Kenali Apa Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob

AKURAT.CO Respirasi merupakan proses penting untuk menghasilkan energi dari makanan.
Secara umum, respirasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Akan tetapi, apa perbedaan respirasi aerob dan anaerob? Berikut pembahasannya secara lengkap
Pengertian Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob
● Respirasi Aerob adalah proses penguraian glukosa dengan menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Proses ini terjadi di dalam mitokondria dan menghasilkan energi yang lebih banyak dibandingkan anaerob.
● Respirasi Anaerob adalah proses penguraian glukosa tanpa menggunakan oksigen. Proses ini biasanya terjadi pada kondisi kekurangan oksigen, misalnya pada otot yang bekerja keras atau pada mikroorganisme tertentu.
Tahapan Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob
● Tahapan Respirasi Aerob
1. Terjadi proses glikolisis, yaitu pemecahan gula yang diubah menjadi asam piruvat. Proses ini terjadi di sitoplasma.
2. Kemudian lanjut untuk proses dekarboksilasi oksidatif, dalam proses ini, asam piruvat diubah menjadi asetil co-A. Proses ini terjadi pada mitokondria.
3. Setelah itu adalah tahapan silus krebs. Pada proses ini akan dihasilkan dalam asam sitrat dan oksaloasetat.
4. Tahapan terakhir adalah transport electron. Dari proses ini akan dihasilkan H2O dan energi.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Energi Alternatif dan Contohnya?
● Tahapan Respirasi Anaerob
1. Tahapan fermentasi alkohol
Umumnya, tahapan ini dilakukan dengan jamur ragi. Pada tahapan ini akan mengubah molekul piruvat menjadi asetaldehid.
2. Tahapan fermentasi asam laktat
Tahapan ini terjadi pada otot manusia ketika sedang melakukan aktivitas dan menghasilkan oksigen. Dari fermentasi ini akan menghasilkan molekul asam piruvat hasil dari glokisis dan menerima elektron serta hidrogen.
Perbedaan Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob
1. Respirasi aerob membutuhkan oksigen, sementara respirasi anaerob tidak membutuhkan oksigen.
2. Proses terjadinya respirasi aerob di matriks mitokondria, sedangkan proses terjadinya respirasi anaerob di sitoplasma.
3. Respirasi aerob memiliki empat tahapan, sementara respirasi anaerob hanya memiliki dua tahapan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Program Transisi Energi Nasional
4. Respirasi aerob dapat menghasilkan 36-38 Adenosin Tri Phosphat (ATP), sementara respirasi anaerob hanya dapat menghasilkan dua ATP.
5. Tujuan dari respirasi aerob adalah untuk menghasilkan senyawa, sedangkan tujuan respirasi anaerob untuk mengurangi senyawa organik.
6. Produk akhir yang dihasilkan dari respirasi aerob adalah karbondioksida (CO₂) dan air (H₂O), sedangkan respirasi anaerob menghasilkan Asam laktat dan alkohol.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan respirasi aerob dan anaerob terletak pada penggunaan oksigen, jumlah energi yang dihasilkan serta produk akhirnya.
Respirasi aerob lebih efisien karena menghasilkan energi lebih banyak, sedangkan respirasi anaerob penting dalam kondisi darurat.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









