Sejarah Singkat Lahirnya PBB: Latar Belakang, Tujuan, dan Perannya bagi Dunia

AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB merupakan organisasi internasional yang memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
Keberadaan PBB tidak terlepas dari situasi global yang penuh konflik pada paruh pertama abad ke-20, khususnya setelah terjadinya Perang Dunia II yang menimbulkan kerugian besar bagi umat manusia, baik dari segi korban jiwa, ekonomi, maupun stabilitas politik internasional.
Pengalaman pahit akibat perang besar tersebut mendorong negara-negara di dunia untuk membentuk sebuah wadah kerja sama internasional yang lebih kuat dan efektif.
Tujuannya adalah mencegah terulangnya konflik global serta membangun tatanan dunia yang lebih damai, adil, dan sejahtera melalui dialog dan kerja sama antarnegara.
Latar Belakang Berdirinya PBB
Sebelum PBB terbentuk, dunia telah mengenal organisasi internasional bernama Liga Bangsa-Bangsa (LBB).
Namun, organisasi tersebut dinilai gagal menjalankan fungsinya dalam mencegah terjadinya Perang Dunia II.
Kegagalan inilah yang menjadi pelajaran penting bagi negara-negara di dunia untuk membentuk organisasi baru dengan sistem yang lebih kuat dan wewenang yang lebih jelas.
Setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945, muncul kesadaran bersama bahwa perdamaian dunia harus dijaga secara kolektif.
Negara-negara pemenang perang dan sekutunya sepakat untuk merancang sebuah organisasi internasional yang mampu menjadi forum penyelesaian konflik, menjaga keamanan global, serta mendorong kerja sama internasional di berbagai bidang.
Proses Terbentuknya PBB
Gagasan pembentukan PBB mulai menguat sejak berlangsungnya pertemuan antara para pemimpin negara Sekutu selama masa perang.
Berbagai konferensi internasional digelar untuk merumuskan dasar, tujuan, dan struktur organisasi yang kelak dikenal sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Puncaknya terjadi pada Konferensi Internasional di San Francisco pada tahun 1945, yang dihadiri oleh puluhan negara.
Dalam konferensi tersebut, dirumuskan Piagam PBB yang menjadi landasan hukum dan pedoman utama organisasi ini.
Setelah piagam tersebut disepakati dan diratifikasi oleh negara-negara pendiri, Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi berdiri pada 24 Oktober 1945, tanggal yang kemudian diperingati sebagai Hari PBB.
Tujuan Pembentukan PBB
PBB dibentuk dengan sejumlah tujuan utama yang menjadi dasar setiap kegiatannya.
Tujuan tersebut antara lain menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mencegah terjadinya konflik bersenjata, serta menyelesaikan perselisihan antarnegara melalui cara-cara damai.
Selain itu, PBB juga bertujuan untuk mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa, meningkatkan kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan, serta mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia tanpa membedakan ras, agama, maupun kebangsaan.
Struktur dan Peran PBB dalam Dunia Internasional
Dalam menjalankan tugasnya, PBB memiliki beberapa organ utama yang saling melengkapi, seperti Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Mahkamah Internasional, dan Sekretariat.
Masing-masing badan memiliki fungsi khusus untuk memastikan tujuan PBB dapat tercapai secara efektif.
Melalui struktur tersebut, PBB berperan aktif dalam berbagai misi perdamaian, penanganan konflik, bantuan kemanusiaan, serta upaya pembangunan global.
Hingga kini, PBB menjadi wadah penting bagi hampir seluruh negara di dunia untuk berdialog dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan global.
Sejarah lahirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat dipisahkan dari keinginan dunia untuk keluar dari bayang-bayang perang dan konflik berkepanjangan.
PBB hadir sebagai simbol harapan akan perdamaian, kerja sama, dan solidaritas internasional demi masa depan dunia yang lebih baik.
Dengan memahami sejarah dan tujuan berdirinya PBB, kita dapat menyadari pentingnya peran organisasi internasional dalam menjaga stabilitas global serta mendorong terciptanya hubungan antarnegara yang harmonis dan berkelanjutan.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









