Akurat

Cara Merencanakan Pembelajaran Berdiferensiasi yang Efektif di Kelas: Panduan Lengkap Guru

Idham Nur Indrajaya | 29 Agustus 2025, 16:50 WIB
Cara Merencanakan Pembelajaran Berdiferensiasi yang Efektif di Kelas: Panduan Lengkap Guru

 

AKURAT.CO Bagaimana merencanakan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan di kelas Bapak/Ibu guru sehingga diyakini dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan pembelajaran? Simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawabannya.

Setiap siswa datang ke kelas dengan latar belakang, minat, serta kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami materi, ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk mencerna. Inilah alasan pembelajaran berdiferensiasi menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan.

Menurut Sutiyatmi dan Ananta Vidya (2024:24) dalam buku Pembelajaran Berdiferensiasi, pendekatan ini adalah proses belajar mengajar di mana siswa bisa mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, atau minat yang mereka sukai.

Pendekatan ini juga ditekankan dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi para guru melalui berbagai modul pembelajaran, salah satunya Modul 1 Topik 2: Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi.


Modul 1 Topik 2 PPG: Refleksi Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

Di dalam Platform Merdeka Belajar, guru peserta PPG diminta membuat refleksi terkait pengalaman mereka menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Refleksi ini biasanya berbentuk cerita yang menggambarkan bagaimana guru merancang pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan karakteristik siswa.

Terdapat pertanyaan sebagai berikut: 

Bagaimana merencanakan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan di kelas Bapak/Ibu guru sehingga diyakini dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan pembelajaran?

Contoh jawaban reflektif yang umum diberikan adalah sebagai berikut:

  • Guru memulai dengan identifikasi kebutuhan, kesiapan, serta minat belajar siswa.

  • Setelah itu, mereka bisa menyusun program pembelajaran yang relevan, misalnya dengan mengelompokkan siswa berdasarkan gaya belajar: visual, auditori, atau kinestetik.

  • Selanjutnya, guru melakukan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas strategi tersebut.

Refleksi ini membuat guru semakin sadar bahwa setiap siswa perlu difasilitasi sesuai kebutuhan uniknya. Hasil akhirnya adalah siswa bisa mengembangkan potensi masing-masing dengan lebih optimal.


Langkah-Langkah Merencanakan Pembelajaran Berdiferensiasi

Agar refleksi tadi tidak hanya jadi wacana, guru bisa mengimplementasikan langkah konkret berikut dalam keseharian di kelas:

1. Memahami Kebutuhan Belajar Siswa

Tidak ada pembelajaran berdiferensiasi tanpa pemahaman mendalam tentang peserta didik. Guru perlu memetakan kebutuhan belajar sejak awal.

Biasanya dilakukan melalui:

  • Observasi langsung di kelas, melihat bagaimana siswa merespons penjelasan atau aktivitas.

  • Interaksi personal, misalnya lewat diskusi singkat, tanya jawab, atau refleksi tertulis.

  • Identifikasi gaya belajar, apakah siswa lebih suka visual, audio, atau praktik langsung.

  • Menelusuri latar belakang pengetahuan, sehingga guru tahu dari titik mana pembelajaran bisa dimulai.

Pemetaan ini akan menjadi dasar dalam menyusun strategi mengajar yang tepat. Dengan begitu, siswa tidak merasa kesulitan atau sebaliknya, merasa bosan karena materi terlalu mudah.

2. Merancang Rencana yang Fleksibel

Setelah kebutuhan belajar siswa dipetakan, langkah berikutnya adalah menyusun rencana pembelajaran yang fleksibel dan relevan. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan guru:

Fleksibilitas dalam Konten, Proses, dan Produk

Guru tidak hanya terpaku pada satu cara mengajar. Misalnya:

  • Konten: Siswa bisa mempelajari materi dari video, artikel, atau presentasi.

  • Proses: Beberapa siswa bisa belajar lewat diskusi kelompok, sementara yang lain lebih cocok dengan praktik mandiri.

  • Produk: Alih-alih hanya ujian tulis, guru bisa memberi pilihan proyek, presentasi, atau karya kreatif.

Menciptakan Lingkungan Inklusif

Kelas harus menjadi ruang yang aman bagi semua siswa. Guru perlu memberi perhatian khusus bagi siswa dengan kebutuhan khusus tanpa membuat mereka merasa berbeda.

3. Evaluasi dan Refleksi Berkala

Evaluasi bukan hanya soal nilai, tapi juga melihat apakah strategi yang digunakan sudah sesuai. Guru bisa meminta feedback dari siswa atau melakukan refleksi pribadi setelah mengajar.


Insight dari Refleksi Modul 1 Topik 2

Bagi guru peserta PPG, refleksi pada Modul 1 Topik 2 tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga latihan penting untuk melihat kembali praktik mengajar sehari-hari. Dengan refleksi, guru bisa menilai:

  • Apa yang sudah berhasil?

  • Apa yang perlu diperbaiki?

  • Bagaimana strategi bisa disesuaikan dengan kondisi kelas yang berbeda?

Kesadaran ini membuat pembelajaran berdiferensiasi lebih mudah diterapkan, karena guru benar-benar memahami kebutuhan siswanya.


FAQ seputar Pembelajaran Berdiferensiasi

1. Apa itu pembelajaran berdiferensiasi?

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan mengajar yang menyesuaikan strategi dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan unik setiap siswa. Tujuannya agar semua siswa bisa belajar secara optimal sesuai dengan potensinya.

2. Bagaimana cara menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas besar?

Guru bisa menggunakan strategi pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar, memberikan pilihan aktivitas, serta menggunakan media belajar yang beragam. Dengan begitu, meskipun jumlah siswa banyak, mereka tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan.

3. Apa manfaat pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa?

Manfaat utamanya adalah siswa merasa lebih diperhatikan, lebih termotivasi, dan bisa berkembang sesuai potensinya. Mereka juga belajar dengan cara yang paling nyaman dan efektif bagi diri mereka sendiri.

4. Apa manfaatnya bagi guru?

Bagi guru, pembelajaran berdiferensiasi membantu menciptakan kelas yang lebih kondusif, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. Guru juga belajar lebih peka terhadap kebutuhan peserta didik.

5. Apakah pembelajaran berdiferensiasi hanya untuk siswa dengan kebutuhan khusus?

Tidak. Pembelajaran berdiferensiasi ditujukan untuk semua siswa, baik yang memiliki kebutuhan khusus maupun yang tidak, karena setiap anak memiliki karakteristik belajar yang berbeda.


Kesimpulan

Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar teori, tetapi keterampilan nyata yang dibutuhkan guru masa kini. Melalui pemetaan kebutuhan siswa, perencanaan fleksibel, penciptaan lingkungan inklusif, hingga evaluasi rutin, tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan lebih efektif.

Refleksi dalam Modul 1 Topik 2 PPG mengingatkan guru untuk selalu menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan siswanya. Dengan begitu, pembelajaran di kelas tidak hanya memenuhi target kurikulum, tetapi juga membantu siswa mengembangkan potensi terbaiknya.

Kalau kamu seorang guru atau calon pendidik, coba praktikkan langkah-langkah ini di kelasmu. Dengan konsistensi, pembelajaran berdiferensiasi bisa menjadi kunci keberhasilan proses belajar mengajar di era Merdeka Belajar.

Baca Juga: Perlukah Guru Menguasai Pembelajaran dalam Lingkungan Sekolah? Simak Jawabannya!

Baca Juga: Pengalaman yang Berkesan Positif Maupun Negatif Selama Proses Pengelolaan Kinerja Guru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.