Akurat

Kenapa Langit Berwarna Oranye Saat Senja? Ini Penjelasannya

Wahyu SK | 25 Januari 2026, 11:10 WIB
Kenapa Langit Berwarna Oranye Saat Senja? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Fenomena langit berwarna oranye saat senja sering membuat orang terpesona.

Meskipun terlihat dramatis, perubahan warna langit ini bisa dijelaskan secara ilmiah melalui proses atmosfer yang alami.

Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, sinar cahayanya harus menembus lapisan atmosfer yang lebih tebal dibandingkan pada siang hari.

Perubahan posisi sinar ini menyebabkan proses pemecahan warna cahaya matahari kompleks yang menghasilkan warna-warna hangat seperti merah, oranye, atau kuning yang mendominasi langit senja.

Penyebab Langit Berwarna Oranye

1. Hamburan Cahaya di Atmosfer (Rayleigh Scattering)

Salah satu penyebab fenomena warna langit saat senja adalah hamburan cahaya oleh molekul udara di atmosfer.

Cahaya matahari terdiri dari berbagai panjang gelombang warna. Saat matahari rendah di langit, cahayanya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal menyebabkan gelombang cahaya pendek seperti biru dan ungu tersebar lebih jauh dan tidak sampai ke mata manusia.

Setelah itu, yang tersisa adalah gelombang yang lebih panjang seperti merah, oranye, dan kuning, yang terlihat oleh pengamat di permukaan Bumi.

2. Peran Partikel Besar di Atmosfer (Mie Scattering)

Selain disebabkan oleh molekul udara, perubahan warna langit juga disebabkan oleh partikel yang lebih besar seperti debu, uap air, dan polutan.

Partikel-partikel tersebut memicu hamburan jenis lain yang dikenal sebagai Mie Scattering sehingga memperkuat warna oranye atau merah yang terlihat, terutama jika udara mengandung banyak partikel setelah hujan atau kondisi cuaca tertentu.

Faktor yang Memperkuat Warna Oranye di Langit Senja

1. Kelembapan dan Awan Tinggi

Keberadaan awan tipis dan tinggi seperti awan cirrus dapat memantulkan dan menyebarkan cahaya dengan cara yang memperkaya warna oranye di langit senja membuatnya tampak lebih pekat.

2. Kondisi Pascahujan dan Polusi Udara

Setelah hujan, air hujan membantu meluruhkan polutan dan partikel debu kecil dari atmosfer.

Hal ini membuat hamburan cahaya menjadi lebih jelas dan intens sehingga warna oranye pada senja bisa lebih tajam dibandingkan hari biasa.

3. Posisi Matahari di Horizon

Saat matahari semakin dekat ke horizon, jalur cahaya yang ditempuh melalui atmosfer semakin panjang, yang membuat efek hamburan warna semakin kuat sehingga didominasi oleh warna oranye dan merah.

Fenomena langit oranye saat senja biasanya sebagai bagian dari siklus harian yang normal dan bukan pertanda bahaya.

Perubahan warna tersebut adalah hasil interaksi cahaya dengan atmosfer, bukan cermin adanya bencana atau tanda-tanda mistis.

Langit yang terlihat oranye saat senja bukan sekadar sebuah pemandangan indah, tetapi juga hasil dari proses fisika atmosfer yang kompleks.

Ketika matahari berada dekat dengan horizon, cahaya yang kita lihat berasal dari panjang gelombang yang lebih panjang karena hamburan cahaya biru oleh atmosfer, menghasilkan gradasi warna hangat yang mempesona.

Faktor lain seperti kelembapan udara, partikel di atmosfer, dan kondisi pasca hujan bisa memperkuat efek ini.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK