Es di Puncak Gunung Jayawijaya Bakal Habis, Aktivis Jeda Iklim: Itu Akan Terjadi

AKURAT.CO, Aktivis Jeda Untuk Iklim Melissa Kowara mengamini prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang es di puncak di Gunung Jayawijaya akan habis pada 2025.
Melissa mengatakan bahwa pemanasan global menjadi penyebab utama es di puncak Gunung Jayawijaya akan habis. Dia menyebut suhu bumi meningkat setiap tahunnya.
"Saya rasa sudah jelas karena memang itu akan terjadi dan kerusakan alam yang sekarang terus terjadi menjadi sumber utama krisis iklim pemanasan global, " kata Melissa kepada AKURAT.CO di sela-sela aksi Global Climate Strike di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/3/2022).
Menurut perempuan berkacamata itu, prediksi BMKG harus menjadi perhatian besar, khususnya bagi pemerintah. Dia meminta pemerintah lebih sadar soal kerusakan alam yang ditimbulkan akibat keserakahan manusia.
"Yang dipertanyakan adalah kesadaran pemangku kebijakan. Apakah mereka bisa mendengarkan science di atas kemarukan jangka pendek?, " ucap Melissa.
Melissa menilai, sikap pemerintah dalam menyikapi permasalahan kerap terlambat. Dia mencontohkan kasus pandemi Covid-19 pada 2020 silam.
"Dan memang saya selalu melihat bahwa pemangku kebijakan kita sekarang seperti tidak mengerti science, agak mirip dengan kasus pandemi awal-awal, di mana mereka kekeh sekali gak akan ada pandemi di Indonesia, tapi akhirnya terlambat gerak," tuturnya.
Melissa menegaskan perilaku merusak lingkungan harus dibuang jauh-jauh.
"Sadarlah ketika apa yang kalian lakukan itu membunuh diri sendiri dan membunuh anak cucumu sendiri," sindir Melissa.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, kondisi es di puncak Gunung Jayawijaya, Papua akan punah pada 2025. Hal ini diakibatkan oleh perubahan iklim yang efeknya sudah terlihat dari sekarang.
"Penyusutan gunung es Puncak Jayawijaya yang diteliti oleh BMKG diprediksi (pada) tahun 2025, es itu sudah punah, sudah tidak ada di puncak Jayawijaya lagi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi


