Manakah dari Berikut Ini yang Merupakan Contoh Bahaya Biologis dalam HACCP?

AKURAT.CO Saat menerapkan sistem HACCP, pertanyaan penting adalah, “manakah dari berikut ini yang merupakan contoh bahaya biologis dalam HACCP?” Simak jawaban di bawah ini!
Memahami jenis bahaya ini sangat penting agar pangan yang dikonsumsi aman dan bebas dari risiko kesehatan.
Apa Itu Bahaya Biologis dalam HACCP?
Dilansir dari berbagai sumber, dalam HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), bahaya biologis adalah mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang dapat mencemari makanan dan menyebabkan penyakit.
Mikroba ini dapat berkembang biak di lingkungan pangan, terutama jika kondisi seperti suhu, kelembapan, dan waktu penyimpanan tidak terkontrol.
Contoh-Contoh Bahaya Biologis dalam HACCP
Baca Juga: Manakah dari Berikut Ini yang Bukan Contoh dari Bentuk Interaksi Manusia dengan Lingkungan?
Beberapa contoh mikroba patogen yang sering dianggap sebagai bahaya biologis antara lain:
-
Salmonella – bakteri umum yang sering ditemukan di unggas mentah dan telur.
-
Escherichia coli (E. coli) – dapat mencemari daging dan sayuran mentah
-
Listeria monocytogenes – sering muncul pada produk susu dan makanan yang disimpan dingin
-
Staphylococcus aureus – dapat berasal dari kontak penanganan tangan tidak higienis
-
Virus seperti Norovirus dan Hepatitis A, yang bisa menular lewat kontaminasi tangan dan air
-
Parasit seperti Giardia atau Trichinella dalam daging mentah atau air tercemar
-
Jamur dan kapang seperti mold yang menghasilkan mikotoksin dan tumbuh di buah atau biji-bijian
Pentingnya Identifikasi dalam HACCP
Dengan mengenali bahwa contoh bahaya biologis dalam HACCP mencakup bakteri, virus, parasit, dan fungi, para pengelola makanan dapat menetapkan titik kendali kritis atau Critical Control Points (CCP) yang tepat dalam proses produksi.
Misalnya, untuk mencegah kontaminasi Salmonella pada unggas, makanan harus dimasak hingga suhu minimal 75°C.
Produk dingin yang berisiko terpapar Listeria perlu disimpan pada suhu di bawah 4°C. Kontaminasi virus yang berasal dari pekerja dapat dicegah melalui penerapan prosedur cuci tangan yang ketat, sedangkan untuk menghindari parasit dalam air, diperlukan proses filtrasi dan desinfeksi.
Identifikasi bahaya dan penerapan CCP ini sejalan dengan tujuan utama HACCP, yaitu untuk mencegah, mengendalikan, dan memantau potensi bahaya biologis demi memastikan keamanan pangan.
Cara Mencegah Bahaya Biologis
Beberapa tindakan kontrol yang efektif meliputi:
- Praktik cuci tangan yang benar sebelum dan selama penanganan makanan .
- Memasak dengan suhu internal yang aman
- Menyimpan makanan pada suhu aman untuk mencegah pertumbuhan mikroba .
- Sanitasi permukaan dan peralatan secara rutin untuk menghilangkan biofilm .
- Memastikan air yang digunakan aman dan bebas dari kontaminasi
tulah penjelasan tentang manakah dari berikut ini yang merupakan contoh bahaya biologis dalam HACCP, mikroorganisme seperti bakteri (Salmonella, E. coli, Listeria, Staph.), virus, parasit, dan jamur.
Identifikasi dan kontrol bahaya biologis ini sangat krusial dalam memastikan keamanan pangan.
Dengan menerapkan HACCP secara disiplin, risiko sakit akibat makanan dapat diminimalkan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









