Akurat

Sejarah Konflik Irak: Jejak Perang dan Dampaknya bagi Stabilitas Dunia Arab

Eko Krisyanto | 27 Desember 2025, 19:22 WIB
Sejarah Konflik Irak: Jejak Perang dan Dampaknya bagi Stabilitas Dunia Arab

AKURAT.CO Irak, sebuah negara yang sering disebut sebagai "Buaian Peradaban," telah menjadi pusat perhatian dunia selama lebih dari empat dekade akibat rangkaian konflik yang tak kunjung usai.

Konflik di Irak bukan hanya masalah internal satu negara, melainkan peristiwa yang mengubah keseimbangan kekuasaan di seluruh kawasan Timur Tengah dan dunia Arab.

 Baca Juga: Indonesia–Irak Perkuat Kerja Sama Migas, Pertamina Siap Dilibatkan

Kronologi Konflik Utama di Irak

Sejarah konflik Irak modern dapat dibagi menjadi tiga fase besar yang masing-masing membawa konsekuensi berat:

1. Perang Iran-Irak (1980–1988)

Dipicu oleh perselisihan perbatasan dan kekhawatiran Saddam Hussein terhadap Revolusi Islam Iran, perang ini berlangsung selama delapan tahun.

Ini adalah salah satu perang konvensional terlama di abad ke-20 yang mengakibatkan jutaan korban jiwa dan kerugian ekonomi besar bagi kedua negara.

2. Perang Teluk (1990–1991)

Berawal dari invasi Irak ke Kuwait, koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat meluncurkan Operation Desert Storm.

Irak berhasil dipukul mundur, namun sanksi ekonomi berat kemudian dijatuhkan oleh PBB, yang membuat rakyat Irak menderita selama lebih dari satu dekade.

3. Invasi Amerika Serikat (2003)

Dengan alasan adanya senjata pemusnah massal (yang kemudian tidak terbukti) dan hubungan dengan al-Qaeda, AS menginvasi Irak dan menggulingkan rezim Saddam Hussein.

Peristiwa ini menjadi titik balik paling drastis yang membuka kotak pandora ketidakstabilan di kawasan tersebut.

 Baca Juga: Sikap Patrick Kluivert Ogah Sapa Suporter Usai Laga Lawan Irak Masuk Pertimbangan Evaluasi PSSI

Dampak Besar bagi Dunia Arab

Runtuhnya pemerintahan pusat di Baghdad pada tahun 2003 memicu efek domino yang dirasakan oleh seluruh negara tetangga di Arab:

1. Bangkitnya Ketegangan Sektarian

Kejatuhan Saddam Hussein (yang berasal dari kalangan minoritas Sunni) mengubah peta politik Irak menjadi dominasi kelompok Syiah. Hal ini memicu gesekan sektarian antara Sunni dan Syiah yang merembet ke negara-negara tetangga seperti Suriah, Lebanon, dan Yaman.

2. Munculnya Kelompok Ekstrim (ISIS)

Kekosongan kekuasaan (power vacuum) dan pembubaran militer Irak pasca-2003 menciptakan ruang bagi munculnya kelompok radikal.

Kelompok yang kemudian dikenal sebagai ISIS memanfaatkan kekacauan ini untuk menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah, mengancam keamanan global.

3. Pergeseran Kekuatan Regional

Runtuhnya Irak sebagai "benteng" di sisi timur dunia Arab membuat pengaruh Iran semakin kuat di kawasan tersebut (sering disebut sebagai Shiite Crescent). Hal ini memicu persaingan geopolitik yang tajam antara Iran dan Arab Saudi yang masih berlangsung hingga hari ini.

4. Krisis Kemanusiaan dan Pengungsi

Konflik berkepanjangan menyebabkan jutaan warga Irak mengungsi ke negara-negara tetangga seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon. Hal ini memberikan beban ekonomi dan sosial yang besar bagi negara-negara penerima di dunia Arab.

Sejarah konflik Irak adalah pengingat betapa intervensi eksternal dan perpecahan internal dapat mengubah sebuah bangsa yang makmur menjadi zona konflik selama puluhan tahun.

Dampaknya bagi dunia Arab sangatlah mendalam, mengubah peta aliansi, memicu krisis kemanusiaan, dan menciptakan tantangan keamanan baru yang masih dihadapi dunia hingga saat ini.

Nasywa Mutiara Pratista (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R