AKURAT.CO “Perkembangan manusia zaman Praaksara mengalami perkembangan dari masa ke masa di mana mereka dapat beradaptasi dengan kondisi alam yang selalu berubah. Bagaimana interaksi manusia Praaksara dengan alam dan sesama manusia pada masa bercocok tanam?”
Perkembangan manusia sejak masa Praaksara selalu menjadi topik menarik dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pada Kurikulum Merdeka kelas 7 halaman 125, siswa diajak memahami bagaimana manusia purba beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan membangun kehidupan sosialnya.
Memahami Konteks: Kehidupan Manusia Praaksara dan Masa Bercocok Tanam
Sebelum membahas jawabannya, perlu dipahami bahwa masa bercocok tanam merupakan salah satu fase paling penting dalam sejarah manusia Praaksara. Pada era inilah manusia mulai menetap, mengolah tanah, dan membentuk komunitas yang lebih teratur. Adaptasi terhadap lingkungan dan hubungan sosial yang lebih kompleks mulai tampak jelas.
Dalam ilmu sejarah, masa lampau bukan sekadar rangkaian kejadian yang telah selesai. Seperti yang dijelaskan dalam “Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar” oleh M. Dien dan Johan Wahyudhi (2014: 9), masa lalu memiliki wacana tersendiri dan terus dibahas untuk memberikan nilai bagi kehidupan sekarang. Dengan memahami pola hidup manusia pada masa bercocok tanam, siswa dapat melihat bagaimana peradaban berkembang dari waktu ke waktu.
Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 125: Interaksi Manusia Praaksara pada Masa Bercocok Tanam
Pertanyaan: “Perkembangan manusia zaman Praaksara mengalami perkembangan dari masa ke masa di mana mereka dapat beradaptasi dengan kondisi alam yang selalu berubah. Bagaimana interaksi manusia Praaksara dengan alam dan sesama manusia pada masa bercocok tanam?”
Pertanyaan utama di halaman 125 menyoroti bagaimana manusia purba memanfaatkan alam dan membangun hubungan sosial di masa tersebut. Berikut jawaban lengkap yang telah dikembangkan:
1. Interaksi Manusia Praaksara dengan Alam
Pada masa bercocok tanam, manusia mulai memiliki hubungan yang lebih intens dan terencana dengan lingkungan sekitar. Mereka tidak lagi sekadar mengambil apa yang tersedia di alam seperti pada masa berburu dan meramu, tetapi mulai mengolah tanah, menanam tanaman tertentu, dan memanfaatkan sumber daya alam secara lebih sistematis.
Aktivitas seperti memilih lokasi yang subur, mengenali pola musim, serta menyimpan hasil panen menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin matang. Alam menjadi sumber kehidupan utama, dan manusia belajar membaca perubahan lingkungan agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi.
Versi jawaban pertama yang sering dijadikan acuan adalah:
“Manusia pada masa bercocok tanam beradaptasi dengan memanfaatkan alam untuk menghasilkan makanan.”
Versi kedua, yang lebih berkembang dan kontekstual, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Manusia Praaksara pada masa ini memanfaatkan kondisi alam dengan mengolah lahan, menanam jenis tanaman yang bermanfaat, serta mengandalkan kesuburan tanah dan siklus musim. Mereka mulai mengenal berbagai teknik sederhana dalam pertanian, seperti menugal atau membuat ladang berpindah, dan juga mulai membangun tempat penyimpanan hasil panen untuk menghadapi musim paceklik.
2. Interaksi Antar Manusia pada Masa Bercocok Tanam
Seiring meningkatnya ketergantungan pada pertanian, manusia juga mulai membentuk pola hidup baru yang lebih teratur. Mereka hidup menetap di daerah yang sama dalam waktu lama, biasanya membentuk perkampungan kecil. Situasi ini memunculkan bentuk kerja sama yang lebih kuat karena aktivitas bertani membutuhkan tenaga dan koordinasi.
Gotong royong mulai menjadi bagian penting dari kehidupan. Mereka saling membantu dalam mengolah tanah, memanen, hingga membangun tempat tinggal. Interaksi sosial menjadi semakin intens dan terstruktur.
Versi jawaban yang juga muncul dalam teks:
“Interaksi manusia dengan sesama manusia berkembang dengan hidup bergotong royong di perkampungan.”
Versi lengkapnya:
Di wilayah pemukiman, orang-orang saling berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan bersama. Kerja sama dalam bercocok tanam, membentuk aturan hidup sederhana, serta pembagian tugas mulai menjadi budaya masyarakat masa itu. Hal ini membuat hubungan sosial mereka jauh lebih kuat dibanding masa sebelumnya.
Mengapa Materi Ini Penting untuk Dipahami?
Belajar tentang manusia Praaksara, khususnya masa bercocok tanam, tidak hanya membantu memahami perjalanan sejarah, tetapi juga memberi gambaran tentang bagaimana adaptasi dan kerja sama telah menjadi fondasi kehidupan manusia hingga sekarang. Prinsip bertani, menetap, dan gotong royong adalah contoh nyata bagaimana masyarakat dulu membangun peradaban dari hal-hal sederhana.
Pemahaman ini juga membantu siswa melihat hubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa depan, sesuai konsep sejarah sebagai rangkaian yang terus berkelanjutan.
Kesimpulan
Kunci jawaban IPS kelas 7 halaman 125 tentang interaksi manusia Praaksara pada masa bercocok tanam dapat diringkas sebagai berikut: mereka memanfaatkan alam dengan mengolah tanah untuk menghasilkan makanan dan membentuk hubungan sosial yang kuat melalui gotong royong di perkampungan. Dua versi jawaban yang disediakan mencerminkan inti pembelajaran, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai kehidupan manusia masa lampau.
Kalau kamu ingin mengikuti pembahasan materi IPS lainnya, tetap ikuti update terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting untuk menunjang pembelajaranmu.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Praaksara dan Prasejarah? Jelaskan dan Berikan Contohnya FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan masa bercocok tanam dalam sejarah Praaksara?
Masa bercocok tanam adalah periode ketika manusia Praaksara mulai menetap dan mengolah tanah untuk menghasilkan makanan. Pada tahap ini, mereka tidak lagi mengandalkan berburu dan meramu sebagai sumber pangan utama.
2. Bagaimana cara manusia Praaksara berinteraksi dengan alam pada masa bercocok tanam?
Mereka memanfaatkan alam dengan mengolah lahan, menanam tanaman yang bermanfaat, memahami pola musim, dan menyimpan hasil panen. Hubungan manusia dengan alam menjadi lebih terencana dan berkelanjutan.
3. Mengapa gotong royong penting pada masa bercocok tanam?
Bertani membutuhkan tenaga dan kerja sama. Manusia masa itu hidup berkelompok dalam perkampungan sehingga kegiatan seperti mengolah tanah, memanen, atau membangun rumah dilakukan secara gotong royong demi kelangsungan hidup bersama.
4. Apa contoh bentuk interaksi sosial manusia Praaksara pada masa ini?
Mereka membentuk perkampungan, bekerja sama dalam aktivitas pertanian, membagi tugas sesuai kemampuan, dan mulai menciptakan aturan hidup sederhana untuk menjaga ketertiban kelompok.
5. Apa manfaat mempelajari interaksi manusia Praaksara di masa bercocok tanam?
Dengan mempelajarinya, siswa memahami proses perkembangan peradaban manusia, bagaimana adaptasi terjadi, serta bagaimana kerja sama menjadi dasar kehidupan sosial hingga masa kini.
6. Dari mana sumber penjelasan mengenai masa lampau dalam konten IPS ini?
Penjelasan didukung oleh materi IPS Kurikulum Merdeka kelas 7 halaman 125 dan dikuatkan oleh referensi dari “Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar” karya M. Dien dan Johan Wahyudhi.
7. Apakah jawaban dalam artikel ini sesuai dengan kunci jawaban di buku IPS kelas 7?
Ya. Artikel ini memuat kunci jawaban sesuai pertanyaan di halaman 125, dilengkapi dengan penjelasan yang dikembangkan agar mudah dipahami dan memiliki konteks lebih luas.