Akurat

Dunia Hewan Melata: Spesies, Habitat, dan Peran Ekologisnya

Eko Krisyanto | 5 Agustus 2025, 08:10 WIB
Dunia Hewan Melata: Spesies, Habitat, dan Peran Ekologisnya
 
AKURAT.CO Dunia hewan melata menyimpan keragaman biologis yang sangat luas dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
 
Hewan melata atau yang dikenal sebagai reptil adalah kelompok vertebrata berdarah dingin yang memiliki kulit bersisik dan berkembang biak dengan cara bertelur maupun melahirkan. 
 
Mereka tersebar di hampir seluruh wilayah dunia kecuali daerah kutub, dan mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi ekstrem. Penelitian tentang kelompok ini semakin intensif dilakukan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, perusakan habitat, serta perburuan liar yang mengancam kelangsungan hidup mereka.
 
Menurut Reptile Database, hingga Juni 2025 tercatat lebih dari 11.700 spesies reptil yang telah teridentifikasi. Mereka terdiri dari berbagai spesies yang tersebar di berbagai habitat, mulai dari hutan hujan tropis hingga gurun pasir.
 
Seperti Komodo yang hanya dapat ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sementara Iguana banyak ditemukan di kawasan Amerika Tengah dan Selatan.
 
Dilansir dari National Geographic, pakar herpetologi Dr. Emily Lawson mengatakan bahwa reptil adalah 'penjaga sunyi' dalam rantai makanan, menjaga keseimbangan populasi di ekosistem tempat mereka hidup.
 

Jenis-Jenis Reptil yang Umum Dikenal

1. Ular
 
Ular merupakan kelompok reptil yang paling beragam, dengan ratusan spesies baik yang berbisa seperti kobra, viper, dan mamba hitam, hingga yang tidak berbisa seperti ular sanca dan boa.
 
Ular berperan sebagai predator penting dalam mengendalikan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya.
 
2. Kadal
 
Kadal memiliki bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi, dari tokek kecil yang hidup di rumah hingga biawak besar seperti komodo.
 
Sebagian kadal mampu melepaskan ekornya sebagai mekanisme pertahanan dari pemangsa.
 
3. Kura-kura dan Penyu
 
Kelompok ini dikenal dengan cangkangnya yang keras dan lambat dalam bergerak. Mereka dapat hidup di daratan maupun perairan.
 
Penyu laut, misalnya, merupakan spesies yang bermigrasi ribuan kilometer setiap tahun untuk bertelur.
 
4. Buaya dan Aligator
 
Sebagai predator puncak di habitat air tawar dan rawa-rawa, buaya dan aligator memiliki kekuatan gigitan luar biasa. Keberadaan mereka menandakan kualitas ekosistem yang sehat, terutama di wilayah tropis.
 

Peran Ekologis Reptil dalam Alam

1. Sebagai Predator
 
Reptil membantu mengontrol populasi hewan kecil seperti tikus, serangga, dan amfibi. Peran ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan rantai makanan.
 
2. Sebagai Mangsa
 
Beberapa reptil juga menjadi makanan bagi hewan lain seperti burung pemangsa, mamalia besar, dan manusia di beberapa budaya lokal.
 
3. Sebagai Bioindikator
 
Karena sensitivitas mereka terhadap suhu dan kualitas lingkungan, reptil dapat menjadi indikator alami terhadap perubahan iklim atau degradasi habitat.
 
Sayangnya, hewan melata kini menghadapi ancaman serius.
 
Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, perdagangan satwa ilegal, dan polusi mengakibatkan banyak spesies masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai hewan yang terancam punah.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R