Akurat

Cara Menulis Abstrak Penelitian Ilmiah yang Efektif dan Profesional

Ratu Tiara | 8 Januari 2026, 17:48 WIB
Cara Menulis Abstrak Penelitian Ilmiah yang Efektif dan Profesional

AKURAT.CO Abstrak adalah pintu gerbang dari sebuah karya ilmiah. Sebagai bagian yang pertama kali dibaca oleh dosen, penguji, maupun peneliti lain, abstrak menentukan apakah keseluruhan penelitian Anda layak untuk dibaca lebih lanjut atau tidak.

Namun, memadatkan puluhan halaman skripsi atau jurnal ke dalam satu paragraf pendek bukanlah hal yang mudah. Mengetahui cara menulis abstrak penelitian ilmiah yang efektif sangat krusial agar inti sari riset Anda tersampaikan dengan jelas, padat, dan memenuhi standar akademis.

 Baca Juga: Mengenal Abstrak Karya Ilmiah: Fungsi, Kesalahan Umum, dan Contohnya

Apa Itu Abstrak Penelitian?

Abstrak adalah ringkasan singkat dari laporan penelitian, karya tulis ilmiah, atau skripsi. Biasanya terdiri dari 150 hingga 250 kata, abstrak harus mampu berdiri sendiri (self-contained) tanpa mengharuskan pembaca melihat isi keseluruhan dokumen terlebih dahulu.

Struktur IMRAD dalam Menulis Abstrak

Abstrak yang efektif umumnya mengikuti pola IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Berikut komponen yang wajib ada:

  • Latar Belakang & Tujuan (Introduction): Mengapa penelitian ini penting dan apa masalah yang ingin dijawab?
  • Metode (Methods): Bagaimana cara Anda melakukan penelitian? (Kualitatif/Kuantitatif, sampel, dan alat analisis).
  • Hasil (Results): Apa temuan utama dari penelitian Anda? (Gunakan data atau temuan kunci).
  • Kesimpulan (Discussion): Apa arti dari temuan tersebut dan saran apa yang diberikan?

 Baca Juga: Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Manusia Bisa Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan

Langkah-Langkah Cara Menulis Abstrak Penelitian Ilmiah yang Efektif

Agar abstrak Anda terlihat profesional, ikuti langkah berikut:

1. Tulis Abstrak di Bagian Paling Akhir

Jangan pernah menulis abstrak sebelum penelitian selesai. Abstrak adalah rangkuman, jadi Anda harus menyelesaikan seluruh bab laporan terlebih dahulu agar bisa mengambil poin-poin terpentingnya.

2. Fokus pada Temuan, Bukan Proses

Banyak peneliti pemula terlalu banyak menjelaskan latar belakang. Padahal, inti dari abstrak adalah hasil penelitian. Pastikan hasil riset mendapatkan porsi kalimat yang cukup.

3. Gunakan Kata Kunci (Keywords) yang Tepat

Di bawah paragraf abstrak, cantumkan 3 hingga 5 kata kunci. Kata kunci ini berfungsi untuk mempermudah sistem pengindeksan digital menemukan karya ilmiah Anda di internet.

Nasywa Mutiara Pratista (Magang)

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R