Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 130, Teks Smong Kurikulum Merdeka

AKURAT.CO Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 130 Kurikulum Merdeka membahas teks laporan "Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana", yang merupakan bagian dari Kegiatan 1 Bab 5 Menuju Laut.
Materi ini ditujukan untuk siswa SMP atau MTs sebagai panduan belajar mandiri di rumah.
Siswa diminta membaca teks "Smong" terlebih dahulu pada halaman 127-130 sebelum menjawab lima soal esai yang diberikan.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 130 Kurikulum Merdeka
1. Tujuan Muhammad Riswan Menciptakan Lagu Smong
Muhammad Riswan menciptakan lagu "Smong" dengan tujuan agar masyarakat waspada terhadap tsunami yang dapat datang sewaktu-waktu.
Selain itu, lagu ini juga bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang benar dalam menghadapi tsunami.
2. Cara Masyarakat Simeulue Menjadikan Smong Bagian dari Kehidupan Sehari-hari
Masyarakat Simeulue mengintegrasikan Smong ke dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan menceritakannya kepada anak-anak sebelum tidur, menjadikannya lagu pengiring saat memetik cengkih, dan membahasnya dalam berbagai pertemuan keluarga.
Cara-cara ini memastikan bahwa kearifan lokal Smong terus diwariskan dari generasi ke generasi.
3. Daya Tarik Smong sebagai Mitigasi Bencana
Masyarakat dunia tertarik pada Smong sebagai salah satu cara mitigasi bencana karena melalui kearifan lokal ini, pengetahuan masyarakat tentang bencana meningkat, sehingga jumlah korban jiwa saat tsunami dapat diminimalisir.
Meskipun mungkin negara lain memiliki kearifan lokal sejenis, mereka belum tentu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti masyarakat Simeulue.
4. Pengertian Nafi dan Nanga
Berdasarkan bacaan, Nafi adalah sejenis adat tutur yang berupa cerita atau nasihat kehidupan. Sementara itu, Nanga-nanga adalah jenis kesenian tradisi yang berasal dari masyarakat Simeulue.
5. Relevansi Kearifan Lokal Smong di Masa Kini
Menurut pandangan, kearifan lokal semacam Smong masih sangat penting untuk diajarkan di masa kini.
Alasannya adalah karena kearifan lokal tersebut mengandung nasihat kebaikan dan ajaran leluhur yang akan sangat bermanfaat jika disampaikan kepada generasi muda.
Kunci jawaban ini bersifat terbuka dan dapat dieksplorasi lebih lanjut oleh siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








