Mengapa Kesultanan Banten Terkenal sebagai Pelabuhan Internasional

AKURAT.CO Kesultanan Banten menjadi salah satu kerajaan besar di Nusantara yang memiliki peran penting dalam perdagangan internasional.
Letak strategis, komoditas unggulan, dan hubungan dagang yang luas membuat Banten dikenal hingga mancanegara.
Kehadiran pelabuhan ini tidak hanya berpengaruh pada perkembangan ekonomi lokal, tetapi juga pada sejarah peradaban dunia.
Baca Juga: Bagaimana Konflik yang Terjadi antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji di Kesultanan Banten?
Letak Strategis Kesultanan Banten
Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Banten berada di jalur pelayaran utama yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa. Posisi geografis tersebut menjadikan Banten sebagai tempat persinggahan kapal-kapal dagang internasional. Hal ini sekaligus membuka peluang besar bagi kerajaan untuk berkembang sebagai pusat ekonomi maritim.
Komoditas Perdagangan yang Diminati
Kesultanan Banten terkenal dengan hasil pertanian dan rempah-rempahnya, khususnya lada. Mengutip dari sejarawan lokal, lada menjadi komoditas primadona yang dicari pedagang asing karena harganya tinggi di pasar global.
Kondisi ini membuat Banten menjadi tujuan utama para saudagar, sekaligus mengangkat pamor kerajaan sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara pada masanya.
Baca Juga: Mengenal Kesultanan Banten, Kerajaan Islam yang Berdiri di Banten dan DKI Jakarta
Hubungan Dagang dengan Negara Asing
Banten menjalin kerja sama perdagangan dengan bangsa Portugis, Belanda, Inggris, serta pedagang dari Arab dan Tiongkok. Jaringan dagang internasional ini memperkuat posisi Banten sebagai pelabuhan internasional yang ramai dan kosmopolitan.
Aktivitas perdagangan yang padat tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkaya kebudayaan dan interaksi sosial masyarakat setempat.
Laporan: Nora Niswatun Choirina/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









