Akurat

Deretan Hewan Hampir Punah: Ancaman Keindahan Alam Indonesia

Ratu Tiara | 30 Juli 2025, 10:11 WIB
Deretan Hewan Hampir Punah: Ancaman Keindahan Alam Indonesia

AKURAT.CO Keanekaragaman hayati Indonesia dikenal luas sebagai salah satu yang terkaya di dunia. Namun, di balik keindahan dan kekayaan tersebut, terdapat fakta memprihatinkan banyak spesies hewan yang hampir punah. Ancaman ini bukan lagi sekadar peringatan, melainkan kenyataan yang menghantui.

Perburuan liar, kerusakan habitat, dan perubahan iklim menjadi sederet faktor utama yang mendorong satwa-satwa langka ini ke ambang kepunahan. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa fenomena ini terjadi, spesies mana saja yang paling rentan, serta upaya-upaya yang sedang dan harus dilakukan untuk menyelamatkan mereka.

Fenomena kepunahan hewan di Indonesia didorong oleh berbagai faktor kompleks.

Salah satu penyebab utamanya adalah deforestasi dan konversi lahan yang masif untuk perkebunan, pertambangan, dan permukiman, yang secara langsung menghancurkan habitat alami satwa.

Selain itu, perburuan liar untuk diambil bagian tubuhnya (misalnya gading gajah, cula badak, atau sisik trenggiling) dan perdagangan satwa ilegal menjadi ancaman serius.

Perubahan iklim juga turut berperan, mengganggu ekosistem dan ketersediaan sumber daya bagi hewan-hewan tersebut.

Baca Juga: 7 Hewan Langka Indonesia di Ambang Kepunahan, Akankah Kita Kehilangan Mereka?

Indonesia adalah rumah bagi banyak spesies endemik yang kini berada di ambang kepunahan. Siapa saja mereka? Beberapa contoh yang paling ikonik meliputi Harimau Sumatera (lanthera tigris sumatrae), dengan populasi yang terus menyusut akibat perburuan dan fragmentasi hutan.

Kemudian ada Badak Jawa (rhinoceros sondaicus), salah satu mamalia terlangka di dunia yang hanya tersisa puluhan individu di Taman Nasional Ujung Kulon. 

Orangutan Sumatra dan Orangutan Tapanuli juga sangat terancam karena hilangnya hutan primer. Selain itu, ada juga Gajah Sumatra, Komodo, dan berbagai jenis burung seperti Cendrawasih dan Kakatua Jambul Kuning

Maraknya aktivitas ilegal yang berlangsung hampir setiap hari menjadi hal krusial.

Beberapa spesies, seperti Badak Jawa, berada pada titik kritis di mana kehilangan satu individu saja dapat berdampak besar pada kelangsungan hidup populasi.

Para ahli konservasi terus menyerukan tindakan segera dan masif sebelum terlambat.

Harimau dan Gajah Sumatra hidup di hutan-hutan Pulau Sumatera, yang terus terfragmentasi.

Badak Jawa berada di ujung barat Pulau Jawa.

Sementara orangutan menghuni hutan hujan tropis di Sumatra dan Kalimantan.

Komodo ditemukan di pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Timur. Kebanyakan habitat ini berada di kawasan hutan lindung atau taman nasional, namun tetap rentan terhadap aktivitas ilegal di sekitarnya.

Berbagai upaya konservasi kini telah dan terus dilakukan untuk menyelamatkan hewan yang hampir punah. Meliputi pembentukan taman nasional dan suaka margasatwa sebagai area perlindungan, patroli anti-perburuan liar, rehabilitasi habitat, hingga program penangkaran untuk meningkatkan populasi.

Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga menjadi kunci, mendorong partisipasi publik dalam menjaga kelestarian satwa liar. Kerja sama antara pemerintah, LSM, komunitas lokal, dan sektor swasta sangat vital.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), memiliki peran sentral dalam merumuskan kebijakan dan penegakan hukum terkait perlindungan satwa. Namun, peran masyarakat tidak kalah penting. Dengan tidak membeli produk satwa ilegal, mendukung ekowisata yang bertanggung jawab, hingga melaporkan aktivitas perburuan, setiap individu dapat berkontribusi.

Kesadaran kolektif adalah benteng terakhir bagi kelangsungan hidup hewan yang hampir punah.

 Baca Juga: Makan Waktu 2 Hari, Polisi Berhasil Amankan Pemburu Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Ancaman terhadap hewan yang hampir punah di Indonesia adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan segera dari semua pihak.

Kehilangan satu spesies berarti hilangnya bagian tak terpisahkan dari ekosistem dan warisan alam Indonesia yang tak ternilai.

Dengan memperkuat upaya konservasi, penegakan hukum yang tegas, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, kita bisa berharap untuk menyelamatkan satwa-satwa langka ini dari jurang kepunahan, memastikan generasi mendatang juga dapat menikmati keindahan keanekaragaman hayati Indonesia.

Varadilla Oktavia (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R