Akurat

Bagaimana Peran Indonesia dalam Lembaga Internasional? Ini Penjelasan Lengkapnya

Naufal Lanten | 25 November 2025, 00:04 WIB
Bagaimana Peran Indonesia dalam Lembaga Internasional? Ini Penjelasan Lengkapnya

 

AKURAT.CO Bagaimana peran Indonesia dalam lembaga internasional? Peran Indonesia di berbagai lembaga internasional terus berkembang seiring meningkatnya kapasitas ekonomi, politik, dan diplomasi negara. Dari warisan sejarah Konferensi Asia–Afrika hingga keberhasilan menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali, Indonesia menunjukkan peran yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga substantif.

Indonesia aktif dalam diplomasi perdamaian, isu lingkungan global, forum ekonomi dunia, hingga menjadi salah satu suara penting negara-negara berkembang. Seluruh keterlibatan ini memperlihatkan arah kebijakan luar negeri yang berfokus pada kedaulatan, sentralitas regional, dan kemitraan strategis lintas negara.

Untuk memahami bagaimana peran Indonesia berkembang di forum internasional, penting melihat sejarah, dinamika diplomasi, dampaknya secara global, serta tantangan yang mengiringinya.


Warisan Historis yang Membentuk Peran Global Indonesia

Jauh sebelum Indonesia aktif di banyak forum multilateral, fondasi diplomasi internasionalnya telah dibangun sejak berlangsungnya Konferensi Asia–Afrika di Bandung pada 1955. Forum bersejarah ini mempertemukan negara-negara yang baru merdeka untuk menyuarakan kemandirian politik, anti-kolonialisme, serta kerja sama antar-negara berkembang. Dari konferensi inilah lahir cikal-bakal Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement).

Posisi Indonesia sebagai tuan rumah dan salah satu arsitek utama konferensi membuat negara ini dikenal sebagai bridge-builder antara negara-negara Asia dan Afrika, sekaligus salah satu suara penting dalam dinamika politik dunia pasca-Perang Dunia II. Jejak inilah yang kemudian menjadi dasar peran Indonesia dalam isu Global South hingga hari ini.


Keterlibatan Indonesia di PBB: Dari Pasukan Perdamaian hingga Dewan Keamanan

PBB menjadi salah satu panggung utama diplomasi Indonesia. Keterlibatan Indonesia tidak hanya dalam sidang-sidang umum, tetapi juga pada operasi perdamaian dan posisi strategis lainnya.

Kontribusi pada Pasukan Perdamaian PBB

Indonesia termasuk salah satu penyumbang besar personel untuk misi United Nations Peacekeeping Operations. Data PBB per Agustus 2024 mencatat bahwa Indonesia menempatkan sekitar 2.700 personel yang terdiri dari militer, polisi, tenaga medis, dan staf pendukung lainnya. Kontribusi signifikan ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap stabilitas dan keamanan internasional.

Menjabat sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan

Indonesia beberapa kali terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk periode 2019–2020. Selama menjalankan mandatnya, fokus diplomasi Indonesia berkisar pada pencegahan konflik, solusi damai, isu kemanusiaan, dan perlindungan kelompok rentan.

Peran di Badan-Badan Lain PBB

Indonesia juga terlibat di Dewan Hak Asasi Manusia, ECOSOC, serta berbagai komisi PBB lainnya. Keterlibatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif membangun norma global dan mendorong kerja sama internasional.


ASEAN: Arena Utama Pengaruh Regional Indonesia

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dikenal sebagai salah satu pemimpin informal ASEAN. Peran ini semakin jelas ketika Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023 dengan mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.”

Selama memimpin ASEAN pada periode tersebut, Indonesia berupaya memperkuat integrasi ekonomi, pemulihan pasca-pandemi, dan sentralitas ASEAN dalam geopolitik Indo-Pasifik. Dengan populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia sering menjadi penggerak dialog, mediator isu sensitif, hingga penyusun arah kebijakan jangka panjang ASEAN.


Diplomasi Ekonomi Global: G20, IMF, Bank Dunia, APEC, hingga AIIB

Indonesia semakin diperhitungkan dalam forum ekonomi global, terutama setelah sukses menjadi tuan rumah Presidensi G20 di Bali pada 2022. Pertemuan puncak tersebut menghasilkan G20 Bali Leaders’ Declaration yang membahas isu energi, pangan, kesehatan global, hingga dampak invasi Rusia–Ukraina. Keberhasilan ini meningkatkan reputasi Indonesia sebagai “convenor” atau penghubung berbagai kepentingan global.

Selain itu, Indonesia turut aktif dalam program IMF, Bank Dunia, APEC, serta menjadi kontributor dan anggota AIIB. Forum-forum ini membuka akses pembiayaan internasional, memperkuat stabilitas ekonomi, dan memberikan ruang bagi Indonesia untuk memperjuangkan reformasi tata kelola ekonomi global.


Diplomasi Iklim Indonesia dan Tantangan Implementasinya

Indonesia telah mengajukan Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai komitmen iklim nasional dalam kerangka Perjanjian Paris. Dokumen resmi yang disampaikan ke UNFCCC tersebut memuat target pengurangan emisi, restorasi gambut seluas dua juta hektare, dan rehabilitasi lahan terdegradasi hingga 12 juta hektare pada tahun 2030.

Namun, peran ini tidak lepas dari kritik. Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara untuk kebutuhan energi nasional. Ekspansi sawit, pertambangan, serta deforestasi menjadi sorotan media internasional. Ketegangan antara kepentingan pembangunan dan komitmen iklim global sering menjadi tantangan utama kebijakan lingkungan Indonesia.


Soft Power dan Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Indonesia kerap menunjukkan solidaritas internasional melalui bantuan kemanusiaan, terutama dalam krisis global seperti konflik Gaza. Status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar juga kerap membuatnya terlibat dalam isu-isu dunia Islam.

Pada 2025, misalnya, terdapat inisiatif diplomatik Indonesia terkait dukungan terhadap proses stabilisasi Gaza yang diberitakan oleh media internasional. Tindakan-tindakan seperti ini memperlihatkan bagaimana Indonesia memanfaatkan kekuatan moral dan kemanusiaan sebagai bagian dari diplomasi soft power-nya.


Kritik dan Kontroversi dalam Diplomasi Indonesia

Meski aktif dalam banyak forum, Indonesia tidak lepas dari sorotan dan kritik internasional.

Isu HAM, terutama di Papua

Beberapa lembaga seperti OHCHR, Human Rights Watch, dan Amnesty International kerap menyoroti dugaan pelanggaran HAM di Papua. Kritik biasanya menyangkut penggunaan kekuatan aparat, pembatasan kebebasan berekspresi, serta tuntutan penyelidikan independen.

Lingkungan vs pembangunan

Kebijakan energi berbasis batu bara, ekspansi sawit, serta proyek pertambangan disebut berseberangan dengan komitmen iklim Indonesia. Pemerintah berargumen bahwa pembangunan ekonomi, ketersediaan energi, dan lapangan kerja tetap menjadi prioritas nasional.

Sikap netral dalam politik global

Selama menjadi tuan rumah G20, Indonesia sempat dikritik karena dianggap terlalu berhati-hati dalam mengambil posisi terhadap konflik Rusia–Ukraina. Namun, langkah ini juga dipandang sebagai strategi menjaga keseimbangan dan fungsi Indonesia sebagai jembatan negara-negara berkembang.


Mengapa Indonesia Aktif di Banyak Lembaga Internasional?

Ada beberapa faktor yang mendorong posisi aktif Indonesia di panggung global, antara lain:

  • besarnya populasi dan ekonomi nasional

  • posisi geostrategis di jalur Indo-Pasifik

  • identitas sebagai negara berkembang dan negara berpenduduk Muslim terbesar

  • pengalaman historis sebagai pelopor Konferensi Asia–Afrika

Semua faktor ini memperkuat legitimasi Indonesia untuk berbicara atas nama negara-negara berkembang dan mendorong kepentingan Global South.


Dampak Global dari Keterlibatan Indonesia

Keterlibatan aktif Indonesia membuat negara ini semakin dihormati sebagai aktor internasional yang kredibel. Manfaat lainnya meliputi:

  • meningkatnya peluang investasi dan kerja sama ekonomi

  • memperluas jaringan diplomasi pertahanan dan keamanan

  • memperkuat posisi Indonesia sebagai mediator konflik

  • memengaruhi agenda global di bidang energi, pembangunan, dan iklim

Namun, meningkatnya ekspektasi internasional juga membuat Indonesia harus memastikan konsistensi antara kebijakan domestik dan komitmen globalnya.


Arah dan Tantangan ke Depan

Ke depan, Indonesia diperkirakan akan semakin memosisikan dirinya sebagai suara negara berkembang di forum global. Isu energi terbarukan, pendanaan iklim, dan reformasi tata kelola internasional akan menjadi agenda penting diplomasi Indonesia.

Namun, keberhasilan jangka panjang Indonesia akan sangat ditentukan oleh:

  • konsistensi implementasi NDC

  • perbaikan tata kelola lingkungan

  • penguatan kapasitas birokrasi dan institusi

  • kemampuan menjaga stabilitas nasional sambil memenuhi tuntutan global


Kesimpulan

Peran Indonesia dalam lembaga internasional bersifat multifaset dan terus berkembang. Dari sejarah Konferensi Bandung, kiprah di PBB, kepemimpinan di ASEAN, hingga menjadi penyelenggara G20, Indonesia menunjukkan kapasitas diplomasi yang semakin matang. Meski dihadapkan pada kritik soal HAM dan lingkungan, Indonesia tetap berupaya menjaga posisi sebagai negara yang mampu menjembatani kepentingan global dan kepentingan nasional.

Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru tentang peran Indonesia di kancah internasional, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Lembaga Internasional Akui Indonesia Mampu Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut

Baca Juga: Di KTT ASEAN, Trump Kembali Puji Prabowo atas Peran Indonesia Usahakan Perdamaian Timur Tengah

FAQ Seputar Peran Indonesia dalam Lembaga Internasional

1. Mengapa Indonesia aktif dalam berbagai lembaga internasional?

Indonesia aktif di banyak forum global karena ingin menjaga kedaulatan, memperkuat posisinya di kawasan, serta berperan sebagai jembatan antara negara maju dan negara berkembang. Faktor sejarah, ukuran ekonomi, geopolitik, serta identitas sebagai negara besar di Asia Tenggara membuat Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk terlibat secara aktif.

2. Apa peran Indonesia di PBB?

Indonesia berkontribusi dalam operasi penjaga perdamaian PBB, pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, serta terlibat dalam berbagai badan seperti Dewan HAM dan ECOSOC. Keterlibatan ini memperkuat kredibilitas diplomasi Indonesia di kancah global.

3. Bagaimana kontribusi Indonesia dalam misi penjaga perdamaian PBB?

Indonesia rutin mengirim ribuan personel militer dan polisi ke berbagai misi perdamaian PBB. Pada 2024, kontribusinya mencapai sekitar 2.700 personel, menjadikannya salah satu kontributor besar dari negara berkembang.

4. Apa posisi Indonesia di ASEAN?

Indonesia dipandang sebagai pemimpin informal di ASEAN. Perannya mencakup menjaga stabilitas kawasan, menjadi mediator isu-isu regional, dan mendorong integrasi ekonomi. Sebagai Chair ASEAN 2023, Indonesia juga menekankan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

5. Bagaimana kiprah Indonesia dalam G20?

Pada 2022, Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 dan sukses melahirkan G20 Bali Leaders’ Declaration. Peran ini meningkatkan pengaruh Indonesia sebagai negara berkembang yang mampu memimpin diskusi global di bidang energi, pangan, kesehatan, dan pemulihan ekonomi.

6. Apa itu Enhanced NDC Indonesia?

Enhanced NDC adalah dokumen resmi yang berisi target pengurangan emisi dan rencana aksi iklim Indonesia. Targetnya mencakup restorasi gambut, rehabilitasi hutan, serta pengurangan emisi di sektor energi, industri, pertanian, dan sampah.

7. Apakah Indonesia mendapat kritik internasional terkait isu HAM?

Ya. Sejumlah lembaga internasional menyoroti dugaan pelanggaran HAM, terutama di Papua. Pemerintah Indonesia biasanya merespons dengan menegaskan komitmen pada stabilitas nasional dan penyelidikan kasus, meski kritik dari lembaga HAM internasional tetap muncul.

8. Mengapa kebijakan lingkungan Indonesia menuai pro-kontra?

Meski Indonesia memiliki target iklim ambisius, ketergantungan pada batu bara, deforestasi, dan ekspansi lahan industri sering dipandang bertentangan dengan komitmen iklim. Perdebatan muncul antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan tuntutan aksi iklim global.

9. Apa bentuk diplomasi ekonomi Indonesia di forum internasional?

Indonesia aktif di G20, IMF, World Bank, dan AIIB untuk memperkuat stabilitas ekonomi, menarik investasi, dan memperoleh dukungan pembiayaan infrastruktur. Keterlibatan ini membantu Indonesia punya suara dalam arah kebijakan ekonomi global.

10. Apa manfaat utama keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional?

Manfaatnya meliputi peningkatan pengaruh diplomatik, akses pendanaan global, peluang kerja sama keamanan, promosi investasi, serta penguatan posisi Indonesia sebagai representasi negara berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.