Mengungkap Keindahan Bahasa Sansekerta Kuno

AKURAT.CO Bahasa Sansekerta, sebuah bahasa klasik dari India, seringkali diasosiasikan dengan teks-teks keagamaan Hindu, dan Budha. Namun, lebih dari itu, bahasa ini adalah cerminan kekayaan budaya dan intelektual peradaban kuno yang masih memengaruhi dunia modern.
Jejak Sejarah Bahasa Sansekerta
Asal-usul bahasa Sansekerta dapat ditelusuri kembali ke sekitar 1500 SM, menjadikannya salah satu bahasa tertua yang masih eksis. Bahasa ini merupakan anggota dari rumpun bahasa Indo-Arya, yang pada gilirannya merupakan bagian dari keluarga bahasa Indo-Eropa. Periode perkembangan bahasa ini dibagi menjadi dua fase utama: Sansekerta Weda dan Sansekerta Klasik.
Sansekerta Weda adalah bentuk yang digunakan dalam kitab suci Veda, sedangkan Sansekerta Klasik distandardisasi oleh ahli tata bahasa Panini pada abad ke-4 SM melalui karyanya yang monumental, Aṣṭādhyāyī. Karya Panini ini tidak hanya merinci tata bahasa Sansekerta dengan sangat presisi tetapi juga menjadi salah satu contoh awal dari linguistik deskriptif yang sangat maju.
Mengapa Bahasa Sansekerta Begitu Penting?
Pentingnya bahasa Sansekerta tidak hanya terbatas pada nilai historisnya. Ada beberapa alasan mengapa bahasa ini tetap relevan:
- Pondasi Budaya dan Agama: Sansekerta adalah bahasa utama dari literatur keagamaan dan filosofis Hindu, seperti Veda, Upanishad, Bhagavad Gita, dan Purana. Selain itu, banyak teks-teks Budhis dan Jainisme awal juga ditulis dalam bahasa ini. Mempelajari Sansekerta memberikan akses langsung ke sumber-sumber kebijaksanaan kuno ini.
- Pengaruh terhadap Bahasa Lain: Banyak bahasa di India, termasuk Hindi, Bengali, dan Marathi, serta beberapa bahasa di Asia Tenggara seperti Jawa dan Bali, memiliki akar dan pengaruh kuat dari Sansekerta. Kata-kata serapan dari Sansekerta memperkaya kosakata dan struktur bahasa-bahasa tersebut.
- Studi Linguistik: Tata bahasa Sansekerta yang sangat sistematis menjadikannya subjek studi yang menarik bagi para linguis. Ilmuwan Barat pada abad ke-18 mulai mempelajari Sansekerta, yang kemudian membuka jalan bagi pemahaman modern tentang rumpun bahasa Indo-Eropa.
- Sastra dan Puisi: Sansekerta adalah medium untuk karya sastra yang luar biasa, seperti drama Abhijnanasakuntalam oleh Kalidasa dan epos Mahabharata serta Ramayana. Karya-karya ini tidak hanya indah secara linguistik tetapi juga menawarkan wawasan mendalam tentang nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Relevansi Bahasa Sansekerta di Era Modern
Meskipun bahasa Sansekerta bukan lagi bahasa lisan sehari-hari bagi mayoritas penduduk, bahasa ini masih diajarkan di berbagai universitas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Universitas Gadjah Mada, misalnya, memiliki program studi yang mendalami Sansekerta dan filologi India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









