Akurat

Ternyata, Suhu Paling Dingin di Indonesia Bukan di Dataran Rendah

Eko Krisyanto | 26 Agustus 2025, 10:43 WIB
Ternyata, Suhu Paling Dingin di Indonesia Bukan di Dataran Rendah

AKURAT.CO Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan dua musim, yakni kemarau dan hujan.

Rata-rata suhu tahunan di Indonesia berkisar antara 27 hingga 30 derajat Celsius, bahkan di beberapa kota besar seperti Jakarta, bisa mencapai 33 hingga 36 derajat Celsius. Namun, ada beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki suhu sangat dingin.

Faktanya, suhu paling dingin di Indonesia bukan terjadi di daerah dataran rendah, melainkan di kawasan pegunungan tinggi. Daerah-daerah ini memiliki ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.
 
Salah satu kawasan tersebut, seperti Puncak Jaya di Papua, bahkan memiliki lapisan es dan salju abadi, meskipun luasnya terus menyusut akibat perubahan iklim.
 

Rekor Suhu Paling Dingin yang Tercatat di Indonesia

Suhu paling dingin di Indonesia pernah tercatat di Puncak Jaya, Papua, dengan suhu yang diperkirakan bisa turun hingga sekitar minus beberapa derajat Celsius. Beberapa menyebut suhu ekstrem di kawasan ini bahkan dapat mencapai di bawah minus 5 derajat Celsius, mengingat ketinggiannya yang hampir 5.000 meter di atas permukaan laut dan adanya lapisan es serta salju tropis.

Puncak Jaya Papua

Puncak Jaya, yang juga dikenal sebagai Piramida Carstensz, merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan salah satu dari Tujuh Puncak Indonesia.

Berada di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, Puncak Jaya masih memiliki sisa gletser es dan salju tropis, meskipun luasnya terus menyusut akibat perubahan iklim.

Beberapa faktor yang memicu suhu dingin ekstrem di Puncak Jaya, antara lain:
  • Ketinggian: Semakin tinggi suatu tempat, maka suhu udaranya akan semakin rendah karena tekanan udara yang berkurang.
  • Radiasi: Ketinggian membuat radiasi matahari lebih kuat pada siang hari, namun panasnya akan sangat cepat hilang pada malam hari, menyebabkan suhu yang sangat dingin.
  • Angin Kencang: Angin di ketinggian Puncak Jaya berembus sangat kencang, menciptakan efek wind chill yang membuat suhu terasa jauh lebih dingin dari aslinya.

Apa yang Menyebabkan Suhu Dingin Ekstrem?

Fenomena suhu dingin ekstrem di pegunungan tinggi Indonesia umumnya terjadi saat musim kemarau, terutama antara bulan Juni hingga Agustus. Pada periode ini, angin muson timur yang membawa massa udara kering dan relatif lebih dingin dari daratan Australia menjadi dominan.

Saat musim kemarau, langit cenderung cerah dan awan yang biasanya memerangkap panas tidak terbentuk.
 
Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dengan mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Hal ini menyebabkan suhu anjlok secara drastis saat malam dan dini hari, khususnya di daerah pegunungan yang suhunya memang sudah rendah. Dampak dari fenomena suhu ekstrem ini tidak hanya dirasakan pada suhu udara, tetapi juga berdampak pada ekosistem sekitar:
  • Terbentuknya embun es (frost): Fenomena ini muncul ketika suhu permukaan turun di bawah nol derajat Celsius, sehingga uap air membeku menjadi kristal es halus yang menyelimuti dedaunan dan tanah.
  • Matinya tanaman pertanian: Suhu di bawah titik beku dapat menyebabkan pembekuan cairan dalam tanaman, merusak sel-selnya, dan menyebabkan tanaman layu atau mati.
  • Pencairan gletser: Meskipun suhu di puncak pegunungan masih sangat rendah, perubahan iklim global menyebabkan gletser abadi di Puncak Jaya terus mengalami penyusutan.
Meskipun Indonesia adalah negara tropis, suhu paling dingin yang pernah tercatat di Indonesia terjadi di Puncak Jaya, Papua, dengan suhu yang diperkirakan bisa turun hingga sekitar minus beberapa derajat Celsius. Fenomena ini disebabkan oleh kombinasi faktor seperti ketinggian, radiasi, dan pengaruh angin muson dari Australia. Kondisi ini tidak hanya menjadi bukti keragaman iklim di Indonesia, tetapi juga pengingat tentang dampak perubahan iklim yang perlu kita waspadai.
 
Semoga artikel ini bisa memberikan pemahaman yang komprehensif bagi Anda.
 
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R