Apa Itu Data? Pengertian Lengkap, Jenis, Fungsi, dan Perannya di Era Digital

Apa yang Dimaksud dengan Data?
Secara umum, data adalah kumpulan fakta, angka, kata, simbol, atau nilai lain yang dicatat dan dapat diolah untuk tujuan tertentu. Dalam etimologi, kata data berasal dari bahasa Latin datum yang berarti “sesuatu yang diberikan”.
Dalam ilmu informasi dan teknologi, data sering dipahami sebagai simbol atau representasi dari kenyataan—misalnya hasil pengukuran, catatan observasi, atau teks—yang baru menjadi bermakna setelah dianalisis. Intinya, data masih bersifat mentah. Tanpa proses pengolahan, konteks, atau interpretasi, angka dan catatan tersebut belum mampu menjawab pertanyaan apa pun.
Bayangkan angka “170 cm”. Itu hanyalah data. Namun ketika dibandingkan dengan rata-rata tinggi badan populasi, barulah ia berubah menjadi informasi yang bisa ditafsirkan.
Jejak Sejarah: Bagaimana Konsep Data Berkembang?
Penggunaan data bukanlah hal baru. Sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah mencatat fakta untuk memahami dunia di sekitarnya. Pada masa prasejarah, tanda-tanda tally pada tulang Ishango sekitar 19.000 SM diduga digunakan untuk menghitung atau merekam sesuatu. Memasuki abad ke-17, John Graunt memanfaatkan statistik kematian untuk studi demografi, yang menjadi fondasi statistik modern.
Revolusi industri membawa lompatan besar dengan hadirnya mesin penghitung dan penggunaan kartu berlubang (punch card) oleh Herman Hollerith di akhir abad ke-19. Sejak era komputer digital pada 1940-an, data berubah drastis—dari catatan manual menjadi data elektronik yang tersimpan dalam database, sensor, platform online, hingga sistem berskala masif.
Bedanya Data, Informasi, dan Pengetahuan
Istilah data sering disamakan dengan informasi, padahal keduanya berbeda. Dalam hierarki pemahaman:
-
Data adalah fakta mentah tanpa konteks.
-
Informasi merupakan data yang sudah diolah sehingga memiliki arti.
-
Pengetahuan adalah hasil interpretasi mendalam atas informasi, biasanya dipakai untuk mengambil keputusan.
Contohnya, daftar angka penjualan harian adalah data. Ketika diringkas menjadi grafik tren, itu menjadi informasi. Saat tren tersebut digunakan untuk menentukan strategi bisnis, di situlah pengetahuan berperan.
Jenis-Jenis Data yang Perlu Dipahami
Berdasarkan Struktur
Dalam praktik modern, data dibedakan menjadi data terstruktur, tidak terstruktur, dan semi-terstruktur. Data terstruktur biasanya tersimpan rapi dalam tabel atau sistem basis data seperti spreadsheet dan SQL. Sebaliknya, data tidak terstruktur mencakup teks bebas, gambar, audio, atau video. Di antara keduanya ada data semi-terstruktur seperti XML atau JSON yang punya pola, tetapi tidak kaku.
Berdasarkan Isi
Dilihat dari bentuknya, ada data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa angka—misalnya usia, tinggi badan, atau suhu tubuh—yang bisa dianalisis secara statistik. Data kualitatif lebih deskriptif, seperti opini, kualitas layanan, atau hasil wawancara, yang cenderung membutuhkan interpretasi.
Berdasarkan Cara dan Sumber Perolehan
Dari cara mendapatkannya, data terbagi menjadi data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan langsung melalui survei, wawancara, atau eksperimen. Data sekunder berasal dari sumber yang sudah ada, seperti laporan penelitian sebelumnya, sensus penduduk, atau statistik kesehatan.
Sementara itu, berdasarkan asalnya, ada data internal—yang berasal dari dalam organisasi, seperti data karyawan atau kepuasan pelanggan—dan data eksternal, misalnya data kependudukan nasional atau penjualan kompetitor.
Berdasarkan Waktu Pengumpulan
Ada pula data cross-sectional yang dikumpulkan pada satu periode tertentu untuk melihat kondisi saat itu, serta data berkala yang dikumpulkan terus-menerus untuk memantau perubahan dari waktu ke waktu, seperti data harga pangan.
Pengertian Data Menurut Para Ahli
Sejumlah pakar juga memberikan definisi yang memperkaya pemahaman tentang data:
-
Arikunto Suharsimi: “serangkaian fakta dan juga angka yang bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun suatu informasi.”
-
Nuzulla Agustina: “suatu informasi mengenai suatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa serangkaian angka, fakta, gambar, tabel grafik, kata, simbol, huruf, dan lainnya yang mengekspresikan suatu pemikiran, kondisi, ojek, dan situasi.”
-
Kuswandi dan E. Mutiara: “sekumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan yang dapat berupa simbol, angka, dan juga properti.”
-
Slamet Riyadi: “sekumpulan informasi yang didapatkan berdasarkan pengamatan yang mana data dapat berbentuk angka atau simbol.”
-
Kristanto: “suatu fakta mentang mengenai objek yang bisa mengurangi tingkat ketidakpastian tentang suatu keadaan dan peristiwa.”
Fungsi dan Manfaat Data dalam Kehidupan Modern
Dalam praktik sehari-hari, data memiliki peran strategis. Ia menjadi acuan kegiatan, dasar perencanaan, penopang pengambilan keputusan, hingga bahan evaluasi. Organisasi menggunakan data untuk mengukur kinerja, memprediksi tren, dan memperbaiki proses kerja.
Di dunia bisnis, data membantu memahami perilaku konsumen, mengoptimalkan rantai pasok, serta memperkirakan permintaan pasar. Dalam teknologi AI dan machine learning, data bahkan disebut sebagai “bahan bakar” utama—tanpa dataset yang besar dan berkualitas, model kecerdasan buatan sulit menghasilkan prediksi akurat.
Pada level kebijakan publik, lembaga statistik nasional seperti Badan Pusat Statistik (BPS) memanfaatkan data untuk menghitung indikator ekonomi, memantau perubahan sosial, dan merumuskan kebijakan berbasis bukti.
Tantangan Besar di Balik Ledakan Data
Meski nilainya sangat besar, pengelolaan data juga menghadirkan tantangan serius. Isu privasi dan keamanan menjadi sorotan ketika data pribadi dikumpulkan oleh platform digital, mendorong lahirnya regulasi seperti GDPR di Uni Eropa dan CCPA di California.
Kualitas data juga krusial. Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau bias dapat menghasilkan kesimpulan keliru. Selain itu, pertumbuhan volume data yang eksponensial—sering disebut data deluge—menuntut sistem penyimpanan dan pemrosesan yang semakin canggih.
Tren Masa Depan: Dari Big Data hingga Open Science
Di era digital, data kerap dijuluki “minyak baru” karena nilainya dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Teknik analisis lanjutan seperti big data analytics, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin makin banyak digunakan untuk menggali pola tersembunyi dari kumpulan data raksasa.
Di sisi lain, gerakan open data dan ilmu pengetahuan terbuka mendorong keterbukaan dataset penelitian agar hasil ilmiah bisa diverifikasi dan dimanfaatkan ulang oleh masyarakat luas.
Penutup: Mengapa Memahami Data Itu Penting?
Pada akhirnya, data adalah fondasi utama dari informasi dan pengetahuan. Tanpa data, tidak ada analisis yang kuat, prediksi yang andal, atau keputusan berbasis fakta. Ketika dikumpulkan secara tepat dan diolah dengan cermat, data mampu membuka pola tersembunyi, memicu inovasi, dan membantu berbagai sektor—dari bisnis hingga kebijakan publik—melangkah lebih strategis.
Kalau kamu tertarik mengikuti pembahasan teknologi, sains, dan tren digital terbaru, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan data?
Data adalah kumpulan fakta, angka, simbol, atau catatan hasil pengamatan yang masih bersifat mentah dan dapat diolah menjadi informasi yang bermakna.
2. Mengapa data penting dalam kehidupan modern?
Karena data menjadi dasar perencanaan, pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, pengembangan bisnis, hingga teknologi seperti kecerdasan buatan dan analitik digital.
3. Apa perbedaan data dan informasi?
Data merupakan bahan mentah, sedangkan informasi adalah data yang telah diproses dan diberi konteks sehingga mudah dipahami dan berguna.
4. Apa saja contoh data dalam kehidupan sehari-hari?
Contohnya suhu tubuh, jumlah pengunjung website, usia seseorang, hasil survei kepuasan pelanggan, atau catatan penjualan harian.
5. Apa saja jenis-jenis data?
Jenis data meliputi data kuantitatif dan kualitatif, data primer dan sekunder, data terstruktur dan tidak terstruktur, serta data yang dikumpulkan secara berkala atau dalam satu periode tertentu.
6. Apa yang dimaksud dengan data primer dan data sekunder?
Data primer dikumpulkan langsung dari sumber asli, seperti survei atau wawancara. Data sekunder berasal dari publikasi pihak lain, misalnya laporan statistik atau penelitian terdahulu.
7. Apa itu big data?
Big data adalah kumpulan data berukuran sangat besar dan kompleks yang membutuhkan teknologi khusus untuk menyimpan, memproses, dan menganalisisnya.
8. Mengapa kualitas data sangat penting?
Karena data yang tidak akurat, bias, atau tidak lengkap dapat menghasilkan kesimpulan keliru dan memengaruhi keputusan penting.
9. Bagaimana peran data dalam kecerdasan buatan?
Data digunakan untuk melatih model AI agar mampu mengenali pola, membuat prediksi, dan menghasilkan rekomendasi yang relevan.
10. Apa tantangan terbesar dalam pengelolaan data?
Beberapa tantangan utamanya meliputi keamanan dan privasi, validitas data, serta lonjakan volume data yang terus meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









