Akurat

Bagaimana Anda Selama Ini Menjadi Guru? Apakah Anda Sudah Memahami Experiential Learning dan Menerapkannya?

Moh.Apriawan | 14 Juni 2025, 19:25 WIB
Bagaimana Anda Selama Ini Menjadi Guru? Apakah Anda Sudah Memahami Experiential Learning dan Menerapkannya?

AKURAT.CO Seperti inilah jawaban bagaimana anda selama ini menjadi guru? apakah anda sudah memahami experiential learning dan menerapkannya?

Menjadi guru di era modern menuntut lebih dari sekadar kemampuan menyampaikan materi.

Guru harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang semakin populer dan efektif adalah experiential learning, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Model ini menempatkan pengalaman sebagai pusat proses belajar, sehingga siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga membangun pengetahuan melalui refleksi dan penerapan.

Artikel ini akan membahas bagaimana guru dapat memahami dan menerapkan experiential learning dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Baca Juga: Dalam Konteks School Well-Being, Rimpela Menekankan Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler. Mengapa Kegiatan Ekstrakurikuler Penting?

Pemahaman tentang Experiential Learning

Experiential learning adalah proses belajar yang menggunakan pengalaman nyata sebagai media utama pembelajaran.

Konsep ini dikembangkan oleh David Kolb dan menekankan empat tahap siklus pembelajaran: pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan pengujian aktif.

Melalui siklus ini, siswa belajar secara holistik—menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam membangun pengetahuan dan keterampilan.

Menurut sumber terpercaya, experiential learning bukan sekadar metode, melainkan sebuah filosofi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat dan aktor utama dalam proses belajar. 

Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menghubungkan pengalaman dengan konsep teoretis dan mendorong refleksi mendalam.

Penerapan Experiential Learning dalam Praktik Mengajar

Sebagai guru, menerapkan experiential learning berarti merancang aktivitas pembelajaran yang memungkinkan siswa mengalami langsung materi yang dipelajari, kemudian merefleksikan pengalaman tersebut, mengembangkan konsep berdasarkan refleksi, dan mencoba menerapkannya dalam situasi baru.

Contohnya, dalam pelajaran sains, guru dapat mengajak siswa melakukan eksperimen langsung daripada hanya membaca teori.

Setelah itu, siswa diajak berdiskusi dan merefleksikan hasil eksperimen, kemudian merumuskan konsep ilmiah, dan akhirnya menguji konsep tersebut dalam konteks lain.

Penerapan experiential learning juga menuntut guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, sehingga siswa merasa nyaman bereksplorasi dan tidak takut melakukan kesalahan.

Guru harus mendorong motivasi intrinsik siswa dengan memberikan tantangan yang relevan dan kesempatan untuk pengambilan keputusan mandiri.

Manfaat dan Tantangan dalam Menerapkan Experiential Learning

Penerapan experiential learning terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kolaborasi.

Namun, guru juga menghadapi tantangan seperti kebutuhan waktu lebih banyak, persiapan materi yang matang, dan kemampuan memfasilitasi refleksi siswa secara efektif.

Untuk itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengintegrasikan experiential learning secara optimal dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran.

Kesimpulan

Menjadi guru yang efektif di era kini berarti memahami dan menerapkan experiential learning sebagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pengalaman siswa.

Dengan experiential learning, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata, refleksi, dan penerapan konsep.

Penerapan model ini membutuhkan perencanaan yang matang, lingkungan belajar yang mendukung, serta kemampuan fasilitasi yang baik dari guru.

Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih bermakna, meningkatkan motivasi, dan menghasilkan pembelajaran yang mendalam serta berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.