Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb

Moh.Apriawan | 16 Juni 2025, 19:45 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Experiential Learning Menurut David Kolb

AKURAT.CO Simak inilah jawaban tentang soal, apa yang dimaksud dengan experiential learning menurut david kolb secara akurat.

Experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang semakin banyak diterapkan di berbagai jenjang dan bidang.

Konsep ini menjadi populer berkat David A. Kolb, seorang psikolog pendidikan asal Amerika Serikat yang memperkenalkan teori experiential learning pada tahun 1984.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif pengertian experiential learning menurut David Kolb, ciri-ciri, tahapan, serta implementasinya dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: Inilah Jawaban Lengkap dan Tepat: Pada Tahap Pengujian Aktif dalam Model Kolb Individu Akan...

Pengertian Experiential Learning Menurut David Kolb

Menurut David Kolb, experiential learning adalah proses di mana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman. Dalam teorinya, Kolb menekankan bahwa belajar bukan sekadar menghafal informasi, melainkan melibatkan pengalaman langsung, refleksi, pemikiran abstrak, dan penerapan konsep dalam situasi nyata.

Kolb mendefinisikan experiential learning sebagai “proses di mana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman. Pengetahuan dihasilkan dari kombinasi antara menangkap dan mengubah pengalaman”.

Experiential learning berbeda dengan teori pembelajaran kognitif dan behavioristik. Jika teori kognitif menekankan proses mental dan behavioristik mengabaikan pengalaman subjektif, experiential learning justru menekankan pentingnya pengalaman pribadi, refleksi, dan penerapan dalam proses belajar.

Model Siklus Experiential Learning Kolb

David Kolb mengembangkan model siklus pembelajaran experiential yang terdiri dari empat tahap utama:

  1. Concrete Experience (Pengalaman Konkret)
    Siswa mengalami secara langsung suatu peristiwa atau aktivitas sebagai dasar pembelajaran.

  2. Reflective Observation (Observasi Reflektif)
    Siswa merefleksikan pengalaman tersebut, menganalisis apa yang terjadi, dan mengevaluasi makna dari pengalaman itu.

  3. Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak)
    Siswa mengembangkan konsep atau teori berdasarkan hasil refleksi, sehingga memperoleh pemahaman baru.

  4. Active Experimentation (Eksperimen Aktif)
    Siswa mencoba menerapkan konsep atau teori yang telah dipelajari ke dalam situasi baru untuk melihat efektivitasnya.

Siklus ini bersifat dinamis dan dapat dimulai dari tahap mana saja, namun pembelajaran yang efektif terjadi ketika keempat tahap dijalani secara utuh.

Baca Juga: Manakah dari Berikut Ini yang Bukan Merupakan Komponen dari Model Experiential Learning Kolb?

Ciri-ciri dan Keunggulan Experiential Learning

  • Berpusat pada peserta didik: Pembelajaran berbasis pengalaman menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang membangun pengetahuannya sendiri.

  • Mengaitkan teori dan praktik: Siswa tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

  • Mendorong refleksi mendalam: Proses refleksi menjadi kunci untuk memahami dan memperbaiki pengalaman belajar.

  • Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah: Melalui pengalaman nyata, siswa belajar menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan.

Implementasi Experiential Learning dalam Pendidikan

Experiential learning dapat diterapkan melalui berbagai metode seperti praktik lapangan, simulasi, studi kasus, eksperimen laboratorium, magang, proyek kolaboratif, dan pembelajaran berbasis masalah.

Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa merefleksikan pengalaman dan mengaitkannya dengan konsep yang dipelajari.

Kesimpulan

Experiential learning menurut David Kolb adalah proses pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif sebagai siklus yang saling berhubungan.

Teori ini menempatkan pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan dan mendorong siswa untuk aktif, reflektif, serta mampu menerapkan konsep dalam kehidupan nyata.

Dengan menerapkan experiential learning, pendidikan menjadi lebih bermakna, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.