Berbeda, Mengapa Suhu Sama Tapi Terasa Lebih Panas?

AKURAT.CO Pernahkah Anda pergi ke dua tempat yang memiliki suhu udara sama, misalnya 32 derajat Celcius, namun salah satunya terasa jauh lebih panas dan membuat lebih cepat berkeringat?
Fenomena ini sering kali membuat bingung banyak orang. Kondisi ini menjelaskan bagaimana panas di suatu daerah bisa terasa berbeda walau ukuran suhu sama. Jawabannya bukan hanya tentang termometer, tetapi juga tentang bagaimana tubuh manusia berinteraksi dengan lingkungannya.
Persepsi manusia terhadap suhu panas tidak hanya dipengaruhi oleh suhu udara itu sendiri, melainkan juga oleh beberapa faktor lain, terutama kelembapan dan kecepatan angin.
Baca Juga: Fenomena Aphelion Bikin Suhu Udara Jadi Dingin, Benarkah?
Kombinasi faktor-faktor ini yang kemudian menciptakan apa yang kita kenal sebagai heat index atau indeks panas.
Faktor-faktor yang Membuat Panas Terasa Berbeda
Mengapa dua tempat dengan suhu yang sama bisa memberikan sensasi panas yang berbeda? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya terletak pada beberapa elemen cuaca kunci.
Memahami elemen-elemen ini membantu kita mengerti bagaimana panas di suatu daerah bisa terasa berbeda walau suhunya sama.
Baca Juga: Mengungkap Rahasia Suhu, Pahami Lebih Jauh Apa yang Dimaksud dengan Suhu
Berikut adalah tiga faktor utama yang memengaruhi bagaimana kita merasakan panas:
1. Kelembapan Udara
Kelembapan adalah jumlah uap air yang terdapat di udara. Saat cuaca sangat lembap, keringat dari tubuh kita tidak dapat menguap dengan efektif ke udara.
Karena proses penguapan ini adalah mekanisme utama tubuh untuk mendinginkan diri, hambatannya menyebabkan tubuh terasa lebih panas dan gerah.
Inilah mengapa pada hari yang lembap, suhu udara 32°C bisa terasa seperti 40°C atau lebih sebuah kondisi yang dikenal sebagai indeks panas (heat index).
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Suhu? Ini Penjelasan Ilmiah dan Fungsinya dalam Hidup Kita
2. Kecepatan Angin
Angin memainkan peran penting dalam membantu tubuh menghilangkan panas. Saat angin bertiup, ia mempercepat penguapan keringat dari permukaan kulit, memberikan efek pendinginan alami.
Di lingkungan yang tenang atau tanpa angin, proses ini melambat sehingga tubuh merasa lebih panas meskipun suhu udara tidak berubah.
Itulah mengapa di daerah tertutup atau padat bangunan, panas bisa terasa lebih menyengat.
Baca Juga: Apa Itu Suhu dalam Ilmu Fisika?
3. Radiasi Matahari
Sensasi panas juga dipengaruhi oleh seberapa besar radiasi Matahari yang langsung mengenai tubuh.
Di tempat terbuka tanpa naungan, paparan sinar Matahari jauh lebih intens. Sinar ini langsung diserap oleh kulit dan pakaian menyebabkan peningkatan suhu tubuh.
Akibatnya, kita bisa merasa jauh lebih panas dibandingkan saat berada di tempat teduh, meskipun suhu udara di kedua lokasi sebenarnya sama.
Baca Juga: Waduh, BMKG Umumkan Suhu Di 7 Kota Berikut Bisa Panas Mendidih, Di Mana Saja?
Mengenal Indeks Panas (Heat Index)
Indeks panas adalah ukuran yang lebih akurat untuk mengetahui seberapa panas cuaca yang "dirasakan" oleh tubuh manusia.
Indeks ini menggabungkan suhu udara dan kelembapan relatif untuk memberikan gambaran yang lebih realistis tentang beban panas yang dialami tubuh.
Saat kelembapan tinggi, keringat menguap lebih lambat, sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri.
Indeks panas penting untuk diperhatikan karena dapat menunjukkan potensi risiko kesehatan seperti heat exhaustion (kelelahan akibat panas) atau bahkan heat stroke (sengatan panas), terutama saat cuaca panas ekstrem.
Baca Juga: Suhu Panas di Indonesia Belakangan Ini, Simak Penjelasan BMKG
Sebagai contoh, jika suhu udara 30 derajat Celcius dengan kelembapan relatif 70 persen, tubuh kita mungkin akan merasakan panas seperti 38 derajat Celcius.
Inilah alasan mengapa peringatan cuaca dari badan meteorologi sering kali tidak hanya mencantumkan suhu udara tetapi juga nilai indeks panas yang bisa mencapai tingkat berbahaya.
Paparan langsung sinar matahari dan kurangnya angin juga dapat memperparah sensasi panas yang dirasakan, meskipun tidak selalu dihitung dalam indeks panas standar.
Baca Juga: Waspada Suhu Panas Di Indonesia, Ini Efek Buruknya Pada Mobil
Jadi, bagaimana panas di suatu daerah bisa terasa berbeda walau suhunya sama adalah karena adanya interaksi antara suhu udara, kelembapan dan angin.
Persepsi panas tidak sekadar angka pada termometer tetapi merupakan gabungan dari berbagai faktor yang memengaruhi kemampuan tubuh kita untuk mendinginkan diri.
Dengan memahami faktor-faktor ini kita dapat lebih bijak dalam menyikapi cuaca panas, seperti dengan menjaga hidrasi tubuh, mengenakan pakaian yang longgar atau mencari tempat teduh saat beraktivitas.
Ini adalah cara terbaik untuk tetap aman dan nyaman di tengah suhu cuaca ekstrem.
Baca Juga: Gelombang Panas Cerberus Ancam Rekor Suhu Tertinggi Di Eropa
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









