Akurat

Mengapa Indonesia Disebut Negara Maritim? Ini Fakta dan Sejarahnya

Eko Krisyanto | 18 September 2025, 06:00 WIB
Mengapa Indonesia Disebut Negara Maritim? Ini Fakta dan Sejarahnya

AKURAT.CO Indonesia dikenal sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia. Julukan ini disematkan bukan tanpa sebab, melainkan berdasarkan fakta geografis, sejarah, dan peran laut dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa.

Dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, posisi Indonesia di tengah jalur perdagangan maritim internasional menjadikannya negara yang strategis secara global.

Lebih lengkap, artikel ini akan membahas pengertian negara maritim dan alasan Indonesia disebut sebagai negara maritim. Serta keistimewaan yang dimilikinya, baik dari sisi geografis, sumber daya, maupun ekonomi.

Baca Juga: Perkuat Infrastruktur Maritim, Pelabuhan Dumai Fokus Jaga Kelancaran Alur Pelayaran

Arti Julukan Negara Maritim

Negara maritim adalah negara yang wilayah lautnya lebih luas dibandingkan wilayah daratannya. Luas perairan ini menjadikan laut sebagai elemen utama dalam struktur geografis dan ekonomi negara tersebut.

Oleh karena itu, kondisi ini secara langsung memengaruhi bagaimana negara mengelola sumber daya, menjalankan perdagangan, dan membentuk kehidupan masyarakatnya.

Ciri khas negara maritim meliputi:

● Memiliki wilayah laut yang luas, biasanya mencapai dua pertiga dari total wilayah negara, sehingga daratan menjadi bagian yang relatif lebih kecil.
● Memiliki sumber daya laut yang melimpah, mulai dari ikan, energi, hingga mineral yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan perdagangan.
● Terdiri dari banyak pulau yang dikelilingi perairan, menciptakan jaringan kepulauan yang strategis.
● Kehidupan masyarakatnya erat terkait laut; banyak yang bekerja sebagai nelayan atau menjalankan aktivitas ekonomi yang bergantung pada laut.

Dengan kata lain, julukan negara maritim menunjukkan bahwa laut bukan sekadar wilayah geografis, melainkan inti dari kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya negara tersebut.

Laut menjadi sumber daya strategis yang membentuk cara negara beroperasi dan berinteraksi dengan dunia luar.

Baca Juga: CMSI Sukses Gelar Power Breakfast Series 2025: Konsolidasikan 200 Pemimpin Maritim Lintas Sektor

Alasan Indonesia Disebut Sebagai Negara Maritim

Julukan Indonesia sebagai negara maritim bukan tanpa sebab, melainkan karena berbagai alasan, seperti faktor geografis, ekonomi dan historis. Terletak di antara dua samudera besar, Indonesia menjadi jalur peralihan penting yang menghubungkan perdagangan internasional.

Lebih jelas, berikut beberapa alasan utama yang mendasari julukan Indonesia sebagai negara maritim:

1. Letak Geografis Strategis

Indonesia berada di antara dua samudera besar, Samudera Hindia di selatan dan Samudera Pasifik di timur, serta terletak di jalur perdagangan antara Asia dan Australia. Posisi ini membuat Indonesia menjadi titik persimpangan penting bagi pelayaran internasional sejak zaman kuno hingga kini.

Bentuk kepulauannya yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil juga mempermudah pengendalian jalur laut dan interaksi antarwilayah. Pulau-pulau utama seperti Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Papua menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan budaya di kawasan masing-masing.

2. Luas Wilayah Laut yang Signifikan

Laut Indonesia mencakup perairan pedalaman, laut teritorial, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dengan total luas lebih dari 5,8 juta km². Luas ini jauh melebihi luas daratan Indonesia yang sekitar 1,92 juta km², sehingga sebagian besar wilayah Indonesia sebenarnya berada di laut.

Kondisi ini menegaskan status Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sekaligus negara maritim. Wilayah laut yang luas juga memungkinkan pemanfaatan sumber daya laut secara optimal, mulai dari perikanan hingga jalur perdagangan.

3. Kekayaan Sumber Daya Laut

Perairan Indonesia kaya akan berbagai sumber daya, termasuk ikan, udang, kerang, dan biota laut lainnya. Sektor perikanan menjadi salah satu pilar ekonomi penting dan sumber protein utama bagi masyarakat.

Selain itu, laut Indonesia juga menyimpan potensi energi, mineral, dan sumber daya alam lainnya yang dapat mendukung pembangunan nasional. Kekayaan ini menjadikan laut sebagai aset strategis bagi perekonomian dan ketahanan pangan negara.

4. Potensi Wisata Bahari

Indonesia memiliki garis pantai yang panjang serta keanekaragaman alam bawah laut yang luar biasa, sehingga menjadikannya surga bagi wisata bahari. Para pelancong dari dalam hingga luar negeri bisa menikmati berbagai wahana wisata, seperti snorkeling, diving, eksplorasi terumbu karang, dan wisata pantai.

Keindahan pesisir dan laut yang beragam tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim dengan kekayaan alam yang mendunia.

5. Keanekaragaman Hayati Bawah Laut

Ekosistem laut Indonesia termasuk yang paling kaya di dunia. Terumbu karang, ikan hias, moluska, dan berbagai spesies laut lainnya menyediakan habitat alami yang luar biasa.
Keanekaragaman hayati ini tidak hanya penting untuk ekologi tetapi juga menjadi sumber penelitian ilmiah, pendidikan dan wisata. Kondisi ini menunjukkan bahwa laut Indonesia bukan hanya luas, tetapi juga hidup dan produktif.

6. Transportasi Laut yang Vital

Dengan ribuan pulau yang tersebar, transportasi laut menjadi sistem utama untuk memindahkan orang dan barang. Kapal penyeberangan, kapal kargo dan moda transportasi laut lainnya menghubungkan pulau-pulau besar maupun kecil. Hal ini memungkinkan integrasi ekonomi antarwilayah dan mendukung distribusi barang kebutuhan pokok, komoditas, serta jasa di seluruh Nusantara.

7. Sejarah Maritim yang Panjang

Sejak zaman prasejarah, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan laut untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari perdagangan hingga penyebaran budaya. Kerajaan maritim, seperti Sriwijaya dan Majapahit menunjukkan bagaimana laut menjadi tulang punggung perdagangan regional dan pengembangan politik.

Baca Juga: Hidupkan Kembali Visi Maritim Riau: Laut adalah Masa Depan Ekonomi Daerah

Seberapa Istimewa Julukan Negara Maritim bagi Indonesia?

Julukan negara maritim memiliki arti penting bagi Indonesia karena memberikan keunggulan bagi bangsa ini, baik dari sisi geografis, sumber daya, maupun ekonomi.

Berikut beberapa alasan yang menjelaskan keistimewaan julukan tersebut:

1. Wilayah Laut yang Luas

Salah satu keistimewaan utama adalah wilayah laut Indonesia yang sangat luas. Batas wilayah laut Indonesia ditarik dari garis terdekat di perairan terdalam hingga ke garis terluar sekitar 200 mil laut, yang kemudian menjadi bagian dari yurisdiksi negara.

Luas wilayah ini tidak hanya menambah dimensi geografis Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi strategis negara dalam jalur perdagangan internasional dan hubungan maritim regional.

2. Kaya Sumber Daya Alam

Laut Indonesia bukan sekadar wilayah kosong, tetapi merupakan sumber daya tambahan yang menjanjikan. Berbagai jenis sumber daya alam dapat ditemukan di wilayah laut, mulai dari ikan, terumbu karang, mineral hingga energi laut. Baik itu sumber daya yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui, semuanya berpotensi mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional.

3. Potensi Cadangan Ekonomi

Wilayah laut Indonesia merupakan kawasan ekonomi yang sangat potensial. Pemanfaatan laut tidak terbatas pada perikanan, tetapi juga mencakup sektor pariwisata bahari, jasa transportasi laut, pelabuhan dan industri maritim lainnya.

Potensi ini menjadikan laut sebagai sumber ekonomi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Julukan negara maritim bagi Indonesia bukan hanya simbol identitas geografis tetapi juga menegaskan posisi strategis, kekayaan sumber daya dan peluang ekonomi yang dimiliki. Laut menjadi fondasi penting yang membuat Indonesia unik dan memiliki keunggulan dibandingkan negara lainnya.

Baca Juga: IMW 2025: Indonesia Dituntut Tangguh Hadapi Risiko Maritim Global

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK