Akurat

Deretan Bunga Langka di Indonesia: Terancam Punah

Ratu Tiara | 30 Juli 2025, 09:16 WIB
Deretan Bunga Langka di Indonesia: Terancam Punah

AKURAT.CO Indonesia, dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, adalah rumah bagi ribuan spesies tumbuhan, termasuk beragam jenis bunga yang memukau. Namun, di antara keindahan tersebut, terdapat fakta yang mengkhawatirkan, banyak bunga langka di Indonesia berada di ambang kepunahan. Fenomena ini bukan hanya sekedar kehilangan keindahan visual, melainkan ancaman serius terhadap keseimbangan ekosistem dan warisan alam bangsa.

Penebangan hutan, perubahan iklim, serta perdagangan ilegal menjadi faktor utama yang mendorong bunga-bunga unik ini menuju ambang kehancuran.

Salah satu penyebab utama bunga langka adalah deforestasi dan perusakan habitat.

Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur secara masif menghancurkan ekosistem alami tempat bunga-bunga ini tumbuh.

Selain itu, perubahan iklim juga berperan, mengganggu siklus pertumbuhan dan penyerbukan. Terkadang, pemungutan liar oleh kolektor atau untuk tujuan perdagangan ilegal juga mempercepat penurunan populasi mereka di alam.

 Baca Juga: 3 Jenis Bunga Langka Mekar di Lokasi Berbeda di Bengkulu

Indonesia memiliki beberapa bunga langka yang sangat ikonik dan dikenal dunia. Yang paling terkenal tentu saja Rafflesia arnoldii, bunga bangkai raksasa yang tidak memiliki akar, batang, maupun daun, dan hanya mekar dalam periode singkat di hutan Sumatra.

Ada juga Amorphophallus titanum atau bunga bangkai tertinggi di dunia, yang mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga penyerbuk.

Selain itu, berbagai jenis anggrek endemik seperti anggrek hitam (Coelogyne pandurata) dari Kalimantan, serta Kantong Semar (Nepenthes) dengan varietas yang unik, juga termasuk dalam kategori langka dan dilindungi.

Krisis kelangkaan bunga ini telah berlangsung selama beberapa dekade,dengan laju deforestasi yang terus berlanjut dan ekspansi lahan yang tidak terkendali, setiap tahun populasi bunga-bunga ini semakin terdesak.

Para ahli botani dan konservasi terus-menerus menyuarakan urgensi tindakan, karena beberapa spesies mungkin hanya tersisa dalam hitungan puluhan atau ratusan di alam liar, menjadikan setiap detik berarti dalam upaya penyelamatan.

Habitat bunga langka ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di daerah dengan hutan tropis yang masih lestari.  

Rafflesia arnoldii banyak ditemukan di hutan-hutan Sumatra bagian selatan seperti Bengkulu dan Sumatra Barat. 

Amorphophallus titanum umumnya tumbuh di hutan hujan tropis Sumatra Barat dan Jambi.

Anggrek hitam banyak dijumpai di hutan rawa dan dataran rendah Kalimantan. Sedangkan berbagai spesies Kantong Semar dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sayangnya, sebagian besar habitat ini berada di bawah tekanan pembangunan.

Berbagai upaya konservasi telah dan terus dilakukan untuk menyelamatkan bunga langka ini. Mencakup penetapan kawasan konservasi seperti taman nasional dan cagar alam untuk melindungi habitat aslinya. Selain itu, dilakukan penelitian dan penangkaran ex-situ di kebun raya atau botanical garden untuk memperbanyak spesies.

Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian flora juga digencarkan, termasuk larangan pemungutan dan perdagangan ilegal. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat krusial.

Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), memiliki peran utama dalam penyusunan kebijakan dan penegakan hukum terkait perlindungan flora. Namun, peran komunitas lokal, organisasi non-pemerintah (LSM), dan masyarakat umum juga sangat vital. Mereka dapat berkontribusi melalui program-program konservasi berbasis komunitas, menjadi volunteer di pusat rehabilitasi, atau bahkan dengan sekadar tidak membeli produk dari tumbuhan yang dilindungi.

 Baca Juga: 3 Jenis Bunga Langka Mekar di Lokasi Berbeda di Bengkulu

Kelangkaan bunga di Indonesia adalah cerminan dari tantangan lingkungan yang lebih besar. Melindungi spesies-spesies unik ini bukan hanya tugas pemerintah atau ilmuwan, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

Dengan meningkatkan kesadaran, mendukung upaya konservasi, dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan, kita dapat membantu memastikan bahwa keindahan dan kekayaan flora Indonesia, termasuk bunga-bunga langka ini, tetap lestari untuk generasi yang akan datang.

Varadilla Oktavia (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R