Menko PMK: Transformasi LPDP Harus Perkuat Talenta STEM dan Riset Strategis Nasional

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan, transformasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan difokuskan untuk memperkuat talenta nasional di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), meningkatkan efektivitas riset, serta mengoptimalkan beasiswa strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang menopang industri strategis masa depan, memperkuat daya saing teknologi, dan menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Pratikno, Jumat (1/8/2025).
Menurut Pratikno, transformasi kebijakan LPDP dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama.
Tujuannya adalah merancang beasiswa yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap kebutuhan SDM nasional.
Beberapa fokus utama dalam perluasan beasiswa LPDP antara lain:
-
Program joint degree dan double degree dengan kampus-kampus global bereputasi;
-
Penentuan jurusan yang sesuai kebutuhan nasional sejak awal;
-
Dukungan beasiswa bagi guru BK, guru bahasa Inggris, guru STEM, kader ulama dan pemuka agama, anak-anak berbakat istimewa, serta aparatur pemerintah pusat dan daerah.
"Kita ingin beasiswa LPDP menyasar kebutuhan nyata di lapangan. Bukan hanya untuk akademisi STEM, tapi juga guru, tokoh agama, dan anak-anak istimewa. Mereka semua bagian dari ekosistem talenta nasional yang harus kita dukung,” jelas Pratikno.
Baca Juga: Jokowi Respons Abolisi Tom Lembong: Pasti Sudah Melalui Hitungan Politik dan Hukum
Dalam aspek riset dan inovasi, Menko PMK menekankan pentingnya integrasi fasilitas riset nasional agar lebih terbuka, efisien, dan produktif.
Pendanaan riset akan diperkuat melalui skema single call for proposal yang melibatkan Kemendikti Saintek, BRIN, dan LPDP secara kolaboratif.
Selain itu, pembangunan advance laboratory regional akan didorong sebagai pusat riset unggulan untuk mempercepat lahirnya inovasi strategis dan pemecahan masalah nyata.
Pratikno juga menyoroti pentingnya kolaborasi riset dengan sektor industri melalui skema co-funding guna mempercepat hilirisasi teknologi.
Di sisi lain, riset kebudayaan akan disempurnakan agar berdampak langsung pada pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus memperkaya kreativitas dan inovasi nasional.
“Fasilitas riset kita harus saling terhubung dan digunakan secara optimal. Sinergi antar-lembaga dan kampus akan mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








