Alasan Pelangi Sering Muncul Setelah Hujan dan Proses Terbentuknya

AKURAT.CO Kita sering kali melihat wujud pelangi di langit setelah hujan reda pada siang atau sore hari. Biasanya pelangi berbentuk setengah lingkaran dengan beragam warna yang sangat menarik perhatian banyak orang.
Walaupun begitu, kehadiran pelangi di langit tidak muncul begitu saja karena hujan telah usai, tetapi dapat dijelaskan secara ilmiah.
Baca Juga: Bagaimana Pelangi Terbentuk Penuh Warna di Langit?
Lalu, apa penyebab pelangi sering kali muncul setelah hujan?
Proses Terbentuknya Pelangi
Pelangi di langit merupakan ilusi optik akibat pertemuan cahaya matahari, air hujan, serta keberadaan lokasi pengamat.
Idealnya, posisi matahari berada cukup rendah di langit atau berada pada posisi 42o dari garis cakrawala dan air hujan berada di depannya agar keduanya bertemu kemudian menjadi prisma-prisma kecil.
Sementara itu, posisi pengamat berada membelakangi cahaya matahari agar pelangi dapat terlihat di atas langit. Hal tersebut menjadi penyebab utama kenapa pelangi sering kali muncul setelah hujan.
Bentuk pelangi sebenarnya bukanlah setengah lingkaran, melainkan lingkaran utuh. Bentuk setengah lingkaran ini akibat dilihat dari permukaan tanah, dan akan terlihat utuh jika dilihat dari udara atau dari dalam pesawat.
Meski sering muncul setelah hujan, pelangi juga dapat terlihat pada kondisi lain, misalnya di sekitar air terjun, semburan ombak laut, atau ketika udara berkabut.
Baca Juga: Yuk, Berburu Pelangi di Taman Nasional Pinnacles California
Warna Pelangi
Pelangi memiliki 7 warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna tersebut disebabkan dari tiap panjang gelombang cahaya matahari. Setiap panjang gelombang tersebut tertekuk dan terbiaskan ketika cahaya memasuki tetesan air. Semakin panjang gelombang cahayanya, semakin sedikit tertekuk warnanya.
Warna ungu merupakan gelombang terpendek dari matahari karena memiliki panjang gelombang sekitar 400 nanometer, sehingga paling banyak tertekuk.
Berbeda dengan warna merah, warna merah menjadi gelombang terpanjang sekitar 650 nanometer, sehingga warna merah menjadi warna yang paling sedikit tertekuk.
Dengan panjang gelombang masing-masing tersebut, jadilah pelangi yang seperti kita ketahui sekarang, warna merah berada pada paling atas pelangi, sementara warna ungu berada pada paling bawah pelangi.
Dewi Triana R. (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









