Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP atau Ujian PPG?

AKURAT.CO Selengkapnya tentang, bagaimana menurut saudara hal-hal yg dapat ditingkatkan dari pelaksanaan up atau ujian ppg?
Pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan calon guru memiliki kompetensi yang memadai sebelum terjun ke dunia pendidikan.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika kebutuhan pendidikan, evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan UP PPG menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Artikel ini akan membahas berbagai aspek yang dapat ditingkatkan dari pelaksanaan UP atau ujian PPG berdasarkan hasil evaluasi, studi, dan masukan dari berbagai pihak di lingkungan pendidikan Indonesia.
1. Pengembangan Soal yang Lebih Variatif dan Kontekstual
Salah satu aspek yang dapat ditingkatkan adalah pengembangan soal-soal ujian yang lebih variatif dan kontekstual.
Soal yang diberikan sebaiknya tidak hanya mengukur pengetahuan teoretis, tetapi juga kemampuan aplikasi dan analisis dalam konteks nyata di lapangan pendidikan.
Dengan demikian, calon guru akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata, bukan sekadar lulus secara administratif.
2. Peningkatan Kualitas Materi dan Metode Pembelajaran
Evaluasi pelaksanaan PPG menunjukkan perlunya peningkatan kualitas materi dan metode pembelajaran.
Materi harus selalu diperbarui sesuai perkembangan kurikulum dan kebutuhan dunia pendidikan.
Selain itu, metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta PPG.
3. Peningkatan Kompetensi Dosen dan Peran Guru Pamong
Peran dosen dan guru pamong sangat penting dalam mendampingi peserta PPG.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dosen dan guru pamong melalui pelatihan berkelanjutan perlu dilakukan agar mereka mampu memberikan bimbingan yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta.
4. Briefing dan Pembekalan Sebelum Ujian
Pelaksanaan briefing atau pembekalan sebelum UP sangat penting untuk memastikan peserta memahami teknis ujian, tata cara pelaksanaan, serta hal-hal administratif yang harus dipenuhi.
Dengan briefing yang baik, potensi kendala teknis dan non-teknis selama ujian dapat diminimalkan.
5. Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi dan Keamanan
Penggunaan teknologi seperti sistem ujian berbasis komputer (CBT) dan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) telah terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi penilaian, serta keamanan pelaksanaan ujian.
Teknologi ini dapat meminimalkan potensi kecurangan dan memberikan umpan balik yang lebih cepat kepada peserta.
6. Penguatan Sistem Pengawasan dan Administrasi
Sistem pengawasan yang ketat dan administrasi yang tertib sangat penting untuk menjaga integritas ujian.
Pengawasan dapat dilakukan secara daring maupun luring dengan melibatkan pengawas yang telah dibekali pelatihan khusus.
Administrasi yang rapi juga memudahkan pelaporan dan evaluasi pasca ujian.
7. Simulasi dan Persiapan Teknis
Penyelenggaraan simulasi ujian sebelum pelaksanaan UP sangat membantu peserta dalam memahami sistem dan mengidentifikasi potensi masalah teknis.
Simulasi juga membantu panitia dalam memastikan kesiapan infrastruktur, seperti jaringan internet dan perangkat ujian.
8. Penilaian yang Transparan dan Objektif
Penilaian ujian harus dilakukan secara transparan dan objektif, baik untuk ujian pengetahuan maupun ujian kinerja (Ukin).
Kriteria penilaian yang jelas dan umpan balik yang konstruktif sangat membantu peserta dalam meningkatkan kompetensi mereka.
Rangkuman
Pelaksanaan UP atau ujian PPG di Indonesia telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat ruang untuk perbaikan di berbagai aspek.
Pengembangan soal yang kontekstual, peningkatan kualitas materi dan dosen, pembekalan sebelum ujian, pemanfaatan teknologi, penguatan pengawasan, serta penilaian yang transparan merupakan beberapa hal yang dapat ditingkatkan.
Dengan perbaikan berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan UP PPG semakin efektif dalam menghasilkan guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









