Akurat

Polusi Cahaya Membuat Bintang Hilang, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ratu Tiara | 31 Januari 2026, 17:09 WIB
Polusi Cahaya Membuat Bintang Hilang, Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Langit malam dulu menjadi pemandangan yang akrab bagi banyak orang. Anak-anak bisa menunjuk gugusan bintang, orang tua mengenali rasi, bahkan nelayan memanfaatkan bintang sebagai penunjuk arah. Namun, pemandangan itu kini semakin sulit ditemukan, terutama di kota-kota besar.

Banyak orang tidak lagi menyadari bahwa jumlah bintang yang terlihat di langit malam terus berkurang.

Fenomena tersebut bukan disebabkan hilangnya bintang, melainkan akibat polusi cahaya yang semakin meningkat seiring pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas manusia di malam hari.

Baca Juga: Langit Jumat Dini Hari Tampilkan Konjungsi Bulan, Venus dan Bintang Regulus

Apa sebenarnya polusi cahaya, mengapa terjadi, bagaimana dampaknya bagi lingkungan dan manusia, serta apa akibatnya terhadap benda-benda langit yang kita lihat setiap malam?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Polusi Cahaya?

Polusi cahaya adalah kondisi ketika cahaya buatan di malam hari digunakan secara berlebihan, salah arah, atau tidak terkontrol sehingga mengganggu kondisi alami langit malam.

Berbeda dengan pencemaran udara atau air yang dampaknya langsung terlihat atau terasa, polusi cahaya terjadi secara perlahan.

Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa langit yang terang di malam hari sebenarnya merupakan tanda adanya pencemaran cahaya.

Cahaya buatan tersebut umumnya berasal dari lampu jalan, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, reklame digital, stadion dan kawasan industri, lampu rumah dan permukiman.
Ketika cahaya ini tidak diarahkan dengan benar, sebagian besar justru memantul ke atmosfer dan membuat langit malam tampak terang, menutupi cahaya alami bintang dan benda langit lainnya.

Mengapa Polusi Cahaya Terjadi?

Polusi cahaya muncul akibat kebutuhan penerangan di kawasan yang semakin padat aktivitasnya pada malam hari. Namun, masalah muncul ketika pencahayaan tidak dirancang secara efisien.

Beberapa penyebab utama polusi cahaya antara lain:

1. Penggunaan lampu dengan intensitas terlalu tinggi.

2. Lampu dipasang tanpa penutup sehingga cahaya menyebar ke segala arah.

3. Pencahayaan gedung dan reklame menyala semalaman.

4. Lampu jalan yang tidak diarahkan ke permukaan jalan.

5. Kawasan komersial yang berlomba menggunakan lampu paling terang.

6. Minimnya aturan tata cahaya di perkotaan.

Tujuan awalnya memang untuk keamanan dan estetika kota, tetapi penggunaan berlebihan justru memicu masalah baru bagi lingkungan.

Baca Juga: Apa yang Membuat Bintang Jatuh Bercahaya?

Jenis Polusi Cahaya yang Sering Terjadi

Polusi cahaya tidak hanya satu bentuk. Di perkotaan, biasanya muncul dalam beberapa kondisi berikut:

1. Skyglow

Langit malam terlihat terang akibat cahaya kota yang memantul ke atmosfer. Inilah alasan mengapa bintang sulit terlihat di kota besar.

2. Glare atau Silau

Cahaya lampu yang terlalu terang hingga mengganggu penglihatan, sering dialami pengendara di malam hari.

3. Light Trespass

Cahaya masuk ke area yang tidak membutuhkan penerangan, misalnya lampu jalan masuk ke kamar rumah warga.

4. Clutter Cahaya

Penumpukan berbagai sumber cahaya di satu area, biasanya terjadi di pusat kota atau kawasan reklame digital.

Apa Akibat Polusi Cahaya bagi Benda Langit di Malam Hari?

Pertanyaan ini sering muncul karena semakin banyak orang mengeluh sulit melihat bintang.

Dampaknya ternyata tidak hanya soal estetika, tetapi juga berpengaruh pada penelitian astronomi dan pemahaman manusia terhadap alam semesta.

1. Bintang Menjadi Sulit Terlihat

Polusi cahaya membuat langit malam menjadi terang sehingga cahaya bintang kalah oleh cahaya kota. Akibatnya, hanya bintang paling terang yang bisa terlihat. Di kota besar, jumlah bintang yang tampak bisa berkurang hingga puluhan kali dibandingkan wilayah pedesaan.

2. Pengamatan Astronomi Terganggu

Observatorium dan peneliti astronomi membutuhkan langit gelap untuk mengamati benda langit. Cahaya kota membuat teleskop kesulitan menangkap objek redup seperti galaksi jauh, nebula, atau komet. Karena itu, banyak observatorium dunia kini dibangun di daerah terpencil atau pegunungan jauh dari kota.

3. Hilangnya Fenomena Langit Alami

Fenomena seperti Bima Sakti, hujan meteor, atau cahaya zodiak semakin sulit terlihat di daerah dengan polusi cahaya tinggi. Padahal, fenomena ini dulu dapat dinikmati langsung oleh masyarakat tanpa alat bantu.

4. Generasi Muda Kehilangan Pengalaman Langit Malam

Banyak anak di perkotaan tumbuh tanpa pernah melihat langit penuh bintang. Padahal, pengalaman melihat langit malam sering menjadi pintu masuk minat terhadap ilmu astronomi dan sains.

Dampak Polusi Cahaya terhadap Lingkungan dan Manusia

Selain memengaruhi benda langit, polusi cahaya juga berdampak pada makhluk hidup.

1. Dampak bagi Satwa

Banyak hewan bergantung pada gelapnya malam untuk bertahan hidup. Cahaya buatan dapat:
- Mengacaukan jalur migrasi burung
- Membingungkan penyu saat menuju laut setelah menetas
- Mengubah pola berburu hewan nokturnal
- Mengganggu siklus reproduksi beberapa spesies

2. Dampak bagi Manusia

Cahaya berlebih pada malam hari juga berdampak pada kesehatan manusia, seperti:
- Gangguan tidur
- Kelelahan kronis
- Gangguan ritme biologis tubuh
- Potensi peningkatan stres

Selain itu, penggunaan lampu berlebihan juga berarti pemborosan energi.

Contoh Polusi Cahaya di Indonesia

Fenomena polusi cahaya dapat ditemukan di banyak kota besar Indonesia.

Langit malam di wilayah metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan kini jarang menampilkan bintang.

Cahaya dari gedung, jalan tol, reklame digital, dan pusat hiburan menyala sepanjang malam.

Di kawasan pesisir dan destinasi wisata, lampu hotel dan resort juga kerap mengganggu habitat satwa, terutama penyu yang membutuhkan pantai gelap untuk bertelur.

Bagaimana Cara Mengurangi Polusi Cahaya?

Kabar baiknya, polusi cahaya termasuk jenis pencemaran yang relatif mudah dikendalikan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan lampu dengan penutup agar cahaya diarahkan ke bawah
- Mengurangi intensitas cahaya yang tidak diperlukan
- Mematikan lampu dekoratif saat tidak digunakan
- Mengatur waktu operasional lampu gedung dan reklame
- Menggunakan lampu hemat energi dengan warna cahaya lebih hangat
- Menerapkan aturan tata cahaya di kawasan perkotaan

Langkah-langkah ini tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga menghemat konsumsi energi.

Polusi cahaya sering dianggap sepele karena tidak terlihat sebagai ancaman langsung.

Padahal, dampaknya menyentuh banyak aspek, yakni lingkungan, kesehatan, ilmu pengetahuan, hingga pengalaman manusia menikmati alam.

Mutiara MY (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R