Mengenal Sudut Pandang Orang Pertama dan Orang Ketiga dalam Cerpen, Apa Bedanya?

AKURAT.CO Sudut pandang merupakan salah satu unsur penting dalam cerita pendek (cerpen) yang menentukan cara cerita disampaikan kepada pembaca.
Melalui sudut pandang, penulis mengarahkan pembaca untuk memahami peristiwa, tokoh, serta konflik dari posisi tertentu.
Pemilihan sudut pandang yang tepat akan memengaruhi kedalaman emosi, alur cerita, hingga keterlibatan pembaca dalam kisah yang dibangun.
Dalam cerpen, sudut pandang tidak hanya berfungsi sebagai teknik penceritaan, tetapi juga sebagai alat untuk menegaskan pesan dan suasana cerita.
Dua sudut pandang yang paling sering digunakan adalah sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
Keduanya memiliki karakteristik, kelebihan, serta fungsi yang berbeda dalam menyampaikan cerita.
Pengertian Sudut Pandang dalam Cerpen
Sudut pandang adalah posisi atau cara pandang pengarang dalam menyampaikan cerita melalui narator. Narator inilah yang menjadi perantara antara peristiwa dalam cerita dan pembaca.
Melalui sudut pandang, penulis menentukan seberapa banyak informasi yang diterima pembaca dan dari sisi siapa cerita tersebut dikisahkan.
Dalam cerpen, sudut pandang harus digunakan secara konsisten agar alur cerita tetap jelas dan tidak membingungkan. Kesalahan dalam penggunaan sudut pandang dapat membuat pembaca kehilangan fokus dan sulit memahami jalan cerita.
Sudut Pandang Orang Pertama
Sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang menggunakan kata ganti seperti “aku”, “saya”, atau “kami”.
Dalam sudut pandang ini, narator merupakan bagian dari cerita dan terlibat langsung dalam peristiwa yang diceritakan. Cerita disampaikan berdasarkan pengalaman, perasaan, dan pikiran tokoh tersebut.
Penggunaan sudut pandang orang pertama membuat cerita terasa lebih personal dan intim. Pembaca seolah-olah diajak masuk ke dalam batin tokoh dan merasakan langsung apa yang dialaminya.
Namun, sudut pandang ini memiliki keterbatasan karena pembaca hanya mengetahui peristiwa dari sudut pandang tokoh tersebut dan tidak dapat melihat secara luas apa yang dialami tokoh lain.
Jenis-jenis Sudut Pandang Orang Pertama
Sudut pandang orang pertama terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama, di mana narator menjadi tokoh utama yang mengalami langsung seluruh peristiwa dalam cerita.
Narator menceritakan kejadian berdasarkan pengalaman, pikiran, dan perasaannya sendiri sehingga cerita terasa lebih personal.
Kedua, sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan/saksi, yaitu narator tidak berperan sebagai tokoh utama, melainkan hanya menyampaikan peristiwa yang dialami tokoh lain berdasarkan apa yang ia lihat dan rasakan.
Ketiga, sudut pandang orang pertama jamak, di mana narator menggunakan kata ganti “kami” untuk menceritakan pengalaman yang dialami bersama oleh sekelompok tokoh.
Sudut Pandang Orang Ketiga
Sudut pandang orang ketiga menggunakan kata ganti seperti “dia”, “ia”, “mereka”, atau menyebutkan nama tokoh secara langsung.
Dalam sudut pandang ini, narator berada di luar cerita dan tidak terlibat sebagai tokoh. Narator berperan sebagai pengamat yang menceritakan peristiwa yang dialami oleh para tokoh.
Sudut pandang orang ketiga memberikan keleluasaan bagi penulis untuk mengembangkan cerita dengan lebih luas. Penulis dapat menggambarkan berbagai tokoh, latar, dan konflik secara lebih objektif.
Sudut pandang ini juga memungkinkan pembaca untuk memahami cerita dari berbagai sisi, sehingga cocok digunakan dalam cerpen yang memiliki lebih dari satu tokoh penting.
Jenis-jenis Sudut Pandang Orang Ketiga
Sudut pandang orang ketiga terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, sudut pandang orang ketiga serba tahu, di mana narator mengetahui seluruh peristiwa, pikiran, dan perasaan semua tokoh dalam cerita.
Kedua, sudut pandang orang ketiga terbatas, yaitu narator hanya mengetahui pikiran dan perasaan satu tokoh tertentu.
Ketiga, sudut pandang orang ketiga pengamat, di mana narator hanya menceritakan apa yang terlihat dan terdengar tanpa mengetahui isi batin tokoh.
Masing-masing jenis sudut pandang orang ketiga memiliki fungsi yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan cerita yang ingin disampaikan.
Perbedaan Sudut Pandang Orang Pertama dan Orang Ketiga
Perbedaan utama antara sudut pandang orang pertama dan orang ketiga terletak pada posisi narator.
Sudut pandang orang pertama menempatkan narator sebagai tokoh dalam cerita, sedangkan sudut pandang orang ketiga menempatkan narator di luar cerita.
Dari segi penyampaian, orang pertama terasa lebih subjektif dan emosional, sementara orang ketiga cenderung lebih objektif dan luas.
Selain itu, sudut pandang orang pertama memiliki keterbatasan informasi karena hanya berfokus pada satu tokoh, sedangkan sudut pandang orang ketiga memungkinkan penulis mengungkapkan berbagai sudut cerita sekaligus.
Sudut pandang orang pertama dan orang ketiga memiliki peran penting dalam membangun cerpen yang menarik dan mudah dipahami.
Sudut pandang orang pertama cocok digunakan untuk cerita yang menekankan emosi dan pengalaman pribadi tokoh, sedangkan sudut pandang orang ketiga lebih sesuai untuk cerita dengan konflik dan tokoh yang lebih kompleks.
Dengan memahami perbedaan dan karakteristik masing-masing sudut pandang, penulis dapat menentukan teknik penceritaan yang paling tepat sehingga cerpen yang dihasilkan menjadi lebih kuat, runtut, dan berkesan bagi pembaca.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









