Akurat

Apa Peran Pendidik Menurut Ki Hadjar Dewantara? Inilah 7 Hal yang Akurat Tersebut

Moh.Apriawan | 18 Juni 2025, 09:50 WIB
Apa Peran Pendidik Menurut Ki Hadjar Dewantara? Inilah 7 Hal yang Akurat Tersebut

AKURAT.CO Mari kita bahas dan simak inilah jawaban dari pertanyaan yang akurat, apa peran pendidik menurut ki hadjar dewantara?

Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh pendidikan nasional yang memiliki pemikiran mendalam mengenai peran pendidik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Filosofi pendidikan yang beliau kembangkan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga aspek moral dan sosial yang integral dalam membentuk manusia utuh.

Konsep-konsep seperti Ing ngarso sung tulodoIng madyo mangun karso, dan Tut wuri handayani menjadi pedoman utama dalam memahami peran guru atau pendidik menurut Ki Hadjar Dewantara.

Artikel ini akan menguraikan secara komprehensif peran pendidik menurut Ki Hadjar Dewantara berdasarkan berbagai sumber terpercaya.

Baca Juga: Pendidikan Budi Pekerti Harus Selaras dengan Nilai-Nilai Pancasila. Bagaimana Ki Hadjar Dewantara Menjelaskan tentang Budi Pekerti?

1. Pendidik sebagai Teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo)

Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa guru harus menjadi teladan bagi peserta didiknya.

Dalam semboyan Ing ngarso sung tulodo yang berarti “di depan memberi teladan”, guru harus menunjukkan perilaku dan sikap yang baik sehingga siswa dapat mencontohnya.

Guru bukan hanya pengajar teori, tetapi juga figur yang menginspirasi melalui tindakan nyata, baik dalam moral, etika, maupun kedisiplinan.

2. Pendidik sebagai Motivator dan Penggerak (Ing Madyo Mangun Karso)

Peran guru tidak hanya di depan kelas, tetapi juga berada di tengah-tengah siswa untuk membangkitkan semangat belajar dan kreativitas.

Dalam prinsip Ing madyo mangun karso yang berarti “di tengah membangun semangat”, guru berfungsi sebagai motivator yang mendorong siswa agar aktif dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

Guru harus mampu menciptakan suasana yang kondusif dan memotivasi siswa untuk berkembang.

3. Pendidik sebagai Pendorong dari Belakang (Tut Wuri Handayani)

Semboyan Tut wuri handayani yang berarti “di belakang memberi dorongan” menggambarkan peran guru sebagai pendukung dan fasilitator.

Guru memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara mandiri, namun tetap siap memberikan arahan dan dorongan ketika diperlukan.

Sikap ini menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri pada siswa.

Baca Juga: Bapak dan Ibu Guru, Anda Dapat Mendemonstrasikan Bagaimana Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Metode Experiential Learning

4. Pendidik sebagai Pembimbing dan Pengayom

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidik harus berperan sebagai pembimbing dan pengayom yang menuntun tumbuh kembang peserta didik sesuai dengan kodrat dan potensinya.

Guru harus memahami karakteristik siswa dan memberikan bimbingan yang sesuai agar mereka dapat berkembang secara optimal, baik secara intelektual, emosional, maupun sosial.

5. Pendidik sebagai Agen Moral dan Budaya

Guru juga berperan sebagai agen moral dan budaya yang menanamkan nilai-nilai luhur, budi pekerti, dan nasionalisme kepada siswa.

Pendidikan karakter yang menjadi fokus Ki Hadjar Dewantara bertujuan membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi pekerti dan berjiwa kebangsaan.

6. Pendidik sebagai Inovator dan Pembaru

Ki Hadjar Dewantara menghendaki guru sebagai inovator yang terus mengembangkan metode dan pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.

Guru harus terbuka terhadap perubahan dan berani melakukan pembaruan demi kemajuan pendidikan.

7. Sistem Among: Pendidikan yang Humanis

Konsep sistem among yang dikembangkan Ki Hadjar Dewantara menekankan pendidikan yang humanis dengan prinsip asih, asah, asuh.

Guru mengasihi siswa, mengasah kemampuan mereka, dan mengasuh dengan penuh perhatian. Sistem ini menghindari kekerasan dan menumbuhkan suasana kekeluargaan dalam proses belajar.

Kesimpulan

Peran pendidik menurut Ki Hadjar Dewantara sangat luas dan mendalam. Guru harus menjadi teladan yang baik, motivator yang membangkitkan semangat, dan pendorong yang mendukung kemandirian siswa.

Selain itu, guru berperan sebagai pembimbing, agen moral dan budaya, serta inovator dalam pendidikan.

Melalui prinsip Ing ngarso sung tulodoIng madyo mangun karso, dan Tut wuri handayani, Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa pendidik bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan pembimbing kehidupan yang humanis.

Filosofi ini tetap relevan dan menjadi pijakan penting dalam pendidikan Indonesia masa kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.