peningkatan pada pembelajaran sosial-emosional siswa serta tingkat otonomi guru.
Memperkuat Keberlanjutan dan Institusionalisasi
MoU dengan BBPMP menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemandirian daerah dalam pengelolaan dan keberlanjutan program.
Pada fase kedua, BBPMP akan mengambil peran lebih besar dalam mengoordinasikan dan mengelola pendekatan ini di Jatim dengan Bakti Barito–STiREducation berperan sebagai mitra teknis strategis.
"Kemitraan dengan BBPMP merupakan langkah penting untuk memperkuat peran motivasi intrinsik dalam mendukung perubahan berkelanjutan pada sistem pendidikan Indonesia," ujar Yoni Nurdiansyah, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Pendidikan Unggul–Program STiR Indonesia," dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
"Berangkat dari empat tahun pembelajaran dan adaptasi yang telah dilakukan, fase dua memungkinkan kami bekerja lebih erat dengan mitra pemerintah untuk mendorong peningkatan sistem secara menyeluruh. Serta memastikan guru memiliki dukungan yang dibutuhkan agar setiap anak dapat belajar dan berkembang secara optimal," tambahnya menjelaskan.
Sementara itu, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan berakar pada pemberdayaan guru dan penguatan sistem.
"Kemitraan fase dua ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung solusi yang dipimpin oleh pemerintah, menguatkan peran para pemangku kepentingan pendidikan di daerah, serta memastikan mutu pendidikan tidak hanya terjaga tetapi juga terus meningkat dari waktu ke waktu," tuturnya.
Kemitraan ini selaras dengan prioritas pendidikan nasional Indonesia dan mendukung visi bersama untuk membangun sistem pendidikan di mana guru senang mengajar dan anak-anak senang belajar.
Baca Juga: Ciptakan Generasi Berdaya Saing Global, Pemerintah Bakal Rekrut Guru Terbaik untuk Sekolah Garuda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









