Fenomena Kulminasi Matahari, Indonesia Akan Alami Hari Tanpa Bayangan 2025

AKURAT.CO Fenomena kulminasi Matahari kembali akan terjadi di Indonesia pada tahun 2025. Peristiwa ini dikenal juga dengan sebutan 'hari tanpa bayangan' karena posisi Matahari berada tepat di atas kepala.
Dikutip dari keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (3/9/2025), kulminasi akan berlangsung dua kali dalam setahun. Hal ini terjadi karena letak Indonesia berada di garis khatulistiwa.
Untuk tahun depan, peristiwa ini dimulai pada 20 Februari 2025 di Baa, NTT dan berakhir 4 April 2025 di Sabang, Aceh. Sementara kulminasi kedua berlangsung 7 September hingga 21 Oktober 2025.
Fenomena ini terjadi akibat gerak semu Matahari yang dipengaruhi kemiringan sumbu rotasi bumi sebesar 23,5 derajat. Dinamika tersebut membuat Matahari tampak berada di titik tertinggi sehingga bayangan benda seolah menghilang.
Meskipun wajar terjadi setiap tahun, kulminasi bisa membawa sejumlah dampak. Masyarakat disarankan memahami efeknya agar bisa lebih siap menghadapinya.
Berikut dampak kulminasi Matahari:
1. Cahaya terasa lebih menyilaukan karena bayangan hilang tepat di bawah objek.
2. Potensi paparan sinar ultraviolet lebih tinggi dari biasanya, terutama pada siang hari.
3. Suhu bisa terasa lebih panas, meski kenaikan biasanya tidak terlalu ekstrem.
Berikut cara mengantisipasi kulminasi:
- Hindari beraktivitas di luar ruangan saat siang jika tidak mendesak.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi.
- Gunakan sunscreen sesuai jenis kulit.
- Kenakan kacamata hitam saat berkendara atau beraktivitas di luar ruangan.
- Pilih pakaian tipis, ringan dan menyerap keringat, hindari pakaian tebal.
Fenomena kulminasi Matahari merupakan peristiwa tahunan yang alami di Indonesia. Dengan cara antisipatif sederhana, masyarakat tetap bisa beraktivitas nyaman meski di tengah teriknya hari tanpa bayangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









