Akurat

Pentingnya Latar Belakang Masalah dalam Skripsi dan Cara Menyusunnya

Eko Krisyanto | 31 Desember 2025, 20:43 WIB
Pentingnya Latar Belakang Masalah dalam Skripsi dan Cara Menyusunnya

AKURAT.CO Dalam proses penyusunan skripsi, setiap bagian memiliki peran penting dalam membangun keseluruhan argumen penelitian. Salah satu bagian paling fundamental adalah latar belakang masalah.

Bagian ini bukan sekadar pembuka tulisan, melainkan fondasi yang menjelaskan alasan penelitian dilakukan serta relevansinya dengan kondisi nyata yang sedang terjadi.

Latar belakang berfungsi sebagai penghubung antara teori, fenomena, dan fakta di lapangan. Melalui bagian ini, pembaca dapat memahami konteks permasalahan yang akan dikaji sekaligus urgensi penelitian tersebut.

Dikutip dari Elsevier Scientific Publishing, latar belakang penelitian merupakan bagian yang menguraikan konteks ilmiah dari topik yang diangkat serta menjelaskan pentingnya penelitian dilakukan.

Bagian ini memiliki fungsi ganda, yakni sebagai penjelas masalah sekaligus jembatan antara teori dan fenomena aktual.

Secara umum, latar belakang menjawab pertanyaan mendasar seperti apa isu utama yang terjadi, siapa pihak yang terlibat, di mana dan kapan peristiwa berlangsung, serta mengapa dan bagaimana penelitian tersebut penting dilakukan.

Dengan memahami unsur-unsur ini, penulis dapat menyusun latar belakang yang runtut, logis, dan mudah dipahami.

Baca Juga: Mengenal Analisis Whale Alert untuk Memprediksi Pergerakan Harga Kripto

Cara Menulis Latar Belakang Masalah Skripsi

  1. Mulai dari fenomena umum

    Awali dengan memaparkan fenomena luas yang relevan dengan topik penelitian. Sertakan data, fakta, atau peristiwa aktual yang menunjukkan adanya permasalahan atau tren tertentu.

  2. Fokus pada masalah spesifik

    Setelah gambaran umum, persempit pembahasan pada masalah utama yang akan diteliti agar terlihat jelas celah penelitian yang ada.

  3. Sertakan data dan fakta pendukung

    Gunakan sumber tepercaya seperti jurnal ilmiah, laporan resmi, atau hasil penelitian sebelumnya untuk memperkuat argumen.

  4. Hubungkan dengan teori terkait

    Kaitkan fenomena yang dibahas dengan teori atau konsep ilmiah yang relevan sebagai landasan penelitian.

  5. Tunjukkan celah penelitian (research gap)

    Jelaskan aspek yang belum diteliti atau masih diperdebatkan dalam penelitian terdahulu sehingga terlihat kontribusi baru dari penelitian yang dilakukan.

  6. Jelaskan urgensi penelitian

    Paparkan alasan pentingnya penelitian dari sisi akademik maupun praktis sebagai pengantar menuju tujuan penelitian.

  7. Akhiri dengan pengantar rumusan masalah

    Tutup latar belakang dengan simpulan yang mengarah secara logis pada rumusan masalah di bab selanjutnya.

Menulis latar belakang masalah skripsi membutuhkan ketelitian dan alur berpikir yang sistematis.

Dengan memahami pengertian, fungsi, serta langkah penyusunannya, mahasiswa dapat menyusun bab pendahuluan yang kuat dan meyakinkan.

Latar belakang yang baik tidak hanya memperjelas arah penelitian, tetapi juga mencerminkan kemampuan analisis penulis terhadap isu ilmiah yang dikaji.

Baca Juga: Tak Kalah dari Indonesia, Ini Daftar Negara dengan Biaya Hidup Murah di Luar Negeri

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.