Pesona Hewan Bercahaya di Malam Hari

AKURAT.CO Keajaiban alam tak pernah ada habisnya. Saat malam tiba dan gelap menyelimuti, banyak makhluk hidup, termasuk hewan, yang seolah memiliki sihirnya sendiri, memancarkan cahaya dari tubuh mereka.
Fenomena ini, yang dikenal sebagai bioluminesensi, tidak hanya menakjubkan mata tetapi juga menyimpan banyak misteri dan fungsi penting bagi kelangsungan hidup hewan tersebut.
Apa itu bioluminesensi? Secara sederhana, bioluminesensi adalah kemampuan suatu organisme hidup untuk menghasilkan dan memancarkan cahayanya sendiri melalui reaksi kimia.
Baca Juga: 10 Hewan Terkuat di Dunia: Dari Serangga Mini hingga Predator Raksasa
Reaksi ini melibatkan senyawa bernama luciferin dan luciferase. Ketika kedua senyawa ini bereaksi, terciptalah cahaya dingin yang sering kita lihat pada kunang-kunang atau ubur-ubur.
Ragam Hewan Bercahaya
Cahaya yang dihasilkan oleh hewan-hewan ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari menarik pasangan, memburu mangsa hingga melindungi diri dari predator.
Berikut adalah beberapa contoh hewan bercahaya yang paling terkenal dan menakjubkan:
1. Kunang-kunang
Siapa yang tak kenal dengan serangga kecil ini? Kunang-kunang (Lampyridae) adalah salah satu contoh hewan-hewan yang bercahaya yang paling sering kita temui di alam liar. Cahaya yang mereka hasilkan digunakan sebagai alat komunikasi, terutama untuk menarik pasangannya.
Baca Juga: Dunia Hewan Melata: Spesies, Habitat, dan Peran Ekologisnya
Pola dan intensitas cahaya yang berbeda-beda menjadi kode khusus yang hanya dimengerti oleh spesiesnya sendiri. Beberapa spesies bahkan menggunakan cahaya untuk menipu dan memangsa kunang-kunang dari spesies lain.
2. Ubur-ubur
Di kedalaman lautan, ubur-ubur memancarkan cahaya yang menawan. Fenomena ini dapat ditemukan pada beberapa spesies ubur-ubur sejati, seperti Aequorea victoria.
Cahaya yang dihasilkan ubur-ubur berfungsi untuk mengejutkan predator, memikat mangsa atau bahkan memberikan sinyal kepada anggota kelompok lainnya.
Baca Juga: 10 Hewan Paling Berbahaya di Dunia yang Bisa Mengancam Nyawa Manusia, dari Nyamuk hingga Cacing
3. Cumi-cumi
Beberapa spesies cumi-cumi juga memiliki kemampuan bioluminesensi. Salah satunya adalah cumi-cumi firefly (Watasenia scintillans) yang ditemukan di perairan Jepang.
Cumi-cumi ini memancarkan cahaya biru-kehijauan dari organ khusus di tubuhnya yang disebut fotofor.
Cahaya ini digunakan untuk menarik perhatian mangsa, berkomunikasi dengan sesama atau sebagai bentuk kamuflase agar siluet tubuhnya menyatu dengan cahaya dari permukaan air, sehingga sulit dikenali oleh predator yang berada di bawahnya.
Baca Juga: 7 Hewan Tercepat di Dunia, Laju Mereka Beneran Ngebut!
4. Ikan Pemancing
Ikan pemancing (anglerfish) yang hidup di zona laut dalam yang gelap gulita memiliki "lampu" yang menggantung di atas kepalanya.
Alat pancing bercahaya ini merupakan modifikasi dari sirip punggungnya yang disebut esca.
Melalui simbiosis dengan bakteri bioluminesen, ikan ini dapat menghasilkan cahaya yang digunakan untuk memancing mangsa mendekat ke mulutnya.
Ini adalah contoh sempurna dari adaptasi evolusioner yang luar biasa, memungkinkan ikan bertahan hidup di lingkungan yang nyaris tanpa cahaya.
Baca Juga: 7 Hewan Langka Indonesia di Ambang Kepunahan, Akankah Kita Kehilangan Mereka?
Bertahan Hidup dan Berinteraksi
Mengapa hewan-hewan yang bercahaya ini membutuhkan kemampuan unik tersebut?
Selain untuk kawin dan mencari makan, fungsi bioluminesensi lainnya adalah sebagai berikut:
1. Pertahanan Diri
Beberapa hewan, seperti cumi-cumi yang disebutkan sebelumnya, menggunakan cahaya untuk mengaburkan pandangan predator.
Cumi-cumi firefly (Watasenia scintillans), misalnya, dapat mengeluarkan kilatan cahaya untuk mengganggu penglihatan musuh atau melarikan diri.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 8 Halaman 13: Memahami Sel Hewan dan Tumbuhan
2. Kamuflase
Cahaya dapat membantu hewan di laut dalam untuk menyamarkan diri dari predator yang berada di bawahnya dengan meniru cahaya yang masuk dari permukaan laut, teknik ini dikenal sebagai counterillumination.
Ikan pemancing dan beberapa jenis cumi-cumi memanfaatkan cahaya dari tubuh mereka untuk membuat siluetnya sulit dikenali di kegelapan laut dalam.
3. Peringatan
Cahaya juga dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi predator bahwa hewan tersebut beracun, tidak enak dimakan atau berbahaya.
Beberapa spesies ubur-ubur dan organisme laut dalam akan memancarkan cahaya terang saat merasa terancam untuk menakuti atau membingungkan predator.
Baca Juga: Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta: BPJS Hewan Bukan Iuran Tapi Subsidi
Fenomena bioluminesensi pada hewan-hewan yang bercahaya adalah salah satu bukti kekayaan dan keindahan alam. Cahaya yang mereka pancarkan bukan sekadar hiasan, melainkan alat bertahan hidup yang sangat penting.
Dari hewan kunang-kunang hingga ikan pemancing, setiap cahaya memiliki cerita dan tujuan yang menakjubkan, mengingatkan kita bahwa dunia ini penuh dengan keajaiban yang menunggu untuk kita jelajahi.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









