Akurat

Akibatkan Ledakan di Pamulang, Apa Penyebab Septic Tank Meledak?

Naufal Lanten | 12 September 2025, 12:54 WIB
Akibatkan Ledakan di Pamulang, Apa Penyebab Septic Tank Meledak?

 

AKURAT.CO Pada Jumat, 12 September 2025 sekitar pukul 05.20 WIB, terjadi ledakan yang menyebabkan sejumlah bangunan rumah rusak dan tujuh orang terluka di Pamulang, Tangerang Selatan.  Diketahui bahwa ledakan tersebut bersumber dari septic tank di salah satu rumah warga.

Kebanyakan orang menganggap septic tank hanya sekadar tempat pembuangan limbah rumah tangga. Namun, di balik fungsinya, septic tank ternyata bisa menjadi bom waktu jika tidak dirawat dengan benar. Ledakan septic tank sudah beberapa kali terjadi, baik di Indonesia maupun di luar negeri, menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa.

Apa sebenarnya yang membuat septic tank bisa meledak? Gas apa yang terkandung di dalamnya? Dan bagaimana cara mencegah tragedi serupa? Mari kita bahas lebih dalam.


Gas Berbahaya yang Mengendap di Dalam Septic Tank

Septic tank adalah ruang tertutup yang bekerja dengan sistem anaerobik, artinya bakteri memecah limbah tanpa kehadiran oksigen. Proses ini menghasilkan beberapa jenis gas:

  • Metana (CH₄), gas tak berbau dan sangat mudah terbakar. Jika terkumpul pada kadar 5–15 persen di udara, campuran ini masuk dalam kategori rentan meledak.

  • Hidrogen sulfida (H₂S), gas berbau telur busuk yang bisa mematikan jika konsentrasinya tinggi. Ironisnya, pada kadar berbahaya, indera penciuman manusia bisa mati rasa sehingga korban tidak sadar menghirupnya.

  • Gas lain seperti karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), hingga sedikit hidrogen (H₂) juga bisa hadir dan menambah risiko keracunan maupun ledakan.

Gas-gas ini seharusnya keluar lewat pipa ventilasi. Jika ventilasi tersumbat atau tertutup, gas akan terperangkap dan menumpuk di dalam tangki. Inilah yang sering menjadi awal masalah.


Bagaimana Septic Tank Bisa Meledak?

Ledakan septic tank terjadi karena adanya kombinasi antara gas mudah terbakar dan sumber pengapian. Secara sederhana, mekanismenya bisa dijelaskan sebagai berikut:

  1. Limbah organik di dalam septic tank terurai, menghasilkan metana dan gas lain.

  2. Gas terkumpul di ruang tertutup akibat ventilasi tidak berfungsi dengan baik.

  3. Konsentrasi gas masuk ke dalam rentang mudah terbakar.

  4. Ada percikan api, entah dari puntung rokok, kabel listrik, alat las, atau bahkan listrik statis.

  5. Gas menyala seketika dan menimbulkan ledakan.

Ledakan bisa membuat tutup septic tank terlempar, coran beton di atasnya hancur, bahkan memicu keruntuhan struktur di sekitar.


Tragedi Serupa di Dunia

Ledakan akibat gas limbah juga tercatat di berbagai negara lain. Di Amerika Serikat, Inggris, hingga Jerman, laporan ledakan tangki pengolahan limbah (digester) dan septic tank menimbulkan kerugian besar. Sebagian besar dipicu oleh aktivitas perbaikan menggunakan las, atau pengurasan tanpa prosedur keselamatan.

Dalam catatan keselamatan industri, ledakan anaerobic digester bahkan masuk kategori “high-risk event” karena sifat gas metana yang sangat mudah terbakar.


Faktor-Faktor Pemicu Ledakan Septic Tank

Selain gas dan api, ada beberapa hal lain yang meningkatkan risiko:

  • Ventilasi septic tank tersumbat atau sengaja ditutup.

  • Pembuangan limbah cair berbahaya seperti bensin, pelarut, atau bahan kimia rumah tangga.

  • Kurangnya perawatan, septic tank jarang dikuras sehingga gas terus menumpuk.

  • Perbaikan yang sembrono, seperti melakukan pengelasan atau merokok di dekat tangki.

  • Konstruksi penutup yang rapuh sehingga tidak bisa menahan tekanan ledakan.


Bahaya Tersembunyi: Gas yang Mematikan Tanpa Ledakan

Selain meledak, septic tank juga bisa membunuh secara diam-diam. Gas hidrogen sulfida pada konsentrasi tinggi bisa menyebabkan orang yang masuk ke septic tank pingsan hanya dalam hitungan detik. Banyak kasus kematian terjadi bukan hanya pada pekerja yang masuk ke septic tank, tetapi juga pada penolong yang ikut turun tanpa perlengkapan pelindung.


Cara Mencegah Ledakan Septic Tank

Risiko ini sebenarnya bisa dicegah dengan langkah sederhana tapi disiplin. Beberapa di antaranya:

  • Pastikan septic tank memiliki ventilasi yang berfungsi baik dan tidak tersumbat.

  • Lakukan pengurasan secara berkala menggunakan jasa profesional.

  • Jangan buang bahan kimia mudah terbakar atau beracun ke saluran pembuangan.

  • Hindari aktivitas yang memicu percikan api di sekitar septic tank.

  • Jika harus melakukan perbaikan, gunakan detektor gas untuk mengukur kondisi udara dan pastikan ada ventilasi yang memadai.

  • Perlakukan septic tank sebagai ruang tertutup berbahaya (confined space) sehingga hanya tenaga terlatih dengan peralatan lengkap yang boleh masuk.


Kesimpulan

Septic tank bukan hanya sekadar tempat limbah, tapi juga bisa menjadi sumber bahaya jika diabaikan. Gas yang dihasilkan dari proses alami penguraian limbah dapat berubah menjadi bom waktu ketika bercampur dengan percikan api. Kasus-kasus di Indonesia maupun luar negeri sudah membuktikan hal ini bukan sekadar cerita.

Dengan perawatan rutin, ventilasi yang baik, serta kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar septic tank, risiko ledakan bisa ditekan seminimal mungkin.


Baca Juga: Entaskan Masalah Sanitasi di Jakarta, DPRD Percepat Pembangunan Septic Tank Komunal

Baca Juga: Ledakan di Toko Mainan Ikonik di Moskow Dekat Eks Markas KGB Soviet Renggut Korban Jiwa

FAQ

1. Apakah benar septic tank bisa meledak?
Ya, septic tank bisa meledak meskipun jarang terjadi. Ledakan biasanya dipicu oleh akumulasi gas berbahaya seperti metana (CH₄), hidrogen sulfida (H₂S), dan amonia yang mudah terbakar.

2. Gas apa saja yang menyebabkan septic tank berpotensi meledak?
Gas utama yang berperan adalah metana (CH₄) yang sangat mudah terbakar. Selain itu, hidrogen sulfida (H₂S) dan amonia juga memperbesar risiko ledakan jika terkumpul dalam jumlah besar tanpa ventilasi.

3. Faktor apa yang paling sering memicu ledakan septic tank?

  • Akumulasi gas tanpa ventilasi

  • Adanya sumber api atau percikan listrik di sekitar septic tank

  • Struktur septic tank yang tidak sesuai standar teknis

  • Pembersihan menggunakan bahan kimia berlebihan yang mempercepat pembentukan gas

4. Apakah kasus ledakan septic tank pernah terjadi di Indonesia?
Ya. Beberapa kali diberitakan di media lokal, ledakan septic tank terjadi akibat akumulasi gas dan percikan api, terutama saat perbaikan atau penyedotan dilakukan tanpa prosedur keamanan.

5. Apa bahaya selain ledakan dari gas di septic tank?
Selain risiko ledakan, gas seperti hidrogen sulfida (H₂S) bisa mematikan jika terhirup dalam kadar tinggi. Korban bisa mengalami pingsan, kerusakan paru-paru, hingga kematian mendadak.

6. Bagaimana cara mencegah septic tank meledak?

  • Pastikan ada sistem ventilasi yang baik pada septic tank

  • Hindari menyalakan api, rokok, atau peralatan listrik di dekat septic tank

  • Gunakan jasa profesional berlisensi saat penyedotan atau perbaikan

  • Lakukan perawatan berkala sesuai standar teknis

7. Apakah septic tank harus diganti secara berkala?
Tidak selalu diganti, tetapi perlu dikuras secara rutin (3–5 tahun sekali tergantung kapasitas dan penggunaan) serta dicek kondisi strukturnya agar aman dan berfungsi optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.