Akurat

Cara Sederhana Menyuruh, Melarang dan Mengarahkan dengan Kalimat Perintah

Eko Krisyanto | 9 September 2025, 07:15 WIB
Cara Sederhana Menyuruh, Melarang dan Mengarahkan dengan Kalimat Perintah

AKURAT.CO Mengenal dan mendalami kalimat perintah agar tidak asal mengeluarkan perintah.

Pernahkah kamu mendengar orang berkata, "Tolong hemat air!" atau "Jangan ribut, anak-anak!" Dua kalimat sederhana itu termasuk kalimat perintah, sebuah bentuk kalimat yang hampir setiap hari kita dengar, ucapkan bahkan tuliskan.

Meski terlihat sepele, kalimat perintah ternyata memiliki aturan, fungsi, dan tujuan komunikasi yang jelas.

Apa Itu Kalimat Perintah?

Secara sederhana, kalimat perintah adalah kalimat yang bermakna menyuruh, meminta atau mengarahkan orang lain melakukan sesuatu. Artinya, kalimat ini lahir dari kehendak penutur dan ditujukan kepada lawan bicara agar segera melaksanakan apa yang diucapkan.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kalimat perintah sering ditandai dengan tanda seru (!) di akhir kalimat. Namun, dalam komunikasi lisan, penekanan suara juga menjadi ciri khas yang membedakan kalimat perintah dengan kalimat berita maupun tanya.

Baca Juga: Mengenal Kata Kerja: Jenis, Contoh, dan Fungsinya dalam Kalimat

Ciri-ciri Kalimat Perintah

Untuk mengenali kalimat perintah, ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan:

1. Jika diucapkan, intonasinya naik di awal lalu menurun di akhir.
2. Kata yang ditegaskan biasanya berupa kata dasar.
3. Berpola kalimat inversi, yakni Predikat lebih dulu diikuti Subjek.
4. Menggunakan partikel -lah atau -kan untuk menegaskan perintah.
5. Dalam bahasa tulis, sering diakhiri dengan tanda seru (!).

Contoh Kalimat Perintah

1. Tolong matikan kran air itu!
2. Jangan membuka jendela!
3. Jangan berisik!
4. Keluar dari sini!
5. Cepat datang ke sini!

Tujuan Kalimat Perintah

Kalimat perintah tidak semata-mata bertujuan untuk "menyuruh." Fungsinya lebih luas, tergantung konteks dan kebutuhan penutur.

Baca Juga: Rahasia Kekuatan Doa Nabi Yunus: Kalimat Pendek yang Menyelamatkan dari Kesulitan Hidup

Beberapa di antaranya adalah:

1. Memberi instruksi
"Tolong tutup pintunya!" atau "Ambilkan buku di atas meja!"

2. Memberi saran
"Sebaiknya kamu belajar lebih giat."

3. Menyampaikan permintaan
"Tolong jaga adikmu sebentar."

4. Memberi larangan
"Jangan bermain di jalan!"

5. Menyatakan keharusan
"Kamu harus menyelesaikan tugas ini hari ini."

Mengapa Kalimat Perintah Penting?

Kalimat perintah memainkan peran besar dalam komunikasi sehari-hari. Di kelas, guru menggunakan kalimat perintah untuk memberi instruksi pada murid. Di rumah, orang tua memakainya untuk mendidik anak. Bahkan di ruang publik, kalimat perintah dipakai untuk menjaga ketertiban, misalnya "Dilarang berhenti!" atau "Gunakan sabuk pengaman!"

Menariknya, kalimat perintah juga bisa digunakan dengan nada berbeda, ada yang keras dan tegas, ada pula yang halus seperti permintaan atau saran. Cara menyampaikannya menentukan bagaimana kalimat itu diterima lawan bicara.

Baca Juga: Apa Itu Kalimat Opini? Yuk, Kenali Ciri dan Contohnya di Sini!

Kesimpulan

Kalimat perintah bukan sekadar "suruhan" tetapi salah satu alat komunikasi penting yang membuat interaksi lebih terarah. Dengan memahami definisi, ciri, contoh, dan tujuannya, kita bisa menyampaikan maksud dengan jelas, sekaligus menyesuaikan nada agar lebih sopan atau lebih tegas sesuai kebutuhan. Jadi, lain kali ketika kamu berkata, "Tolong kerjakan tugas ini!" ingatlah bahwa kamu sedang menggunakan salah satu bentuk kalimat paling efektif dalam bahasa.

Laporan: Mutiara MY/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK