Perbedaan Mitosis dan Meiosis dalam Proses Pembelahan Sel

AKURAT.CO Mitosis dan meiosis adalah dua jenis pembelahan sel yang terjadi pada makhluk hidup. Keduanya memiliki peran penting dalam mempertahankan kehidupan, mulai dari pertumbuhan hingga reproduksi.
Meski terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam proses dan hasil akhirnya. Mitosis menghasilkan dua sel anak identik, sedangkan meiosis menghasilkan empat sel anak dengan setengah kromosom.
Untuk memahami lebih dalam, artikel ini akan menjelaskan perbedaan mitosis dan meiosis secara lengkap, mulai dari fungsi, tahapan pembelahan hingga contoh pada makhluk hidup.
Baca Juga: Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
Apa Itu Pembelahan Mitosis dan Meiosis
Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom sama seperti sel induk. Proses ini terjadi pada sel tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Contohnya, pembelahan sel kulit dan sel otot.
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dua kali, menghasilkan empat sel anak dengan setengah jumlah kromosom dari sel induk. Proses ini terjadi pada pembentukan sel kelamin seperti sperma dan ovum pada hewan, serta spora pada tumbuhan berbiji.
Perbedaan Mitosis dan Meiosis
Mitosis dan meiosis adalah dua jenis pembelahan sel yang terjadi pada organisme eukariotik, namun keduanya memiliki tujuan, proses dan hasil yang berbeda.
1. Tujuan dan Fungsi
Mitosis bertujuan untuk pertumbuhan, regenerasi, dan perbaikan jaringan tubuh. Proses ini menjaga kestabilan jumlah kromosom dengan menghasilkan dua sel anak identik.
Sebaliknya, meiosis terjadi dalam pembentukan gamet (sperma dan ovum), dengan tujuan menjaga jumlah kromosom tetap seimbang antar generasi dan menciptakan variasi genetik melalui rekombinasi.
Baca Juga: Mengapa Sel Mengalami Pembelahan? Penjelasan Lengkap Fungsi dan Prosesnya
2. Tempat Terjadinya
Mitosis berlangsung di hampir semua sel tubuh (sel somatik), sedangkan meiosis hanya terjadi di organ reproduksi (sel gonad).
3. Jumlah dan Sifat Sel Anak
Mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik secara genetik dengan induknya (diploid). Sementara meiosis menghasilkan empat sel anak yang tidak identik dan memiliki setengah jumlah kromosom (haploid).
4. Jumlah Pembelahan
Mitosis hanya melibatkan satu kali pembelahan (profase, metafase, anafase, telofase), sedangkan meiosis berlangsung dua kali, yaitu meiosis I dan meiosis II.
5. Kromosom saat Metafase
Pada mitosis, kromosom berjajar sebagai pasangan dua kromatid (diad). Pada meiosis, kromosom berjajar sebagai empat kromatid (tetrad), memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing over).
6. Rekombinasi Genetik
Mitosis tidak menyebabkan perubahan genetik karena sel anak identik. Meiosis memungkinkan rekombinasi genetik di fase profase I, yang menghasilkan keragaman pada keturunan.
7. Distribusi Kromosom
Dalam mitosis, kromosom diduplikasi dan dibagi secara merata. Sebaliknya, dalam meiosis, kromosom dibagi dua kali, sehingga sel anak hanya memiliki separuh dari kromosom induk.
Baca Juga: Startup Australia Kenalkan Komputer Biologis dengan Sel dari Otak Manusia
Bagaimana Proses Pembelahan Mitosis dan Meiosis?
Ada dua jenis pembelahan sel utama yang terjadi pada organisme eukariotik, yaitu mitosis dan meiosis.
Meskipun sama-sama melibatkan pembelahan inti sel, keduanya memiliki tahapan pembelahan yang berbeda, seperti berikut:
1. Proses Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis terjadi pada sel tubuh (somatik) dan berlangsung dalam satu kali pembelahan inti. Tahapannya sebagai berikut:
● Interfase
Pada tahap ini, sel mengalami fase persiapan dengan melakukan replikasi DNA, sintesis protein, dan peningkatan aktivitas metabolisme untuk menunjang proses pembelahan.
● Profase
Setelah DNA tergandakan, benang-benang kromatin mulai memadat menjadi kromosom yang lebih jelas bentuknya. Nukleolus menghilang, dan benang spindle mulai terbentuk di kedua kutub sel sebagai persiapan untuk menarik kromosom.
● Metafase
Kromosom yang sudah memadat kemudian bergerak dan berjajar di tengah sel, tepatnya pada bidang ekuator. Pada tahap ini, setiap kromosom terhubung pada benang spindle yang menyiapkan pemisahan kromatid.
● Anafase
Benang spindle mulai menarik kromatid saudara yang sebelumnya berpasangan menjadi terpisah dan bergerak menuju kutub-kutub sel yang berlawanan.
● Telofase
Saat kromatid tiba di kutub, mereka mulai mengendur kembali menjadi benang kromatin. Nukleolus dan membran inti mulai terbentuk kembali di masing-masing kutub, menandai pembentukan dua inti sel baru.
● Sitokinesis
Terakhir, sitoplasma membelah membentuk dua sel anak yang masing-masing memiliki jumlah kromosom sama dengan sel induk, yaitu diploid (2n).
Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Sel Surya Dalam Ruangan, Perangkat Rumah Tangga Bisa Bebas Baterai
2. Proses Pembelahan Meiosis
Meiosis terjadi di organ reproduksi dan menghasilkan empat sel anak haploid (n) atau sel dengan setengah jumlah kromosom induk.
Proses ini berlangsung dalam dua tahap, yaitu Meiosis I dan Meiosis II seperti berikut:
1) Pembelahan Meiosis I
● Interfase I: sel mempersiapkan pembelahan dengan replikasi DNA;
● Profase I: kromosom homolog berpasangan dan terjadi pindah silang (crossing over) untuk keragaman genetik;
● Metafase I: pasangan kromosom homolog berjajar di tengah sel;
● Anafase I: kromosom homolog dipisahkan ke kutub berlawanan;
● Telofase I & Sitokinesis: terbentuk dua sel haploid dengan kromosom rangkap dua.
2) Pembelahan Meiosis II
● Profase II: kromosom memadat kembali, spindle terbentuk;
● Metafase II: kromosom berjajar di ekuator;
● Anafase II: kromatid saudara dipisahkan ke kutub;
● Telofase II & Sitokinesis: terbentuk empat sel anak haploid yang berbeda secara genetik.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









