Siapa Penemu Mesin Cetak? Ini Sejarah, Perjalanan Hidup, dan Karya Revolusionernya

AKURAT.CO Pertanyaan tentang siapa penemu mesin cetak sering muncul ketika melihat bagaimana canggihnya teknologi percetakan di masa kini. Mesin cetak modern mampu memproduksi ribuan buku dan surat kabar secara otomatis hanya dengan sekali proses. Namun, sebelum sampai pada tahap secanggih ini, ada sejarah panjang di balik penemuan yang mengubah dunia ilmu pengetahuan dan komunikasi manusia.
Mengutip laman p2k.stekom.ac.id, mesin cetak pada dasarnya digunakan untuk membuat banyak salinan identik dari sebuah teks atau gambar. Di masa lalu, proses mencetak dilakukan manual—lebih mirip seperti menekan prangko ke kertas satu per satu. Hingga akhirnya, seorang tokoh bernama Johannes Gutenberg mengubah segalanya dengan temuannya di abad ke-15.
Johannes Gutenberg: Sosok di Balik Revolusi Percetakan Dunia
Jika berbicara mengenai penemu mesin cetak, nama Johannes Gutenberg selalu muncul sebagai tokoh utama. Ia dikenal sebagai orang yang berhasil mengembangkan teknologi huruf cetak bergerak (movable type printing press) yang memungkinkan proses cetak dilakukan lebih cepat, efisien, dan dalam jumlah massal.
Namun, penting diketahui bahwa ide mencetak sebenarnya sudah muncul jauh sebelum era Gutenberg. Bangsa Tiongkok dan Jepang telah menggunakan sistem cetak sederhana sejak abad ke-8, diikuti oleh Korea pada awal abad ke-15. Hanya saja, sistem cetak di Asia Timur kala itu belum memungkinkan produksi massal dalam jumlah besar, sehingga dampaknya terhadap penyebaran informasi masih terbatas.
Inovasi Gutenberg-lah yang kemudian membawa perubahan besar. Ia bukan sekadar menemukan mesin cetak, melainkan menyempurnakan sistemnya sehingga hasil cetak bisa diproduksi dalam skala besar dengan kualitas tinggi—dan itulah yang menjadikannya dikenang sebagai “Bapak Percetakan Modern.”
Awal Kehidupan Johannes Gutenberg
Johannes Gutenberg lahir antara tahun 1394 dan 1404 di Mainz, Jerman. Meski tidak ada catatan pasti mengenai tanggal kelahirannya, tanggal 24 Juni 1400 dipilih sebagai simbolis peringatan hari lahirnya pada Festival Gutenberg ke-500 tahun 1900.
Ia berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya, Friele Gensfleisch zur Laden, adalah seorang pedagang dan pandai emas, sementara ibunya, Else Wyrich, berasal dari keluarga penjaga toko yang juga memiliki darah bangsawan. Nama “Gutenberg” sendiri diambil dari nama rumah tempat ia dibesarkan—sebuah tradisi umum di masa itu.
Sekitar tahun 1411, terjadi pemberontakan di Mainz yang membuat banyak keluarga bangsawan, termasuk keluarga Gutenberg, meninggalkan kota dan pindah ke Altavilla, tanah warisan ibunya. Di sinilah Gutenberg diduga menempuh pendidikan dan mempelajari keahlian pandai emas, sebagaimana disebut oleh sejarawan Heinrich Wallau.
Ia juga pernah bekerja di percetakan gereja sebagai magang pandai emas, sambil menerima pendidikan formal dalam bahasa Jerman dan Latin. Setelah itu, kehidupannya menjadi misteri selama hampir 15 tahun, hingga pada Maret 1434 muncul surat yang menunjukkan bahwa ia tinggal di Strasbourg, Jerman, dan bekerja sebagai pengrajin logam untuk milisi kota.
Meski begitu, tidak ada bukti bahwa Gutenberg pernah menikah. Catatan pengadilan tahun 1436 dan 1437 hanya menunjukkan kemungkinan bahwa ia pernah bertunangan dengan seorang wanita bernama Ennelin namun hubungan itu dibatalkan.
Sejarah Penemuan Mesin Cetak
Perjalanan Gutenberg menuju penemuan mesin cetak dimulai sekitar tahun 1436, ketika ia bekerja sama dengan Andreas Dritzehan—mantan muridnya dalam pemotongan batu permata—dan Andreas Heilman, pemilik pabrik kertas. Inovasinya baru benar-benar diakui pada 1439.
Gutenberg berangkat dari pemikiran sederhana: mencetak tulisan dari balok yang ditekan ke kertas memang memungkinkan, tapi prosesnya terlalu lama karena harus mengukir balok kayu satu per satu untuk setiap halaman. Dari sinilah muncul ide untuk membuat cetakan huruf logam bergerak.
Berbekal keahlian sebagai pengrajin logam, Gutenberg menciptakan huruf cetak dari campuran timbal, timah, dan antimon, yang membuat cetakan tahan lama dan hasilnya jauh lebih rapi. Ide ini terbukti revolusioner, karena menggantikan sistem cetak kayu atau tanah liat yang digunakan di Asia.
Sekitar tahun 1448, Gutenberg kembali ke Mainz dan mulai merakit mesin cetak pertamanya. Setelah melalui berbagai percobaan, pada 1450 mesin cetak itu resmi beroperasi. Sistem cetak ciptaannya dikenal sebagai “movable metal type”, yakni huruf logam yang dapat dipindah-pindah sesuai kebutuhan teks.
Keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya untuk mencetak dalam jumlah besar dengan hasil yang konsisten. Proses ini kemudian menjadi dasar industri percetakan modern yang kita kenal sekarang.
Karya Legendaris: Alkitab Gutenberg
Salah satu karya monumental Johannes Gutenberg adalah “Alkitab Gutenberg” atau “Gutenberg Bible”, yang selesai dicetak pada 15 Agustus 1456. Karya ini terdiri dari 42 baris per halaman dan dianggap sebagai buku bercetak pertama di dunia Barat.
Menurut catatan, sekitar 200 eksemplar Alkitab ini dicetak, dengan sekitar 50 di antaranya menggunakan kulit lembu muda sebagai bahan dasar. Harga satu eksemplar buku tersebut bahkan setara dengan tiga tahun gaji seorang buruh biasa—sebuah bukti betapa bernilainya karya itu pada masanya.
Buku ini pertama kali dijual di Pameran Buku Frankfurt tahun 1456 dan langsung menjadi incaran para cendekiawan karena keindahan desain dan keakuratan cetakannya. Hingga kini, sekitar seperempat dari salinan Alkitab Gutenberg diketahui masih bertahan dan disimpan di berbagai museum dunia.
Inovasi Lain dari Johannes Gutenberg
Selain menciptakan mesin cetak, Gutenberg juga berinovasi dalam pembuatan tinta dan logam huruf cetak. Ia membuat tinta khusus dari campuran minyak, tembaga, dan timah hitam, yang lebih pekat dan lengket dibanding tinta tulis biasa—sehingga cocok untuk proses cetak massal.
Ia juga menyempurnakan paduan logam huruf dengan gabungan timah hitam dan antimon agar tahan panas dan tidak mudah rusak. Tak berhenti di situ, Gutenberg dipercaya mencetak Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua, setebal 748 halaman dengan dua kolom di setiap halamannya.
Akhir Hidup Sang Penemu
Selama hidupnya, Gutenberg sering menghadapi kesulitan keuangan. Ia sempat mendapat dukungan finansial dari seorang pengusaha bernama Johann Fust, namun hubungan keduanya memburuk dan berujung gugatan pada tahun 1456.
Beberapa sumber menyebut Gutenberg tetap bekerja dengan Fust, sementara yang lain mengatakan Fust membuatnya bangkrut. Setelah tahun 1460, Gutenberg dikabarkan berhenti bekerja akibat kebutaan.
Pada Januari 1465, uskup agung Mainz, Adolf von Nassau-Wiesbaden, memberikan penghargaan kepada Gutenberg berupa gelar Hofmann, tunjangan tahunan, pakaian, dan hasil panen bebas pajak. Ia wafat pada 3 Februari 1468 di Mainz dan dimakamkan di gereja Fransiskan setempat, yang kemudian hancur pada masa Perang Dunia II.
Kini, namanya diabadikan dalam bentuk patung di Gutenbergplatz, Universitas Johannes Gutenberg, dan Museum Gutenberg di Mainz, Jerman—simbol penghormatan bagi sosok yang mengubah peradaban dunia.
Penutup
Johannes Gutenberg bukan hanya penemu mesin cetak, tetapi juga pelopor revolusi komunikasi dan pengetahuan. Karyanya memungkinkan penyebaran informasi, ilmu, dan ide secara cepat ke seluruh dunia—membuka jalan bagi era literasi modern.
Inovasi yang ia ciptakan lebih dari sekadar alat, melainkan tonggak peradaban manusia. Karena berkat mesin cetak Gutenberg, dunia mengenal konsep buku, surat kabar, dan penyebaran ilmu secara massal yang hingga kini terus berkembang.
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang tokoh-tokoh penemu yang mengubah dunia, jangan lewatkan artikel menarik lainnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Ini Sejarah Penemu Lampu Pertama di Dunia
Baca Juga: Siapa Penemu Komputer? Ini Sejarah Panjang Evolusi Komputer dari Masa ke Masa
FAQ
1. Siapa penemu mesin cetak yang sebenarnya?
Penemu mesin cetak modern adalah Johannes Gutenberg dari Mainz, Jerman. Ia dikenal karena mengembangkan sistem huruf cetak logam bergerak (movable metal type) pada tahun 1450, yang memungkinkan pencetakan buku dalam jumlah besar dengan efisien.
2. Apakah Gutenberg benar-benar orang pertama yang menciptakan mesin cetak?
Tidak sepenuhnya. Sebelum Gutenberg, bangsa Tiongkok, Jepang, dan Korea sudah mengenal teknik cetak sederhana sejak abad ke-8. Namun, penemuan mereka belum mampu mencetak dalam jumlah massal. Gutenberg-lah yang pertama kali berhasil menyempurnakan sistem cetak hingga efektif untuk produksi besar-besaran.
3. Kapan Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak?
Johannes Gutenberg menemukan mesin cetaknya sekitar tahun 1450, setelah melalui eksperimen panjang sejak tahun 1436. Mesin tersebut pertama kali beroperasi di kota Mainz, Jerman, dan menjadi cikal bakal industri percetakan modern.
4. Apa karya pertama yang dicetak oleh Johannes Gutenberg?
Karya pertamanya yang paling terkenal adalah “Alkitab Gutenberg” atau “Gutenberg Bible”, dicetak pada 15 Agustus 1456. Buku ini dianggap sebagai buku bercetak pertama di dunia Barat dan menjadi simbol kemajuan teknologi cetak pada masa itu.
5. Dari bahan apa mesin cetak Gutenberg dibuat?
Mesin cetak Gutenberg menggunakan huruf logam yang dapat dipindah-pindah. Huruf-huruf ini dibuat dari campuran timbal, timah, dan antimon. Bahan ini kuat, tahan lama, dan memungkinkan hasil cetak yang tajam serta seragam.
6. Apa perbedaan mesin cetak kuno dengan mesin cetak modern?
Mesin cetak kuno bekerja secara manual menggunakan tekanan tangan dan huruf logam yang disusun satu per satu. Sedangkan mesin cetak modern kini otomatis dan digital, mampu mencetak ribuan lembar per menit dengan bantuan komputer.
7. Mengapa penemuan Gutenberg dianggap penting bagi dunia?
Penemuan mesin cetak Gutenberg dianggap sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Teknologi ini mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan, mempopulerkan literasi, dan menjadi dasar perkembangan media massa serta pendidikan di seluruh dunia.
8. Di mana Johannes Gutenberg dimakamkan?
Gutenberg dimakamkan di pemakaman gereja Fransiskan di Mainz, Jerman. Namun, makamnya hilang karena gereja tersebut hancur saat Perang Dunia II. Kini, namanya diabadikan lewat patung, museum, dan universitas di kota Mainz.
9. Apa inovasi lain selain mesin cetak yang diciptakan Gutenberg?
Selain mesin cetak, Gutenberg juga menciptakan tinta cetak berbasis minyak dan menyempurnakan campuran logam huruf agar hasil cetakan lebih awet dan jelas. Ia juga dikenal terlibat dalam proyek besar Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua.
10. Apa dampak sosial dari penemuan mesin cetak?
Mesin cetak membawa dampak besar bagi peradaban, seperti meningkatnya akses terhadap buku dan pengetahuan, lahirnya era Renaisans dan Reformasi Gereja, serta berkembangnya pendidikan dan jurnalistik modern di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









