Akurat

Ayam Berkokok di Tengah Malam Pertanda Apa? Ini Fakta Ilmiah dan Mitosnya

Wahyu SK | 25 Januari 2026, 12:50 WIB
Ayam Berkokok di Tengah Malam Pertanda Apa? Ini Fakta Ilmiah dan Mitosnya

AKURAT.CO Ayam berkokok biasanya identik dengan datangnya pagi. Suara kokok ayam jantan kerap dijadikan penanda alami bahwa hari baru akan dimulai.

Namun, tidak sedikit orang yang dibuat heran ketika ayam berkokok di tengah malam, bahkan saat suasana masih gelap dan sunyi.

Kondisi ini sering memicu berbagai pertanyaan, mulai dari penyebab alaminya hingga kaitannya dengan mitos yang berkembang di masyarakat.

Fenomena ayam berkokok di tengah malam sebenarnya cukup umum terjadi, terutama di lingkungan pedesaan.

Meski sering dikaitkan dengan hal-hal mistis atau pertanda tertentu, perilaku ini memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan insting, lingkungan, serta jam biologis ayam itu sendiri.

Untuk memahami hal ini dengan lebih jelas, mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Jam Biologis Ayam Bisa Terganggu

Ayam jantan memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur kapan mereka beraktivitas, termasuk waktu berkokok.

Pada kondisi normal, ayam akan berkokok menjelang pagi sebagai respons terhadap perubahan cahaya alami.

Namun, jam biologis ini bisa terganggu oleh faktor tertentu, seperti paparan cahaya buatan di malam hari.

Lampu jalan, lampu rumah, atau cahaya kendaraan yang melintas dapat membuat ayam mengira hari sudah mulai terang.

Akibatnya, ayam akan berkokok meskipun waktu masih menunjukkan tengah malam.

Respons terhadap Suara dan Ancaman

Selain cahaya, ayam juga sangat peka terhadap suara dan gerakan di sekitarnya. Ketika mendengar suara mencurigakan, seperti langkah hewan lain, suara kendaraan atau gangguan di sekitar kandang, ayam jantan bisa berkokok sebagai bentuk respons alami.

Kokok ini berfungsi sebagai sinyal peringatan sekaligus bentuk perlindungan terhadap kelompoknya.

Dalam kondisi tertentu, ayam akan berkokok untuk menandai bahwa ada potensi bahaya di sekitar.

Bentuk Komunikasi dan Dominasi

Ayam berkokok tidak selalu berkaitan dengan waktu. Bagi ayam jantan, kokok juga merupakan cara untuk berkomunikasi dan menunjukkan dominasi.

Ayam jantan akan berkokok untuk menegaskan wilayah kekuasaannya atau merespons ayam jantan lain di sekitarnya.

Jika ada ayam jantan lain yang berkokok lebih dulu, ayam lain bisa ikut berkokok sebagai bentuk balasan. Hal ini bisa terjadi kapan saja, termasuk di malam hari.

Pengaruh Stres dan Kondisi Lingkungan

Stres juga dapat memicu ayam berkokok di waktu yang tidak biasa. Perubahan suhu, kondisi kandang yang tidak nyaman, gangguan hewan lain, atau perpindahan tempat dapat membuat ayam merasa tertekan.

Dalam kondisi ini, ayam bisa berkokok sebagai bentuk respons terhadap rasa tidak nyaman tersebut.

Selain itu, kondisi lapar atau haus juga bisa membuat ayam lebih aktif bersuara, terutama jika mereka merasa terganggu saat waktu istirahat.

Mitos Ayam Berkokok Tengah Malam

Di masyarakat, ayam berkokok di tengah malam sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan.

Ada yang menganggapnya sebagai pertanda akan datangnya sesuatu, baik maupun buruk. Ada pula yang menghubungkannya dengan hal-hal gaib atau kejadian tertentu yang akan terjadi.

Meski kepercayaan ini masih banyak dipercaya, secara ilmiah tidak ada bukti yang mendukung kaitan ayam berkokok dengan kejadian supranatural.

Mitos tersebut lebih merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ayam berkokok di tengah malam bukanlah hal yang aneh atau berbahaya. Perilaku ini umumnya dipicu oleh gangguan cahaya, suara, insting perlindungan, komunikasi di antar ayam, serta kondisi lingkungan dan stres.

Meski sering dikaitkan dengan mitos, secara ilmiah ayam berkokok di malam hari adalah respons alami terhadap rangsangan di sekitarnya.

Dengan memahami penyebabnya, kita tidak perlu lagi merasa khawatir atau mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Ayam berkokok di tengah malam hanyalah bagian dari perilaku alaminya sebagai makhluk hidup yang peka terhadap lingkungan.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK