Apa Ciri Khas yang Unik dari Babi Rusa Jantan?

AKURAT.CO Babi rusa (Babyrousa), hewan endemik Indonesia khususnya Sulawesi, merupakan salah satu spesies mamalia langka yang memiliki ciri fisik dan perilaku sangat unik.
Terutama babi rusa jantan yang dikenal dengan taringnya yang menonjol dan bentuk tubuh yang berbeda dengan babi biasa.
Ciri khas ini tidak hanya menarik perhatian para peneliti, tetapi juga menjadi simbol penting konservasi satwa langka Indonesia.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam ciri khas unik babi rusa jantan berdasarkan kajian ilmiah dan sumber terpercaya.
1. Taring Panjang yang Mencuat dan Melengkung
Salah satu ciri paling mencolok dari babi rusa jantan adalah sepasang taring panjang yang berasal dari gigi taring atas.
Tidak seperti babi biasa, taring atas babi rusa jantan ini tumbuh mencuat ke atas, menembus kulit moncongnya, dan melengkung hingga bisa mencapai lebih dari 40 sentimeter—kadang bahkan menembus kulit hingga kepala.
Taring bawah juga tumbuh panjang, melebihi tinggi moncong, tetapi tidak melengkung setajam taring atas.
Menurut riset yang dilansir Wikipedia dan Kumparan, taring yang unik ini berfungsi untuk:
-
Melindungi mata dari duri rotan di habitat hutan lebat.
-
Kemungkinan digunakan dalam mimikri ataupun sebagai alat komunikasi visual saat kawin dan berkelahi.
-
Meski demikian, taring ini cukup rapuh dan tidak digunakan untuk bertarung secara fisik langsung.
2. Tubuh dan Rambut yang Berbeda dari Babi Biasa
Babi rusa jantan umumnya memiliki tubuh yang panjang sekitar 87–106 cm dengan tinggi badan antara 65–80 cm dan berat badan mencapai 90 kilogram.
Tubuhnya relatif nyaris tak berbulu, kecuali pada sepanjang punggung dan ekor yang berbulu seperti kuas.
Kulitnya tebal, keras, dan kasar dengan kerutan khas di sekitar wajah, telinga, dan leher.
3. Pola Perilaku Unik
Babi rusa jantan cenderung hidup menyendiri (soliter), berbeda dengan babi rusa betina dan anaknya yang hidup berkelompok dalam sistem matriarkal.
Mereka bergabung hanya pada musim kawin.
Suara unik babi rusa yang melengking juga menjadi ciri khas, sering didengar di habitat aslinya.
Dalam masa kawin, babi rusa jantan menunjukkan perilaku tertentu seperti mengikuti betina, mengangkat wajah dengan tatapan tajam sebagai tanda dominasi, dan mengeluarkan suara decakan khas.
4. Habitat dan Keberadaan Terbatas
Babi rusa merupakan hewan endemik Sulawesi dan beberapa pulau kecil di Indonesia seperti Togian dan Maluku Utara.
Mereka hidup di hutan hujan tropis dengan akses ke sumber air dan tempat berkubang. Keberadaannya semakin langka akibat perusakan habitat dan perburuan.
5. Diet dan Fungsi Taring
Babi rusa bersifat omnivora, memakan berbagai jenis buah, daun, akar, jamur, serangga kecil, dan hewan invertebrata.
Taringnya tidak digunakan untuk menggali seperti babi liar lain karena tidak adanya tulang rostral di hidung.
6. Umur dan Reproduksi
Umur babi rusa bisa mencapai 24 tahun. Masa kehamilan betina sekitar 125–150 hari dengan melahirkan 1-2 anak sekali melahirkan dan penyusuan selama sekitar satu bulan.
Kesimpulan
Ciri khas unik dari babi rusa jantan terletak pada sepasang taring atas yang panjang, melengkung, dan menembus kulit moncongnya—fenomena yang tidak ditemui pada babi biasa.
Taring ini berfungsi melindungi mata dari cedera serta mungkin memiliki peran dalam komunikasi dan dominasi saat kawin.
Selain itu, pola hidup soliter, tubuh hampir tanpa rambut kecuali punggung dan ekor, serta habitat terbatas menjadikan babi rusa spesies yang unik sekaligus rentan.
Pemahaman tentang ciri khas ini penting dalam upaya konservasi dan pelestarian hewan langka Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









