Akurat

Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Jenis, dan Hubungannya dengan Norma Lain

Eko Krisyanto | 15 Juli 2025, 20:04 WIB
Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Jenis, dan Hubungannya dengan Norma Lain
 
AKURAT.CO Norma adalah pedoman hidup yang mengatur perilaku manusia agar tercipta keteraturan dan kedamaian di tengah masyarakat.
 
Salah satu norma penting yang berlaku universal adalah norma kesusilaan, yaitu aturan yang bersumber dari hati nurani dan akal budi manusia untuk membedakan baik dan buruk, benar dan salah. Norma ini mendorong setiap individu untuk berperilaku etis dan bermoral dalam kehidupan sehari-hari.
 
Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian norma kesusilaan menurut para ahli, tujuan, fungsi, ciri-ciri, jenis-jenis, serta hubungan norma kesusilaan dengan norma lainnya.

Pengertian Norma Kesusilaan

Secara sederhana, norma kesusilaan adalah kaidah yang lahir dari kesadaran batin manusia. Norma ini tidak tertulis dalam peraturan formal, melainkan melekat dalam diri seseorang berdasarkan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, adat istiadat, budaya, dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata norma memiliki dua makna utama.
 
Pertama, norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, yang digunakan sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku agar sesuai dengan nilai-nilai yang dianggap layak dan berterima.
 
Dengan kata lain, setiap warga masyarakat wajib menaati norma yang berlaku demi terciptanya keteraturan sosial. Kedua, norma juga dapat diartikan sebagai aturan, ukuran, atau kaidah yang digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu. 
 
Sementara itu, kata kesusilaan merujuk pada perihal susila, yaitu adat istiadat yang baik, sopan santun, dan keadaban dalam pergaulan hidup.
 
Kesusilaan juga dapat dipahami sebagai pengetahuan tentang adab atau perilaku terpuji yang mulai diajarkan bahkan sejak anak-anak berada di bangku sekolah dasar. 
 
Dengan demikian, norma kesusilaan dapat dimaknai sebagai aturan tidak tertulis yang mengatur perilaku individu berdasarkan nilai sopan santun, kesopanan, dan keadaban yang berlaku di masyarakat.

Tujuan Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan hadir untuk menciptakan keteraturan sosial dan melindungi kepentingan setiap anggota masyarakat. Tujuannya meliputi:

- Membimbing perilaku masyarakat agar sesuai dengan nilai yang berlaku.
- Menjaga keharmonisan hubungan antarmanusia.
- Mendorong individu untuk selalu berbuat baik dan adil.
- Memberikan sanksi sosial bagi pelanggar sebagai efek jera.

Fungsi Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan bermasyarakat:

- Memberikan rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat merasa tenteram.
- Mengatur perbuatan masyarakat agar tidak bertindak semena-mena.
- Membina solidaritas dan sikap saling membantu di antara anggota masyarakat.
- Membentuk kebiasaan baik yang disepakati dan dijalankan bersama.

Ciri-Ciri Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan memiliki ciri khas berikut ini:

- Bersumber dari hati nurani manusia.
- Tidak tertulis tetapi dipatuhi secara sadar.
- Berlaku universal, tidak terikat ruang dan waktu.
- Menumbuhkan hubungan yang harmonis di masyarakat.
- Membimbing manusia untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk.

Jenis-Jenis Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

1. Norma Kesusilaan Formal
Norma yang tercantum dalam aturan resmi, seperti UUD 1945 dan Pancasila. Pelanggarannya dapat dikenai sanksi hukum.

2. Norma Kesusilaan Nonformal
Norma yang muncul dari kebiasaan sehari-hari di keluarga atau masyarakat, tidak tertulis tetapi mengikat, dan pelanggarannya mendapat sanksi sosial berupa celaan atau pengucilan.

Jenis Norma Lain Selain Norma Kesusilaan

Selain norma kesusilaan, masyarakat juga mengenal tiga jenis norma lain:

1. Norma Kesopanan, yaitu aturan tentang tata krama dan sopan santun yang mengatur cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
2. Norma Agama, yakni aturan yang bersumber dari ajaran agama untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
3. Norma Hukum, yaitu aturan formal yang dibuat oleh lembaga berwenang, tertulis dan memiliki sanksi hukum yang jelas.

Keempat norma ini saling melengkapi untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan hidup bersama.

Pentingnya Mematuhi Norma Kesusilaan

Mematuhi norma kesusilaan berarti menjaga harga diri, martabat, dan keharmonisan sosial. Melanggarnya bisa merugikan diri sendiri dan lingkungan, sementara menjalaninya bisa membangun kepercayaan, solidaritas, dan kedamaian.

Memahami dan Mempraktikkan Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah pedoman hidup yang bersumber dari hati nurani dan nilai-nilai sosial untuk menjaga keteraturan dan kedamaian masyarakat.
 
Sebagai bagian dari norma sosial, dia tidak berdiri sendiri tetapi saling melengkapi dengan norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum. Memahami, menghormati, dan mematuhi norma-norma ini adalah kunci untuk membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan tenteram.
 
Laily Nuriansyah (Magang)
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R